Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Nova Arianto Soroti Fisik Pemain Usai Timnas U-19 Raih Peringkat Ketiga AFF 2026

Efprizan • Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:24 WIB
Amar Rayhan Brkic berusaha melewati pemain Kamboja U-19. Timnas Indonesia U-19 meraih peringkat ketiga ASEAN U-19 Championship 2026 usai mengalahkan Kamboja 1-0. (Antara/Yudi Manar)
Amar Rayhan Brkic berusaha melewati pemain Kamboja U-19. Timnas Indonesia U-19 meraih peringkat ketiga ASEAN U-19 Championship 2026 usai mengalahkan Kamboja 1-0. (Antara/Yudi Manar)

PONTIANAK POST - Timnas Indonesia U-19 menutup kiprahnya di ASEAN U-19 Championship 2026 dengan meraih peringkat ketiga, namun pelatih Nova Arianto menegaskan masih banyak aspek yang harus dibenahi sebelum menghadapi babak kualifikasi Piala Asia U-20 2027 yang akan datang di Laos.

Dalam konferensi pers usai laga perebutan tempat ketiga, Nova Arianto mengaku bersyukur atas pencapaian Garuda Muda sepanjang turnamen, sekaligus menilai ajang tersebut menjadi sarana penting untuk mengukur kualitas pemain sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi yang lebih besar.

"Pertama-tama saya bersyukur dengan hasil yang kami dapatkan. Secara keseluruhan dari pertandingan pertama sampai semifinal saya melihat performa pemain cukup baik. Memang di pertandingan perebutan peringkat ketiga ada sedikit penurunan, tetapi secara umum saya cukup puas dengan apa yang ditunjukkan para pemain," ujar Nova Arianto, dilansir dari Sumut Pos (jaringan Pontianak Post).

Fisik Pemain Jadi Evaluasi Utama

Menurut Nova, catatan terbesar tim selama turnamen terletak pada kondisi fisik pemain yang dinilai belum stabil dan belum mampu menjaga konsistensi performa sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 Usai Kalahkan Kamboja

"Catatan terbesar kami adalah kondisi fisik pemain. Fisik dasar mereka masih belum konsisten dan itu menjadi perhatian serius karena kami harus mempersiapkan tim untuk kualifikasi nanti," katanya.

Selain faktor fisik, Nova juga menyoroti kemampuan pengambilan keputusan pemain saat berada di bawah tekanan pertandingan. Ia menilai para pemain masih membutuhkan waktu lebih cepat dalam membaca situasi dan menentukan pilihan di lapangan.

"Selain fisik, pengambilan keputusan pemain juga masih harus diperbaiki. Mereka masih membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mengambil keputusan di lapangan. Ini menjadi bagian penting yang harus kami benahi," ungkapnya.

Mental Bertanding Dapat Apresiasi

Di tengah sejumlah kekurangan yang ditemukan selama turnamen, Nova memberikan apresiasi terhadap mental bertanding para pemain muda Indonesia yang dinilainya menunjukkan perkembangan positif.

Baca Juga: Emil Audero Unggul Saves, Maarten Paes Jago Distribusi: Herdman Punya Kemewahan yang Tak Dimiliki Pelatih Sebelumnya

Pelatih berusia 46 tahun itu secara khusus menyoroti sikap dan karakter pemain saat menghadapi Australia pada babak semifinal, yang menurutnya menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan di level yang lebih tinggi.

"Yang paling saya senang adalah mental pemain. Saya melihat mental mereka sangat luar biasa. Saat melawan Australia, mereka menunjukkan karakter yang kuat dan saya berharap mental seperti ini bisa terus berkembang," ujar Nova.

Mentalitas yang ditunjukkan para pemain menjadi salah satu sisi kemanusiaan yang paling menonjol dalam perjalanan Garuda Muda, karena mereka tetap mampu bangkit dan mengakhiri turnamen di posisi ketiga setelah gagal melangkah ke final.

Fokus Persiapan Menuju Kualifikasi

Nova memastikan tim pelatih bersama PSSI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil turnamen, termasuk menyusun program pemusatan latihan dan agenda uji coba internasional.

Baca Juga: Emil Audero atau Maarten Paes? Dilema John Herdman di Bawah Mistar Gawang Timnas Indonesia

Menurutnya, pengalaman menghadapi lawan berkualitas dari luar negeri sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan individu maupun kolektif para pemain muda Indonesia.

"Kami akan melakukan evaluasi bersama PSSI dan seluruh jajaran tim. Pemain-pemain ini sangat membutuhkan jam terbang internasional karena level pertandingan di luar tentu berbeda dengan yang mereka hadapi di Indonesia," katanya.

Ia berharap Timnas Indonesia U-19 dapat memperoleh beberapa pertandingan uji coba internasional sebelum babak kualifikasi berlangsung.

"Kami berharap bisa mendapatkan beberapa uji coba internasional melawan tim-tim yang berkualitas sebelum kualifikasi berlangsung. Itu sangat penting untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kemampuan mereka," tambah Nova.

Baca Juga: Pelatih Mozambik Yakin Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030

Fokus lain yang akan diperkuat adalah peningkatan kondisi fisik melalui program latihan yang lebih intensif dan training camp yang terencana.

"Kondisi fisik menjadi catatan besar bagi kami. Karena itu, kami akan fokus menutup kekurangan tersebut melalui program latihan dan training camp yang lebih maksimal," tegasnya.

Fokus ke Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia U-20 langsung mengalihkan fokus ke ajang Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 usai menyelesaikan kompetisi Piala AFF U-19.
 
Skuad asuhan Nova Arianto dijadwalkan bertanding intensif di Laos pada 31 Agustus hingga 6 September 2026.
 
Tergabung di Grup H, Garuda Muda harus bersaing sengit dengan tim kuat Australia, Malaysia, dan tuan rumah Laos untuk memperebutkan tiket ke putaran final di China.
 
Berikut rincian jadwal tanding Timnas U-20 di kualifikasi mendatang:
Editor : Efprizan
#Timnas Indonesia U-19 #AFF U-19 2026 #ASEAN U-19 Championship #Kualifikasi Timnas U-19 #nova arianto