PONTIANAK POST - Timnas Meksiko tidak ingin meremehkan Afrika Selatan saat kedua tim bertemu pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Kamis (12/6) atau Jumat dini hari (13/6) WIB, meski berstatus tuan rumah dan difavoritkan meraih kemenangan.
Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, menegaskan timnya menghormati kekuatan Afrika Selatan yang kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 16 tahun.
"Kami sangat menghormati Afrika Selatan, saat ini tidak ada lagi lawan yang bisa dianggap kecil," kata Aguirre kepada wartawan, dikutip dari ESPN.
Menurut Aguirre, perkembangan sepak bola Afrika Selatan dalam beberapa tahun terakhir membuat Bafana Bafana layak diwaspadai.
Ia menilai keberhasilan klub-klub seperti Mamelodi Sundowns dan Orlando Pirates di kompetisi Afrika menjadi bukti meningkatnya kualitas sepak bola negara tersebut.
Aguirre Puji Perkembangan Afrika Selatan
Aguirre juga memberikan apresiasi kepada pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, yang menangani tim nasional sejak 2021.
Menurutnya, Broos berhasil membangun fondasi kuat dengan mempertahankan inti pemain yang berkembang bersama sejak usia muda.
"Saya sangat menghormati Hugo Broos. Dia memberikan struktur yang kuat bagi tim Afrika Selatan dan banyak pemainnya berkembang bersama," ujar Aguirre.
Baca Juga: Gagal ke Piala Dunia, Harry Maguire Kini Jadi Komentator
Ia secara khusus menyoroti pemain muda Relebohile Mofokeng yang dinilai memiliki masa depan cerah.
"Saya sangat menyukai Mofokeng. Saya yakin suatu saat dia akan bermain di Eropa," katanya.
Pengalaman Pahit Jadi Pengingat
Kewaspadaan Aguirre tidak lepas dari pengalaman pribadinya saat menangani Mesir pada Piala Afrika 2019.
Ketika itu, Mesir yang diperkuat Mohamed Salah secara mengejutkan tersingkir di babak 16 besar setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan melalui gol tunggal Thembinkosi Lorch.
Baca Juga: Bukayo Saka Dipersiapkan Tuchel untuk Laga Perdana Inggris di Piala Dunia 2026
Aguirre bahkan sempat berseloroh mengenai kekalahan tersebut saat konferensi pers.
"Kalian mengalahkan kami di Piala Afrika dan saya masih kesal karena itu," ujarnya sambil bercanda.
Pengalaman tersebut membuat pelatih berusia 67 tahun itu memahami bahwa kejutan bisa terjadi kapan saja di sepak bola.
"Sebelas lawan sebelas dan ada banyak hal yang tidak bisa dikendalikan di lapangan. Karena itu kami harus siap menghadapi mereka," katanya.
Afrika Selatan Bawa Misi Besar
Bagi Afrika Selatan, pertandingan melawan Meksiko menjadi momentum penting untuk menandai kembalinya mereka ke panggung terbesar sepak bola dunia.
Setelah menghadapi Meksiko, Afrika Selatan akan melanjutkan perjuangan di Grup A dengan menghadapi Ceko pada 18 Juni di Atlanta dan Korea Selatan pada 24 Juni di Monterrey.
Pertemuan Meksiko dan Afrika Selatan juga menjadi ulangan laga pembuka Piala Dunia 2010 ketika kedua tim bermain imbang 1-1 di Soccer City, Johannesburg.
Laga di Stadion Azteca kali ini diperkirakan berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama mengincar poin penting untuk membuka peluang lolos ke babak berikutnya. (*)
Editor : Efprizan