PONTIANAK POST - Portugal memasuki Piala Dunia 2026 sebagai salah satu kandidat kuat juara. Tim asuhan Roberto Martinez membawa skuad bertabur bintang, pengalaman bertanding di level tertinggi, serta generasi emas yang matang di hampir setiap lini.
Namun, perjalanan Portugal kali ini tidak hanya soal taktik dan statistik. Tim berjuluk Selecao das Quinas masih membawa duka mendalam atas kepergian Diogo Jota yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil pada musim panas lalu.
Di tengah target meraih gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah, Portugal juga mengusung misi emosional untuk menghormati warisan dan mimpi sang penyerang.
Dampak kepergian Diogo Jota tidak hanya dirasakan keluarga dan klub yang pernah dibelanya, tetapi juga rekan-rekan setim di tim nasional Portugal.
Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, termasuk sosok yang paling awal menyampaikan duka. Dalam unggahan di media sosial setelah kabar wafat Jota, Ronaldo mengaku sulit menerima kenyataan tersebut.
"Ini tidak masuk akal. Baru saja kita bersama di tim nasional, baru saja kamu menikah," tulis Ronaldo sambil menyampaikan belasungkawa kepada istri, anak-anak, dan keluarga Jota.
Rasa kehilangan yang mendalam juga terlihat dari sejumlah pemain Portugal lainnya. Gelandang Rúben Neves dan bek João Cancelo bahkan tampak menitikkan air mata saat mengheningkan cipta untuk mengenang Jota dalam ajang Piala Dunia Antarklub 2025.
Roberto Martinez Ajak Tim Wujudkan Mimpi Diogo Jota
Pelatih Portugal Roberto Martinez menegaskan bahwa semangat Diogo Jota tetap menjadi bagian dari perjalanan tim menuju Piala Dunia 2026.
Menurut Martinez, daftar skuad Portugal sejatinya tidak hanya berisi 27 pemain, tetapi juga satu nama yang akan selalu menyertai mereka dalam setiap pertandingan.
"Daftar akhir ini berisi 27 nama ditambah satu lagi. Kehilangan Diogo Jota adalah momen yang tidak akan pernah kami lupakan," kata Martinez dilansir Aljazeera.
Ia menegaskan seluruh pemain memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan mimpi yang pernah diperjuangkan Jota bersama tim nasional.
"Semangat, kekuatan, dan teladan Diogo Jota akan selalu bersama kami. Dia akan menjadi tambahan satu pemain untuk selamanya," ujar Martinez.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Portugal di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak sekadar berburu trofi, tetapi juga menjadi penghormatan bagi salah satu sosok yang pernah memberikan kontribusi besar bagi tim.
Cristiano Ronaldo Hadapi Piala Dunia Terakhir
Nama Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian Portugal.
Bukan semata karena kualitas permainannya, tetapi karena Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi penampilan terakhir sang kapten di panggung terbesar sepak bola dunia.
Pada usia 41 tahun, Ronaldo masih menjadi pemegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Portugal dan sepak bola internasional dengan 143 gol.
Meski demikian, sejumlah pertanyaan tetap muncul terkait kondisi fisik, mobilitas, dan efektivitasnya menghadapi lawan-lawan elite dunia.
Penampilannya dalam dua turnamen besar terakhir belum sepenuhnya meyakinkan. Ronaldo hanya mencetak satu gol pada Piala Dunia 2022 dan gagal mencetak gol sepanjang Euro 2024 meski tampil sebagai starter dalam seluruh pertandingan Portugal.
Kondisi cuaca panas di sejumlah kota tuan rumah seperti Houston dan Miami juga diperkirakan menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan kebugarannya.
Namun bagi Portugal, Ronaldo tetap menjadi figur penting di ruang ganti maupun di lapangan.
"Ketika berbicara tentang Cristiano Ronaldo, kita berbicara tentang ikon sepak bola dunia sekaligus pemain yang harus memenuhi tuntutan yang sama seperti pemain lain," kata Martinez.
Menurutnya, Ronaldo masih menjadi contoh kepemimpinan dan profesionalisme bagi generasi muda Portugal.
Cristiano Ronaldo tetap menjadi salah satu pemain paling produktif Portugal sepanjang fase kualifikasi Piala Dunia 2026.
Penyerang berusia 41 tahun itu mencetak 41 gol dalam 50 pertandingan kualifikasi Piala Dunia sepanjang kariernya, menjadikannya pencetak gol terbanyak dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia FIFA.
Rekor tersebut dipastikan setelah Ronaldo mencetak dua gol saat Portugal bermain imbang 2-2 melawan Hungaria pada Oktober 2025.
Baca Juga: Ronaldo Disebut Masih Layak Main di Piala Dunia 2030, Pelatih Portugal Ungkap Alasannya
Lini Tengah Portugal Jadi Senjata Utama
Kekuatan terbesar Portugal pada Piala Dunia 2026 berada di sektor tengah.
Bruno Fernandes datang dengan performa impresif setelah mencatatkan 21 assist di Liga Inggris bersama Manchester United musim ini.
Ia akan didukung oleh deretan gelandang elite seperti Vitinha, Joao Neves, dan Bernardo Silva.
Kombinasi kreativitas, visi bermain, dan kemampuan mengontrol tempo pertandingan membuat Portugal mampu mendominasi sebagian besar lawan yang mereka hadapi.
Vitinha Jadi Jenderal Lapangan Tengah
Vitinha berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik Eropa.
