PONTIANAK POST - Timnas Yordania dipastikan tampil untuk pertama kalinya dalam sejarah di putaran final Piala Dunia 2026 setelah mengamankan tiket otomatis dari babak kualifikasi Asia.
Skuad asuhan Jamal Sellami akan berlaga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan membawa ambisi menciptakan kejutan, mengandalkan gaya bermain serangan balik cepat yang sukses mengantar mereka menembus panggung sepak bola dunia.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Yordania.
Setelah gagal dalam 10 percobaan sebelumnya, negara Timur Tengah itu akhirnya memastikan tiket ke putaran final berkat kemenangan 3-0 atas Oman pada Juni 2025 yang dibarengi kemenangan Korea Selatan atas Irak.
Pelatih asal Maroko, Jamal Sellami, menjadi sosok sentral di balik kebangkitan Yordania.
Baru setahun menangani tim sejak Juni 2024, ia langsung membawa Yordania lolos ke Piala Dunia dan menembus final Piala Arab 2025.
Atas kontribusinya tersebut, Raja Abdullah II bahkan memberikan kewarganegaraan Yordania kepada Sellami pada Desember 2025.
Pelatih berusia 54 tahun itu dinilai berhasil membangun identitas permainan yang efektif melalui formasi 3-4-3 yang kerap berubah menjadi 5-4-1 saat bertahan.
Yordania tampil impresif sepanjang kualifikasi dengan mencetak rekor nasional 32 gol.
Tim ini dikenal sebagai salah satu tim dengan serangan langsung paling efektif di Asia meski rata-rata hanya menguasai bola sebesar 40,2 persen.
"Yazan Al-Naimat tidak bisa digantikan," ujar Sellami terkait absennya striker utama Yordania yang mengalami cedera lutut serius setelah mencetak sembilan gol selama kualifikasi.
Kehilangan Al-Naimat menjadi tantangan besar bagi Yordania. Namun, mereka masih memiliki sejumlah pemain kunci seperti winger Rennes, Musa Al-Tamari, yang dijuluki "Messi dari Yordania", gelandang muda Mohannad Abu Taha, serta bek tangguh Yazan Al-Arab.
Yordania juga mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat. Menurut laporan BBC Sport, Perdana Menteri Jafar Hassan bahkan mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan pegawai sektor publik memulai jam kerja lebih siang agar dapat menyaksikan pertandingan tim nasional mereka di Piala Dunia.
Pada fase grup nanti, Yordania berpeluang menghadapi juara bertahan Argentina yang diperkuat Lionel Messi.
Meski berstatus debutan, Yordania datang tanpa beban dan bertekad menjadi tim Asia pertama sejak Arab Saudi pada Piala Dunia 1994 yang mampu menembus fase gugur dalam penampilan perdana.(*)
Editor : Budi Miank