PONTIANAK POST - Pelatih timnas Indonesia John Herdman kini memiliki kemewahan sekaligus tantangan besar setelah Emil Audero dan Maarten Paes sama-sama menunjukkan performa meyakinkan di bawah mistar gawang Garuda sepanjang FIFA Matchday Juni 2026.
Dua penjaga gawang yang berkarier di kompetisi elite Eropa tersebut bergantian mencatat clean sheet saat Indonesia mengalahkan Oman 3-0 dan Mozambik 1-0.
Persaingan ini menjadi salah satu yang paling ketat dalam sejarah timnas Indonesia karena keduanya memiliki kualitas, pengalaman, dan karakter permainan yang berbeda namun sama-sama dibutuhkan tim.
Audero Unggul dalam Refleks dan Penyelamatan
Emil Audero tampil impresif bersama US Cremonese di Serie A Italia sepanjang musim 2025/2026.
Baca Juga: Emil Audero atau Maarten Paes? Dilema John Herdman di Bawah Mistar Gawang Timnas Indonesia
Kiper berusia 29 tahun itu mencatat 35 penampilan, 125 penyelamatan, dan 11 clean sheet.
Jumlah tersebut menjadikannya salah satu penjaga gawang dengan catatan penyelamatan tertinggi di Serie A musim ini.
Ketajaman refleks dan kemampuan membaca arah bola menjadi kekuatan utama Audero saat menghadapi tekanan bertubi-tubi dari lawan.
Kemampuan itu terlihat saat Indonesia mengalahkan Oman 3-0 pada 5 Juni 2026 ketika ia melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan tendangan penalti lawan.
Baca Juga: Jelang Duel Piala ASEAN 2026: Pelatih Vietnam Intip Timnas Indonesia, Ini Kata John Herdman
Selain piawai di bawah mistar, Audero juga dikenal aktif mengatur koordinasi lini belakang yang dihuni pemain seperti Elkan Baggott dan Jay Idzes.
Paes Tawarkan Kualitas Kiper Modern
Di sisi lain, Maarten Paes menghadirkan profil penjaga gawang modern yang sangat sesuai dengan sepak bola berbasis penguasaan bola.
Kiper AFC Ajax itu mencatat enam clean sheet dari 13 penampilan setelah bergabung dari Major League Soccer (MLS).
Paes memiliki rata-rata akurasi distribusi bola mencapai 98 persen, menjadikannya salah satu kiper dengan kemampuan membangun serangan terbaik.
Baca Juga: Erick Thohir Targetkan Indonesia Tembus Ranking 100 Besar Dunia FIFA
Kemampuan memainkan bola dengan kaki membuatnya sering berperan sebagai sweeper-keeper yang membantu tim keluar dari tekanan lawan.
Dengan tinggi badan 192 sentimeter, Paes juga unggul dalam mengamankan bola-bola udara dan memotong umpan silang di area penalti.
Keunggulan tersebut kembali terlihat saat menjaga gawang Indonesia tetap steril ketika mengalahkan Mozambik 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Herdman Diuntungkan Persaingan Sehat
Rotasi yang diterapkan Herdman sejauh ini membuat kedua kiper tetap berada dalam kondisi kompetitif.
Baca Juga: Ole Romeny Ungkap Rahasia Ketajamannya Bersama Timnas Indonesia
Situasi tersebut memberi keuntungan besar bagi tim nasional karena kualitas permainan tidak menurun meski terjadi pergantian penjaga gawang.
Bagi pemain, persaingan ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan performa demi mengamankan tempat di skuad utama.
Bagi pelatih, keberadaan dua kiper berkualitas memberi fleksibilitas dalam menentukan strategi sesuai karakter lawan yang dihadapi.
Siapa Lebih Cocok Jadi Kiper Utama?
Jika Indonesia menghadapi tim dengan intensitas serangan tinggi, Audero dinilai lebih ideal karena memiliki kemampuan shot-stopping dan refleks yang sangat kuat.
Baca Juga: Pelatih Mozambik Yakin Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Sebaliknya, Paes menjadi pilihan menarik ketika Indonesia ingin memainkan sepak bola berbasis penguasaan bola dan membangun serangan dari lini belakang.
Perbedaan karakter itu membuat keputusan menentukan kiper utama tidak semata-mata berdasarkan statistik, melainkan juga kebutuhan taktis dalam setiap pertandingan.
Menjelang Piala Asia 2027, Herdman diperkirakan akan terus memantau perkembangan keduanya sebelum menentukan sosok yang menjadi penjaga gawang nomor satu Garuda.
Untuk saat ini, Indonesia berada dalam posisi menguntungkan karena memiliki dua kiper elite yang sama-sama layak dipercaya mengawal gawang tim nasional.(*)
Editor : Efprizan