PONTIANAK POST - Liverpool resmi mengonfirmasi 12 pemain akan meninggalkan klub pada musim panas ini, termasuk dua ikon Anfield, Mohamed Salah dan Andy Robertson, serta bek tengah Ibrahima Konate. Keputusan tersebut menandai berakhirnya era sejumlah pemain yang berkontribusi dalam berbagai kesuksesan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir.
Pengumuman itu sekaligus menjadi momen emosional bagi para pendukung yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada sejumlah figur penting di ruang ganti Liverpool.
Mohamed Salah dan Andy Robertson Tutup Perjalanan di Anfield
Mohamed Salah dan Andy Robertson menjadi nama terbesar dalam daftar pemain yang hengkang. Keduanya mendapat perpisahan emosional saat Liverpool bermain imbang melawan Brentford pada laga terakhir musim ini.
Pelatih saat itu, Arne Slot, menarik kedua pemain tersebut dari lapangan untuk memberikan kesempatan kepada suporter memberikan penghormatan terakhir.
Salah dan Robertson menerima guard of honour sederhana dari rekan-rekan setim mereka sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi selama membela klub.
Baca Juga: Rumah Mewah Eks Manajer Liverpool Jürgen Klopp Akhirnya Terjual Setelah Hampir Dua Tahun
Kepergian keduanya menjadi akhir dari perjalanan panjang yang dipenuhi trofi dan kenangan. Robertson bahkan telah dipastikan melanjutkan karier bersama Tottenham Hotspur setelah kontraknya bersama Liverpool berakhir bulan ini.
Ibrahima Konate Tinggalkan Liverpool Setelah Negosiasi Gagal
Selain Salah dan Robertson, Liverpool juga kehilangan Ibrahima Konate. Bek berusia 27 tahun itu meninggalkan Merseyside setelah gagal mencapai kesepakatan kontrak baru dengan manajemen klub.
Sebelumnya, Konate sempat memberi sinyal positif terkait peluang memperpanjang masa baktinya usai kemenangan Liverpool atas Everton pada April lalu. Namun, proses negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan.
Situasi tersebut membuat Konate meninggalkan Liverpool dengan status bebas transfer. Kepergiannya menjadi kehilangan penting bagi lini pertahanan tim yang sedang memasuki fase regenerasi skuad.
Rhys Williams Akhiri Pengabdian 15 Tahun di Liverpool
Bek Rhys Williams juga masuk dalam daftar pemain yang dilepas. Ia mengakhiri hubungan panjang selama 15 tahun bersama Liverpool.
Williams dikenal karena perannya sebagai pelapis penting di sektor pertahanan saat tim mengalami krisis cedera pada musim 2020-2021. Pada periode tersebut, ia membantu tim asuhan Jurgen Klopp menjaga stabilitas lini belakang dalam persaingan ketat di kompetisi domestik maupun Eropa.
Kepergiannya menutup salah satu kisah pengabdian pemain akademi yang berhasil menembus tim utama.
Sejumlah Talenta Akademi Juga Tinggalkan Klub
Liverpool juga melepas beberapa pemain muda dari akademi, termasuk James Balagizi dan Oakley Cannonier.
Nama Cannonier memiliki tempat tersendiri dalam ingatan pendukung Liverpool. Ia adalah ballboy yang dengan cepat memberikan bola kepada Trent Alexander-Arnold dalam momen sepak pojok ikonik yang menghasilkan gol kemenangan atas Barcelona pada semifinal Liga Champions 2019.
Selain pemain yang dilepas, Liverpool masih mempertahankan sejumlah prospek muda dengan menawarkan kontrak baru kepada Kyle Kelly, Afolami Onanuga, Oliver O'Connor, Lucas Pitt, Ben Trueman, Matthew Wright, Prince Cisse, dan Keyrol Figueroa.
Keyrol Figueroa merupakan putra mantan pemain Premier League, Maynor Figueroa, sementara Prince Cisse memiliki hubungan keluarga dengan mantan striker Djibril Cisse.
Awal Babak Baru Liverpool
Perombakan skuad yang melibatkan 12 pemain sekaligus menunjukkan Liverpool tengah memasuki fase baru dalam pembangunan tim.
Kepergian sejumlah pemain senior membuka ruang bagi regenerasi dan strategi baru yang akan diterapkan klub dalam menghadapi musim mendatang.
Bagi suporter, perpisahan dengan Salah, Robertson, dan sejumlah pemain lain bukan sekadar urusan transfer. Mereka meninggalkan jejak yang akan terus dikenang sebagai bagian dari salah satu periode penting dalam sejarah modern Liverpool.*
Editor : Uray Ronald