PONTIANAK POST- Timnas Tunisia melangkah ke Piala Dunia 2026 dengan salah satu rekor kualifikasi paling impresif di zona Afrika.
The Eagles of Carthage menyegel tiket ke putaran final setelah menjuarai grup tanpa kebobolan satu gol pun dalam 10 pertandingan, sekaligus memperpanjang tradisi tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.
Catatan sembilan kemenangan dan satu hasil imbang mengantarkan Tunisia meraih penampilan ketujuh di Piala Dunia serta ketiga secara beruntun.
Baca Juga: Emil Audero atau Maarten Paes? Dilema John Herdman di Bawah Mistar Gawang Timnas Indonesia
Namun, menjelang turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Tunisia memasuki era baru di bawah arahan pelatih Sabri Lamouchi yang baru ditunjuk pada Januari 2026.
Mantan gelandang Prancis tersebut hanya memiliki waktu persiapan terbatas sebelum laga pembuka menghadapi Swedia pada 14 Juni.
Fondasi utama kekuatan Tunisia terletak pada lini pertahanan yang solid. Kombinasi bek berpengalaman dan duet gelandang bertahan Ellyes Skhiri serta Rani Khedira membuat Eagles of Carthage menjadi tim yang sangat sulit ditembus lawan selama kualifikasi.
"Kami berada di sini untuk meraih kesuksesan dan keunggulan, bukan untuk gagal," kata Sabri Lamouchi, pelatih Timnas Tunisia, saat memperkenalkan proyeknya bersama tim nasional seperti dikutip dari BBC Sport.
Di lini serang, Tunisia masih mengandalkan kreativitas Hannibal Mejbri. Namun, kondisi pemain yang memperkuat Burnley itu menjadi perhatian setelah mengalami cedera dalam laga uji coba menjelang turnamen.
Absennya Hannibal berpotensi mengurangi daya kreasi tim yang selama ini dikenal lebih pragmatis dibanding atraktif.
Perjalanan Tunisia menuju Piala Dunia juga diwarnai dinamika internal. Federasi sepak bola Tunisia sempat berganti lima pelatih berbeda selama proses kualifikasi Afrika.
Lamouchi sendiri menuai kontroversi setelah memanggil sejumlah wajah baru dan mencoret beberapa pemain senior dari skuad.
Meski demikian, Tunisia memiliki pengalaman panjang di level dunia. Piala Dunia 2026 menjadi partisipasi ketujuh mereka setelah sebelumnya tampil pada 1978, 1998, 2002, 2006, 2018, dan 2022.
Kemenangan mengejutkan atas Prancis pada fase grup Piala Dunia 2022 masih menjadi salah satu pencapaian terbesar mereka dalam sejarah turnamen.(*)
Editor : Budi Miank