PONTIANAK POST - Timnas Senegal membawa modal kuat menuju Piala Dunia 2026 setelah menyelesaikan kualifikasi zona Afrika tanpa sekali pun menelan kekalahan.
Performa solid tersebut membuat Lions of Teranga menjadi salah satu wakil Afrika yang berpotensi memberi kejutan pada turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Tantangan pertama Senegal langsung menghadirkan nuansa nostalgia saat mereka dijadwalkan menghadapi Prancis di fase grup.
Baca Juga: Skuad Uruguay: Konflik Internal Jadi Ujian Marcelo Bielsa Jelang Kick Off Piala Dunia 2026
Duel itu mengingatkan publik pada kemenangan bersejarah 1-0 atas Les Bleus pada Piala Dunia 2002, ketika Senegal menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen.
Kekuatan utama Teranga Lions berada pada komposisi pemain yang mayoritas berkarier di kompetisi elite Eropa.
Senegal membawa 20 pemain dari lima liga top Eropa, jumlah terbanyak di antara negara non-Eropa bersama Argentina.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, mengandalkan formasi 4-3-3 yang terbukti efektif dalam beberapa laga penting.
Lini tengah menjadi salah satu sektor terkuat dengan kehadiran kapten veteran Idrissa Gueye yang masih menjadi motor permainan tim.
Di lini depan, Senegal masih mengandalkan ketajaman Sadio Mané yang menjadi pencetak gol terbanyak tim pada kualifikasi dengan lima gol.
Selain itu, terdapat nama-nama seperti Iliman Ndiaye, Ismaïla Sarr, dan striker Nicolas Jackson yang diproyeksikan menjadi ujung tombak serangan.
Salah satu pemain muda yang mendapat sorotan adalah Ibrahim Mbaye.
Penyerang muda milik Paris Saint-Germain itu mencatat sejarah sebagai pencetak gol termuda Senegal setelah mencetak gol pada laga internasional pertamanya sebagai starter pada November tahun lalu.
"Kami memiliki kualitas untuk bersaing dengan siapa pun di turnamen ini," ujar Pape Thiaw.(*)
Editor : Budi Miank