PONTIANAK POST - Timnas Aljazair resmi kembali ke panggung Piala Dunia 2026 setelah menuntaskan penantian 12 tahun dengan menjuarai grup kualifikasi zona Afrika.
Kepastian lolos diraih berkat performa konsisten yang menghasilkan delapan kemenangan dari 10 pertandingan, sekaligus mengantarkan Fennecs tampil di putaran final yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Di bawah arahan pelatih Vladimir Petkovic, Aljazair kini membidik langkah lebih jauh dengan target menembus babak 16 besar.
Ambisi tersebut akan ditopang perpaduan pengalaman Riyad Mahrez, ketajaman Mohamed Amoura, serta kreativitas gelandang muda Ibrahim Maza yang menjadi wajah baru generasi Aljazair.
Menurut laporan BBC Sport, Petkovic menilai timnya memiliki kualitas untuk bersaing di fase grup.
Pelatih asal Bosnia itu mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan permainan menyerang yang bertumpu pada kecepatan sektor sayap dan kreativitas lini tengah.
"Kami akan memberikan segalanya agar tidak pulang setelah tiga pertandingan," kata Vladimir Petkovic, pelatih Timnas Aljazair, menjelang laga uji coba prapiala dunia melawan Belanda.
Aljazair memiliki kekuatan utama di sektor serang. Mahrez yang kini berusia 35 tahun masih menjadi motor permainan berkat pengalaman dan kualitas tekniknya.
Sementara Mohamed Amoura tampil sebagai top skor kualifikasi Afrika dengan torehan 10 gol, menjadikannya salah satu pemain paling produktif di benua tersebut.
Selain itu, Ibrahim Maza menjadi sorotan sebagai salah satu talenta muda terbaik Aljazair.
Gelandang berusia 20 tahun yang bermain di Bayer Leverkusen itu mendapat julukan "Mazadona" dari suporter berkat kemampuan dribel dan kreativitasnya.
Meski demikian, Aljazair masih memiliki pekerjaan rumah di sektor pertahanan. Tim ini hanya mencatatkan satu clean sheet dalam 13 pertandingan Piala Dunia
terakhir.
Prestasi terbaik mereka terjadi pada 2014 ketika berhasil lolos dari fase grup sebelum disingkirkan Jerman di babak 16 besar setelah melalui perpanjangan waktu.(*)
Editor : Budi Miank