Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Qatar 1-1 Swiss: Xhaka Akui Timnya Kehilangan Ritme

Efprizan • Minggu, 14 Juni 2026 | 07:33 WIB
Pemain Qatar berselebrasi usai Boualem Khoukhi mencetak gol penyama kedudukan menjadi menjadi 1-1. (Dok.FIFA)
Pemain Qatar berselebrasi usai Boualem Khoukhi mencetak gol penyama kedudukan menjadi menjadi 1-1. (Dok.FIFA)

PONTIANAK POST - Granit Xhaka menilai hasil imbang 1-1 melawan Qatar di laga Grup B Piala Dunia 2026 menjadi peringatan keras bagi Swiss setelah gagal mempertahankan keunggulan hingga menit akhir pertandingan, Minggu (14/6) dini hari WIB.

Kapten Swiss itu menyoroti kegagalan timnya memanfaatkan banyak peluang meski mendominasi jalannya laga dan melepaskan 26 tembakan sepanjang pertandingan.

"Kami harus cukup cerdas dan berpengalaman untuk mengakhiri pertandingan saat unggul 1-0. Kami tahu mereka menunggu momen mereka dan mereka mendapatkannya pada menit ke-94," kata Xhaka kepada FIFA, dilansir dari SkySports.

Swiss sebenarnya berada di atas angin setelah Breel Embolo mencetak gol melalui titik penalti pada babak pertama.

Baca Juga: Amerika Serikat Hancurkan Paraguay 4-1, Pochettino Bangga dengan Awal Piala Dunia 2026

Namun, keunggulan tersebut sirna pada masa injury time ketika Boualem Khoukhi menyundul bola kiriman Homam Ahmed untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Xhaka Minta Swiss Kembali ke Realitas

Xhaka mengakui timnya kehilangan ritme permainan pada akhir babak kedua sehingga membuka peluang bagi Qatar untuk mencuri gol penyama.

"Jika Anda tidak memanfaatkan peluang, itu akan menghukum Anda. Kami juga kehilangan kesabaran dan merasa harus mencetak gol kedua," ujar gelandang Swiss tersebut.

Menurut Xhaka, Swiss harus segera melakukan evaluasi karena kesalahan serupa tidak boleh terulang pada level kompetisi tertinggi.

Baca Juga: Australia vs Turki: Tony Popovic Bidik Awal Manis di Piala Dunia

"Pada akhir babak kedua kami kehilangan ritme dan itu tidak boleh terjadi di level ini. Sekarang kami harus kembali membumi dan memahami realitas," tegasnya.

Qatar Raih Poin Bersejarah

Hasil imbang ini menjadi catatan penting bagi Qatar karena menghadirkan poin pertama mereka sepanjang sejarah penampilan di putaran final Piala Dunia.

Tim asuhan Qatar tampil disiplin dan terus menekan hingga detik-detik terakhir pertandingan sebelum akhirnya mendapatkan gol yang mereka cari.

Meski hanya mencatat sedikit peluang dibanding Swiss, efektivitas Qatar pada momen krusial membuat mereka berhasil membawa pulang satu poin berharga.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 Usai Kalahkan Kamboja

Di sisi lain, Swiss yang sebelumnya dijagokan sebagai salah satu kuda hitam turnamen justru gagal memanfaatkan dominasi permainan mereka.

Kontroversi Penalti Swiss

Pertandingan juga diwarnai perdebatan terkait penalti yang menghasilkan gol Swiss pada menit ke-14.

Penalti diberikan setelah kiper Qatar melanggar Michel Aebischer di area terlarang.

Sejumlah pengamat menilai Aebischer tampak berada dalam posisi offside pada proses serangan tersebut, tetapi teknologi offside semiotomatis FIFA menyatakan pemain Swiss itu berada dalam posisi sah.

Baca Juga: Nova Arianto Soroti Fisik Pemain Usai Timnas U-19 Raih Peringkat Ketiga AFF 2026

Keputusan FIFA yang tidak menampilkan grafik visual offside kepada penonton memicu kritik dari sejumlah pundit televisi Inggris.

Pundit Skysports Ian Wright menyebut kurangnya transparansi tersebut sebagai hal yang tidak dapat diterima, sementara Gary Neville mempertanyakan mengapa bukti visual tidak diperlihatkan kepada publik.

Hasil ini membuat persaingan Grup B semakin terbuka setelah seluruh tim mengoleksi satu poin pada laga perdana, termasuk Kanada dan Bosnia-Herzegovina yang sebelumnya bermain imbang. (*)

Editor : Efprizan
#Granit Xhaka #Grup B Piala Dunia #Qatar vs Swiss #Boualem Khoukhi #piala dunia 2026