PONTIANAK POST - Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengkritik penerapan regulasi water break di Piala Dunia 2026 karena menilai aturan tersebut lebih menguntungkan sponsor dibanding pemain yang bertanding di lapangan.
Klopp menilai alasan FIFA menerapkan jeda minum untuk melindungi pemain dari suhu panas di Amerika Utara sudah tidak relevan dan tidak memberikan dampak positif bagi kualitas permainan sepak bola.
"Sepak bola sedang disandera oleh para eksekutif yang berdiam di kantor ber-AC," kata Klopp dalam wawancara yang dikutip L’Equipe.
Klopp Nilai Alur Pertandingan Terganggu
Menurut Klopp, water break justru merusak ritme pertandingan yang seharusnya berlangsung mengalir tanpa gangguan.
Baca Juga: Preview Piala Dunia 2026 Spanyol VS Tanjung Verde: La Roja Punya Opsi Menghemat Amunisi
Ia mengibaratkan pertandingan sepak bola sebagai aliran sungai yang terhambat oleh kepentingan komersial.
"Pertandingan Piala Dunia seharusnya mengalir seperti sungai. Sebaliknya, kita membangun bendungan tepat di tengahnya sehingga iklan dapat melewatinya," ujarnya.
Pelatih berusia 58 tahun itu mengaku tidak nyaman melihat momentum pertandingan terhenti hanya untuk memberikan kesempatan jeda minum di tengah laga.
Baginya, penghentian permainan tersebut berpotensi menghilangkan dinamika dan intensitas yang telah dibangun para pemain di lapangan.
Baca Juga: Real Madrid Rekrut Marc Cucurella dari Chelsea Rp1,23 Triliun
Soroti Kepentingan Komersial
Klopp secara terbuka mempertanyakan pihak yang sebenarnya memperoleh manfaat dari penyelenggaraan Piala Dunia modern.
Ia menilai kepentingan komersial semakin dominan dibanding kepentingan pemain maupun penonton.
"Saya tidak bisa tidak bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang diuntungkan oleh Piala Dunia? Para penggemar? Para pemain? Atau para pengiklan?" katanya.
Khawatir Mengubah Esensi Sepak Bola
Klopp menegaskan bahwa water break dapat menjadi preseden yang berbahaya jika terus dipertahankan dalam kompetisi besar.
Menurutnya, sepak bola berisiko kehilangan identitas sebagai tontonan utama apabila terlalu banyak ruang diberikan kepada kepentingan iklan.
"Sepak bola dulunya adalah acara utama, tetapi sekarang berisiko menjadi musik latar untuk tontonan iklan," tegasnya.
Regulasi water break mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari upaya mengantisipasi cuaca panas ekstrem yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik pemain selama pertandingan berlangsung.
Meski demikian, kritik dari Klopp menambah perdebatan mengenai keseimbangan antara perlindungan pemain dan kepentingan komersial dalam sepak bola modern. (*)
Editor : Efprizan