PONTIANAK POST - Korea Selatan memulai Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko di Stadion Guadalajara Meksiko, Jumat (12/6) WIB, setelah bangkit dari ketertinggalan dan menunjukkan dominasi permainan sepanjang pertandingan Grup A.
Republik Ceko sempat unggul lebih dulu melalui sundulan Ladislav Krejci pada babak kedua, tetapi Korea Selatan membalas lewat gol In-Beom Hwang dan Hyeon-Gyu Oh untuk mengamankan tiga poin penting.
Hasil tersebut membuat Korea Selatan menyamai perolehan poin Meksiko yang sebelumnya mengalahkan Afrika Selatan 2-0 pada laga pembuka Grup A.
Bangkit Setelah Tertinggal
Tim asuhan Hong Myung-bo tampil lebih dominan sejak awal pertandingan dengan penguasaan bola dan jumlah peluang yang lebih banyak dibanding lawannya.
Baca Juga: Laga Pembuka Piala Dunia Diwarnai Tiga Kartu Merah, Meksiko Menang 2-0 atas Afrika Selatan
Namun sejumlah peluang yang diperoleh kapten Son Heung-min gagal dikonversi menjadi gol.
Justru Republik Ceko yang membuka keunggulan melalui sundulan Krejci memanfaatkan lemparan jauh Vladimir Coufal.
Keunggulan itu hanya bertahan delapan menit.
In-Beom Hwang menyamakan kedudukan setelah menerima umpan Kang-In Lee sebelum melepaskan tembakan terukur yang gagal dijangkau kiper lawan.
Baca Juga: Kanada vs Bosnia: Tuan Rumah Andalkan Generasi Emas, Edin Džeko Datang dengan Modal Kejutan
Republik Ceko sempat kembali mencetak gol melalui Tomas Soucek, tetapi wasit menganulir gol tersebut karena offside.
Momentum kemudian berbalik ke pihak Korea Selatan.
Pemain pengganti Hyeon-Gyu Oh mencetak gol kemenangan setelah menyelesaikan umpan silang rendah dari In-Beom Hwang.
Hwang dan Kang-In Lee Jadi Pembeda
Menurut laporan Sky Sports, Korea Selatan menguasai 62 persen penguasaan bola dan mencatat 464 operan sukses, hampir dua kali lipat dibanding Republik Ceko yang hanya membukukan 242 operan.
Perbedaan gaya bermain terlihat jelas sepanjang laga.
Baca Juga: Amerika Serikat vs Paraguay: Pochettino Tak Lagi Andalkan Pidato Motivasi
Republik Ceko lebih banyak mengandalkan bola-bola langsung dan situasi bola mati.
Sebaliknya, Korea Selatan mengandalkan kombinasi umpan pendek, mobilitas tinggi, dan kreativitas lini tengah.
In-Beom Hwang dan Kang-In Lee menjadi motor permainan yang paling menonjol dalam kemenangan tersebut.
Keduanya berperan langsung dalam terciptanya dua gol Korea Selatan.
Meski Son Heung-min belum menunjukkan ketajaman terbaiknya, kedalaman skuad Korea Selatan mampu menutupi kekurangan itu.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Tak Mau Cuma Jadi Tuan Rumah, Pochettino Punya Misi Berat
Gol Kemenangan di Tengah Kondisi Tidak Fit
Kisah paling menyentuh dalam pertandingan datang dari pencetak gol kemenangan, Hyeon-Gyu Oh.
Penyerang tersebut mengungkapkan dirinya hampir absen karena mengalami demam menjelang pertandingan.
"Saya tidak bisa menjelaskan perasaan ini dengan kata-kata. Suhu tubuh saya mencapai 38 derajat karena sedang tidak enak badan," kata Oh kepada Sky Sports.
"Saya sempat bertanya-tanya apakah bisa bermain. Berkat bantuan staf dan tim medis, saya akhirnya bisa tampil. Bermain di Piala Dunia saja sudah menjadi sesuatu yang saya syukuri," lanjutnya.
Gol yang dicetak Oh menjadi hadiah bagi perjuangannya untuk tetap tampil meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Gagal ke Piala Dunia, Harry Maguire Kini Jadi Komentator
Hong Myung-bo Puji Mental Pemain
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo memuji mentalitas para pemain yang tidak menyerah setelah tertinggal lebih dulu.
"Ini pertandingan pertama yang sangat sulit. Saya senang dengan kemenangan ini, tetapi yang lebih positif adalah para pemain mampu menang tanpa menyerah," kata Hong.
Menurut Hong, dirinya tetap yakin timnya mampu membalikkan keadaan saat skor masih imbang 1-1.
"Saya mengatakan kepada para pemain untuk terus bermain seperti biasanya karena saya tahu kami mampu memenangkan pertandingan ini," ujarnya.
Dengan kemenangan tersebut, Korea Selatan mengirim pesan kuat kepada para pesaing di Grup A dan mulai disebut sebagai salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan pada Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Efprizan