Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Tak Mau Cuma Jadi Tuan Rumah, Pochettino Punya Misi Berat

Budi Miank • Senin, 8 Juni 2026 | 10:31 WIB
Mauricio Pochettino memimpin Amerika Serikat menghadapi ekspektasi tinggi di Piala Dunia 2026.(INSTAGRAM/@pochettino)
Mauricio Pochettino memimpin Amerika Serikat menghadapi ekspektasi tinggi di Piala Dunia 2026.(INSTAGRAM/@pochettino)

PONTIANAK POST - Tim nasional Amerika Serikat akan memulai Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko dengan membawa target melangkah lebih jauh dibanding pencapaian pada edisi sebelumnya. 

Di bawah arahan Mauricio Pochettino, USMNT berupaya memanfaatkan keuntungan bermain di kandang untuk bersaing dengan negara-negara elite sepak bola dunia.

Turnamen yang berlangsung di Amerika Utara menjadi momentum penting bagi Amerika Serikat setelah langkah mereka terhenti pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar. 

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Hajar Prancis Sebelum Turnamen, Pantai Gading Kirim Sinyal Bahaya untuk Para Favorit

Kehadiran Pochettino di kursi pelatih diharapkan mampu meningkatkan daya saing tim sekaligus mengoptimalkan potensi skuad muda yang dimiliki.

Federasi Sepak Bola Amerika Serikat menunjuk Pochettino pada 2024 sebagai bagian dari proyek ambisius menuju Piala Dunia 2026. 

Meski awal kedatangannya disambut antusias, performa tim belum sepenuhnya meyakinkan. Amerika Serikat sempat menembus final Gold Cup musim lalu, namun kalah telak dari Meksiko. 

Mereka juga mengalami kekalahan 2-5 dari Belgia dan 0-2 dari Portugal dalam laga uji coba Maret 2026. 

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Hanya 59 Hari Persiapan, Arab Saudi Ingin Ulang Kejutan Besar atas Tim Favorit Juara

"Fondasi tim ini sudah ada. Sekarang kami harus membuktikannya di panggung terbesar," kata Pochettino, yang menjalani pekerjaan internasional pertamanya setelah melatih Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, dan Chelsea.

Sorotan utama tertuju kepada kapten Christian Pulisic, yang diharapkan kembali menjadi motor serangan setelah mencetak gol dalam laga pemanasan melawan Senegal. 

Selain itu, penyerang Folarin Balogun datang dengan performa impresif usai mencetak 11 gol dalam 14 pertandingan terakhir bersama Monaco. 

Di sektor sayap, kecepatan Antonee Robinson dan Sergino Dest menjadi senjata utama untuk mendukung pola permainan agresif yang diinginkan Pochettino.

Namun, persoalan pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah. 

Kiper Matt Freese minim pengalaman di level internasional, sementara bek veteran Tim Reamyang kini berusia 38 tahun diperkirakan tetap menjadi andalan di lini belakang. 

Baca Juga: Prancis Dibayangi Mbappesentris Jelang Piala Dunia 2026, Deschamps Enggan Rotasi Striker

Bek utama Chris Richards juga masih dibayangi masalah kebugaran akibat cedera pergelangan kaki.

Menurut data BBC Sport, Amerika Serikat hanya meraih satu kemenangan atas tim Eropa sejak 2021, yakni melawan Bosnia-Herzegovina.(*)

Editor : Budi Miank
#Mauricio Pochettino #USMNT #Christian Pulisic #piala dunia 2026 #amerika serikat