PONTIANAK POST — Bagi mayoritas penduduk bumi, olahraga paling populer di dunia yang mempertemukan dua tim berisi 11 pemain untuk menyepak si kulit bundar dinamai football. Namun, jika Anda menginjakkan kaki di Amerika Serikat atau Kanada, sebutan itu mendadak berubah menjadi soccer.
Perbedaan nomenklatur ini sering kali memicu perdebatan sengit di media sosial. Banyak pencinta sepak bola global menuding warga Amerika Utara "keras kepala" dan merusak istilah asli olahraga tersebut. Namun, benarkah demikian?
Berdasarkan penelusuran sejarah dan kajian literatur sepak bola yang berhasil redaksi himpun, fakta mengejutkan justru terungkap: istilah soccer sebenarnya lahir dan diciptakan oleh orang Inggris sendiri, bukan orang Amerika.
Akar Sejarah dari Universitas Oxford
Untuk memahami asal-usul kata ini, kita harus mundur ke abad ke-19 di Inggris. Sebelum aturan sepak bola dimatangkan seperti sekarang, olahraga ini dimainkan dengan aturan yang berbeda-beda di setiap sekolah dan universitas.
Baca Juga: Kanada Buru Kemenangan di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Bosnia Datang Siap Rusak Pesta Tuan Rumah
Titik balik standarisasi terjadi pada tahun 1863 ketika The Football Association (FA) didirikan di Inggris untuk merumuskan satu hukum permainan yang seragam. Langkah ini diambil agar tim dari berbagai sekolah bisa bertanding tanpa memicu baku hantam akibat perbedaan aturan.
Namun, beberapa tahun kemudian pada 1871, lahirlah organisasi tandingan bernama Rugby Football Union yang memainkan sepak bola dengan aturan yang mengizinkan pemain membawa bola menggunakan tangan. Sejak saat itu, di tanah Inggris berkembang dua jenis permainan sepak bola: Association Football (yang fokus pada tendangan kaki) dan Rugby Football (yang mengizinkan penggunaan tangan).
Di lingkungan mahasiswa Universitas Oxford, penyebutan nama yang panjang tersebut dinilai kurang praktis. Menurut catatan Oxford English Dictionary, para mahasiswa era 1880-an memiliki kebiasaan bahasa populer berupa slang, yakni memotong kata dan menambahkan akhiran "-er" di ujungnya.
Sebagai contoh, olahraga Rugby Football mereka persingkat menjadi "rugger". Mengikuti logika slang yang sama, kata Association pada Association Football dipotong dan diubah secara kreatif menjadi "socca", yang kemudian berevolusi menjadi "soccer". Istilah soccer pun resmi digunakan di Inggris sebagai bahasa sehari-hari untuk membedakannya dengan rugger.
Mengapa AS dan Kanada Mempertahankan Istilah "Soccer"?
Ketika berbagai jenis permainan sepak bola ini diekspor melintasi Samudra Atlantik menuju Amerika Utara pada akhir abad ke-19, masyarakat lokal di Amerika Serikat dan Kanada ternyata sudah memiliki dan mengembangkan olahraga orisinal mereka sendiri.
Olahraga lokal tersebut merupakan perpaduan antara aturan rugby dan association football yang kemudian menjelma menjadi permainan yang sangat populer di sana: American Football (sepak bola gaya Amerika) dan Canadian Football. Karena istilah football sudah telanjur melekat kuat pada olahraga lokal yang menggunakan pelindung badan dan benturan fisik tersebut, masyarakat Amerika Utara membutuhkan kata lain untuk merujuk pada Association Football yang murni menggunakan kaki.
Pilihan mereka akhirnya jatuh pada kata soccer—sebuah istilah ekspor resmi yang saat itu memang sedang lazim dan lumrah digunakan oleh kalangan kelas atas di Inggris.
Inggris yang Menjilat Ludah Sendiri
Satu fakta historis yang kerap luput dari perhatian publik adalah bahwa masyarakat Inggris sendiri sebenarnya sempat menggunakan kata soccer dan football secara bergantian selama puluhan tahun di abad ke-20. Kata soccer bahkan sering muncul dalam buku, laporan surat kabar, hingga siaran olahraga di Inggris tanpa ada sentimen negatif.
Namun, situasi ini berbalik drastis pada medio 1980-an. Seiring dengan kian masifnya komersialisasi olahraga di Amerika Serikat dan masuknya pengaruh budaya pop Amerika ke seluruh dunia, masyarakat Inggris mulai merasakan adanya "invasi budaya".
Sebagai bentuk reaksi perlawanan kultural dan upaya menegaskan kembali identitas asli olahraga nasional mereka, publik Inggris secara perlahan mulai membuang kata soccer dari kosakata harian mereka. Mereka berbalik arah dan menganggap kata soccer sebagai produk bahasa Amerika yang harus dihindari, padahal kata tersebut merupakan warisan slang dari nenek moyang mereka sendiri di Oxford.
Jadi, ketika warga Amerika Serikat dan Kanada menyebut olahraga ini sebagai soccer, mereka sebenarnya tidak sedang merusak bahasa, melainkan sekadar merawat dan mempertahankan istilah historis yang awalnya dipinjamkan oleh orang Inggris. (*)
Editor : Rafael B. Junior