Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Australia vs Turki: Tony Popovic Bidik Awal Manis di Piala Dunia

Efprizan • Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:31 WIB
Selebrasi pemain Timnas Australia usai memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. (Instagram @socceroos)
Selebrasi pemain Timnas Australia usai memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. (Instagram @socceroos)

PONTIANAK POST - Australia memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Turki pada laga pertama Grup D di BC Place, Vancouver, Kanada, Minggu (14/6) pukul 11.00 WIB, dalam pertandingan yang menjadi momen bersejarah bagi Tony Popovic sebagai pelatih dan mantan pemain Socceroos di ajang Piala Dunia.

Popovic menjadi pelatih Australia pertama yang merasakan Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih setelah sukses membawa Socceroos lolos otomatis ke putaran final.

Keberhasilan itu memberinya waktu satu tahun penuh untuk membangun fondasi tim dan mempersiapkan generasi baru pemain menuju turnamen terbesar sepak bola dunia.

Generasi Baru Jadi Harapan Socceroos

Australia datang ke Piala Dunia dengan wajah yang lebih segar setelah memberi ruang kepada sejumlah pemain muda sepanjang setahun terakhir.

Baca Juga: Prediksi Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026: Carlo Ancelotti Jalani Ujian Perdana, Selecao Diunggulkan Tekuk Atlas Lions!

Nama-nama seperti Mohamed Toure, Nestory Irankunda, Lucas Herrington, Jacob Italiano, dan Paul Okon Jr kini menjadi bagian penting dalam skuad Socceroos.

Mereka mendapat dukungan dari para pemain senior seperti Mathew Ryan, Mathew Leckie, Jackson Irvine, dan Aziz Behich yang diharapkan menjaga keseimbangan tim di dalam maupun luar lapangan.

Perpaduan pemain muda dan berpengalaman menjadi salah satu proyek besar Popovic untuk membangun masa depan sepak bola Australia.

Meski belum sepenuhnya menghasilkan chemistry ideal, proses regenerasi tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Brasil VS Maroko: Vinicius Junior dan Hakimi Adu Gengsi

Ketajaman Lini Depan Jadi Kunci

Australia membawa modal cukup baik setelah melakoni laga pemanasan melawan Meksiko dan Swiss dalam dua pekan terakhir.

Menurut analisis ESPN, Socceroos diperkirakan tetap mengandalkan permainan disiplin dengan kombinasi pressing tinggi dan organisasi pertahanan yang kuat.

Namun keberhasilan strategi itu sangat bergantung pada efektivitas penyelesaian akhir yang sempat menjadi kekuatan utama Australia pada awal era kepelatihan Popovic.

Kondisi kebugaran Mohamed Toure menjadi perhatian karena penyerang muda tersebut berkembang menjadi salah satu sumber ancaman utama di lini depan.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Larin Hanya Butuh 121 Detik untuk Selamatkan Kanada dari Bosnia

Sebaliknya, Jordan Bos disebut berada dalam kondisi yang lebih baik dan berpotensi menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian sepanjang turnamen.

Kemampuan Bos dalam membantu serangan dari sisi kiri membuatnya menjadi senjata penting bagi Australia.

Di sektor pertahanan, duet Harry Souttar dan Alessandro Circati kembali menjadi andalan untuk meredam tekanan lawan.

Turki Datang Sebagai Unggulan Grup

Di atas kertas, Australia menghadapi lawan yang lebih diunggulkan pada laga pembuka.

Baca Juga: Hyeon-Gyu Oh Cetak Gol Saat Demam, Korea Selatan Bangkit Kalahkan Ceko

Turki kembali tampil di Piala Dunia setelah penantian selama 24 tahun dan datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencapai perempat final Euro edisi terakhir.

Tim asuhan Vincenzo Montella hanya menelan satu kekalahan sepanjang fase kualifikasi menuju Piala Dunia 2026.

Turki juga dianggap sebagai tim terkuat di Grup D meski peringkat FIFA mereka masih berada di bawah Amerika Serikat.

Kekuatan utama Ay-Yildizlilar terletak pada dua talenta muda yang tengah bersinar di Eropa, yakni Arda Guler dari Real Madrid dan Kenan Yildiz dari Juventus.

Baca Juga: Laga Pembuka Piala Dunia Diwarnai Tiga Kartu Merah, Meksiko Menang 2-0 atas Afrika Selatan

Keduanya masih berusia 21 tahun dan diproyeksikan menjadi tulang punggung sepak bola Turki dalam beberapa tahun mendatang.

Meski demikian, kondisi Kenan Yildiz masih dipantau karena belum mengikuti latihan secara penuh menjelang pertandingan.

Australia Andalkan Semangat Kolektif

Australia menyadari status mereka sebagai underdog dalam laga ini.

Namun posisi tersebut justru dianggap menguntungkan karena tekanan lebih banyak berada di kubu Turki.

Baca Juga: Gagal ke Piala Dunia, Harry Maguire Kini Jadi Komentator

Asisten pelatih Australia Hayden Foxe mengatakan kekuatan utama Socceroos terletak pada kerja sama tim dibandingkan kualitas individu.

"Tim juara selalu bisa mengalahkan kumpulan individu hebat, tetapi kami harus tampil maksimal selama 90 menit," kata Foxe kepada ESPN.

Format baru Piala Dunia yang meloloskan delapan tim peringkat ketiga terbaik juga membuat peluang Australia tetap terbuka meski gagal meraih kemenangan pada laga pertama.

Meski demikian, hasil positif atas Turki akan menjadi modal besar untuk meningkatkan peluang lolos ke babak gugur.

Dengan kombinasi pemain muda, pengalaman para senior, dan pendekatan taktik Tony Popovic, Australia bertekad memberi kejutan saat menghadapi salah satu unggulan Grup D tersebut. (*)

Editor : Efprizan
#Australia vs Turki #Grup D Piala Dunia 2026 #Tony Popovic #Socceroos #piala dunia 2026