Pemain Paris Saint-Germain tersebut finis di posisi ketiga Ballon d'Or 2025 dan tampil konsisten sebagai pengatur permainan dari lini kedua.
Sementara itu, Joao Neves yang masih berusia 21 tahun terus menunjukkan perkembangan pesat dan dianggap sebagai salah satu gelandang muda paling cerdas di sepak bola Eropa.
Kekuatan lini tengah Portugal tidak hanya terlihat dari kualitas individu pemainnya, tetapi juga tercermin dalam data resmi UEFA.
Vitinha menjadi motor permainan Portugal di UEFA Nations League 2025 dengan tingkat akurasi umpan mencapai 95,13 persen, tertinggi di antara gelandang inti Portugal.
Pemain Paris Saint-Germain itu juga mencatat 3 assist, 30 kali merebut kembali penguasaan bola (ball recoveries), serta menyelesaikan 586 dari 615 umpan selama turnamen.
Di sisi lain, João Neves menunjukkan keseimbangan antara distribusi bola dan kerja defensif.
Gelandang berusia 21 tahun tersebut membukukan 93,58 persen akurasi umpan, menyelesaikan 243 dari 260 operan, serta mencatat 12 ball recoveries dalam tujuh penampilan bersama Portugal di UEFA Nations League.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Pecahkan Rekor, Portugal Bawa Sang Kapten ke Piala Dunia Keenam
Kreativitas Portugal semakin lengkap dengan kehadiran Bruno Fernandes. Berdasarkan statistik UEFA pada fase kualifikasi internasional terbaru, gelandang Manchester United itu mencetak 3 gol, 1 assist, dan memiliki akurasi umpan 88,4 persen.
Fernandes juga menjadi salah satu sumber utama peluang Portugal melalui distribusi bola vertikal dan eksekusi bola mati.
Kombinasi Vitinha, João Neves, dan Bruno Fernandes membuat Portugal memiliki lini tengah yang mampu mengontrol tempo permainan sekaligus menekan lawan ketika kehilangan bola.
Reuters bahkan menyebut trio tersebut sebagai salah satu unit gelandang terbaik yang akan tampil di Piala Dunia 2026, dengan kemampuan menguasai pertandingan, menjaga sirkulasi bola, dan membuka ruang di pertahanan lawan.
Roberto Martinez Masih Dibayangi Keraguan
Meski memiliki materi pemain luar biasa, Roberto Martinez belum sepenuhnya meyakinkan seluruh publik Portugal.
Sejumlah pengamat menilai pelatih asal Spanyol tersebut kerap kesulitan mengambil keputusan tegas dalam pertandingan besar.
Keraguan itu muncul setelah rekam jejaknya bersama Belgia dan Portugal dinilai belum menghasilkan pencapaian maksimal di turnamen besar.
Namun Martinez berhasil meredam sebagian kritik setelah membawa Portugal menjuarai UEFA Nations League 2025 usai mengalahkan Spanyol melalui adu penalti.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Portugal memiliki kapasitas untuk bersaing dengan tim-tim terbaik dunia.
Meski demikian, Martinez memilih merendah.
"Saya pikir hanya negara yang pernah memenangkan Piala Dunia yang layak disebut favorit. Kami memiliki talenta dan semangat untuk bermimpi, tetapi bukan favorit," ujarnya.
Baca Juga: Ronaldo Pecah Penantian, Al Nassr Akhirnya Rebut Gelar Liga Saudi
Jadwal Portugal di Grup K Piala Dunia 2026
Portugal tergabung di Grup K bersama Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia.
Di atas kertas, Portugal menjadi unggulan utama untuk lolos ke babak berikutnya.
Jadwal Fase Grup Portugal
17 Juni 2026
Portugal vs Republik Demokratik Kongo di Houston, Amerika Serikat
23 Juni 2026
Portugal vs Uzbekistan di Houston, Amerika Serikat
27 Juni 2026
Kolombia vs Portugal di Miami, Amerika Serikat
Laga melawan Kolombia diprediksi menjadi pertandingan paling menentukan dalam perebutan posisi puncak grup. Tim Amerika Selatan tersebut memiliki sejumlah pemain berbahaya seperti Luis Diaz, James Rodriguez, dan Daniel Munoz.
Peluang Portugal di Piala Dunia 2026
Portugal memiliki hampir semua syarat untuk melangkah jauh.
Mereka memiliki pengalaman, kedalaman skuad, kualitas individu, dan lini tengah yang mampu bersaing dengan negara mana pun.
Namun keberhasilan mereka akan sangat bergantung pada keseimbangan antara pengalaman Cristiano Ronaldo dan energi generasi baru seperti Vitinha serta Joao Neves.
Di balik seluruh aspek teknis itu, ada satu motivasi yang tidak tercatat dalam statistik.
Portugal datang ke Piala Dunia 2026 membawa kenangan tentang Diogo Jota. Setiap kemenangan yang diraih bukan hanya menjadi langkah menuju trofi, tetapi juga penghormatan terhadap rekan yang telah pergi lebih dulu.
Fakta Singkat Portugal di Piala Dunia
- Partisipasi Piala Dunia: 8 kali
- Debut: 1966
- Prestasi terbaik: Peringkat ketiga (1966)
- Pencetak gol terbanyak Piala Dunia Portugal: Eusebio (9 gol)
- Pemain dengan penampilan terbanyak: Cristiano Ronaldo (22 pertandingan)
- Peringkat FIFA: 5 dunia
- Target utama: Juara Piala Dunia pertama dalam sejarah Portugal.*