PONTIANAK POST - Timnas Irak mengakhiri penantian empat dekade untuk kembali tampil di Piala Dunia setelah mengamankan tiket ke edisi 2026 lewat kemenangan 2-1 atas Bolivia pada laga play-off antarbenua awal tahun ini.
Hasil tersebut memastikan Singa Mesopotamia kembali merasakan atmosfer turnamen sepak bola terbesar dunia untuk pertama kalinya sejak 1986.
Keberhasilan itu menjadi pencapaian penting bagi Irak yang kini ditangani pelatih asal Australia, Graham Arnold.
Baca Juga: Usai Debut Timnas Senior, Mathew Baker Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026
Namun, tantangan berat langsung menanti karena Irak tergabung di Grup I bersama tiga tim kuat, yakni Norwegia, Prancis, dan Senegal.
Meski tidak diunggulkan, skuad berjuluk Lions of Mesopotamia bertekad memberikan perlawanan dan memburu poin perdana mereka di ajang Piala Dunia.
Arnold dinilai berhasil membawa stabilitas setelah mengambil alih kursi pelatih pada Mei 2025.
Berbeda dengan pendahulunya, Jesus Casas, yang kerap mengubah komposisi tim, Arnold mengandalkan pendekatan yang lebih sederhana dengan formasi 4-4-2 dan permainan yang disiplin.
"Ide utama saya adalah memastikan para pemain tetap tenang dan melakukan apa yang mereka kuasai, bermain bersama rekan-rekan mereka di depan masyarakat yang mendukung," kata Graham Arnold, pelatih Timnas Iraq, seperti dikutip dari BBC Sport.
Perjalanan Irak menuju Piala Dunia 2026 menjadi salah satu yang paling panjang dan menantang.
Mereka menjalani 21 pertandingan kualifikasi selama 866 hari dan menggunakan 49 pemain berbeda sebelum akhirnya mengamankan tiket ke turnamen.
Langkah terakhir bahkan harus ditempuh dalam situasi sulit. Sejumlah pemain yang berbasis di Irak melakukan perjalanan darat menuju Yordania sebelum terbang ke Meksiko akibat penutupan wilayah udara yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.
Salah satu pemain yang menjadi tumpuan adalah penyerang berusia 30 tahun, Aymen Hussein.
Striker Al-Karma tersebut mencetak gol penentu kemenangan atas Bolivia dan menjadi simbol perjuangan tim.
Baca Juga: Skuad Uruguay: Konflik Internal Jadi Ujian Marcelo Bielsa Jelang Kick Off Piala Dunia 2026
Selain Hussein, Irak juga mengandalkan gelandang Amir Al Ammari serta bek kiri Merchas Doski yang tampil konsisten sepanjang kualifikasi.
Arnold menolak anggapan bahwa Grup I merupakan "grup maut".
Menurutnya, menghadapi pemain-pemain kelas dunia seperti Erling Haaland, Kylian Mbappé, dan Sadio Mané justru menjadi motivasi tambahan bagi anak asuhnya.(*)
Editor : Budi Miank