PONTIANAK POST - Ayyoub Bouaddi menjadi salah satu nama yang paling menyita perhatian pada Piala Dunia 2026 setelah gelandang berusia 17 tahun itu tampil matang saat membawa Maroko bersaing dengan Brasil dalam laga pembuka turnamen.
Di usia yang bahkan belum menginjak 18 tahun hingga Oktober mendatang, Bouaddi menunjukkan kualitas yang membuatnya disebut sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di sepak bola dunia.
Penampilan impresifnya semakin istimewa karena baru menjadi pertandingan ketiganya bersama tim nasional senior Maroko.
Mahasiswa Fisika yang Bersinar di Lapangan
Bouaddi bukan hanya menonjol di dunia sepak bola. Pemain Lille tersebut saat ini juga menjalani pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan fisika dan matematika di universitas.
Baca Juga: AC Milan Dekati Amorim, Manchester United Berpeluang Hemat Kompensasi
Di tengah era pesepak bola muda yang identik dengan media sosial dan gaya hidup glamor, Bouaddi justru dikenal sebagai sosok yang fokus pada pendidikan dan pengembangan diri.
Menurut laporan media Italia Gazzetta dello Sport, Bouaddi memiliki catatan akademik cemerlang sejak sekolah dan beberapa kali memperoleh penghargaan prestasi pendidikan.
Kemampuan komunikasinya juga mendapat pengakuan luas. Pada 2023, ia memenangkan kompetisi eloquence atau seni berbicara tingkat akademi sepak bola di Prancis dan menerima penghargaan langsung dari Ibu Negara Prancis saat itu, Brigitte Macron.
Maroko Menangi Perebutan Talenta
Karier internasional Bouaddi sempat menjadi perhatian karena terjadi persaingan antara Federasi Sepak Bola Prancis dan Maroko.
Baca Juga: Arsenal dan Manchester United Berebut Gibbs-White, Forest Pasang Harga Tinggi
Bouaddi pernah memperkuat seluruh kelompok usia Prancis mulai U-16 hingga U-21.
Namun pada Mei 2026, FIFA menyetujui perpindahan federasinya sehingga ia resmi membela Maroko, negara asal kedua orang tuanya.
Keputusan tersebut menjadi kemenangan besar bagi Federasi Sepak Bola Maroko yang sebelumnya gagal mempertahankan Lamine Yamal dari pendekatan Spanyol.
Hanya enam hari setelah mendapat persetujuan FIFA, Bouaddi langsung masuk skuad Maroko untuk Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Preview Piala Dunia 2026, Belgia VS Mesir: Ajang Rivalitas Sisa Generasi Emas
Pemecah Rekor di Eropa
Bakat Bouaddi sudah terlihat sejak usia sangat muda. Saat berusia 16 tahun dan tiga hari, ia mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang tampil di kompetisi UEFA ketika melakoni debut bersama Lille di UEFA Conference League.
Musim lalu, ia menjadi bagian penting Lille yang finis di posisi ketiga Ligue 1 dan memastikan tiket ke Liga Champions musim depan.
Kepercayaan yang diberikan klub terbukti tidak salah setelah Bouaddi berkembang menjadi salah satu gelandang muda paling komplet di Eropa.
Ingin Bawa Maroko Lebih Jauh
Usai tampil impresif menghadapi Brasil, Bouaddi mengaku bangga bisa menjalani debut di panggung terbesar sepak bola dunia.
Baca Juga: Brasil 1-1 Maroko: Vinicius Jr Selamatkan Selecao dari Kekalahan
"Itu awal yang sangat baik bagi kami. Kami seharusnya bisa menang, tetapi hasil ini tetap positif. Saya sangat bahagia, terhormat, dan bangga dengan malam ini," ujarnya kepada media setelah pertandingan.
Menurut Bouaddi, atmosfer Piala Dunia merupakan pengalaman yang selama ini hanya bisa diimpikan setiap pesepak bola.
Ia juga menegaskan Maroko datang ke turnamen bukan sekadar sebagai peserta.
"Brasil adalah tim yang sangat bagus, tetapi kami menunjukkan bahwa kami juga mampu melakukan hal-hal besar. Kami berada di sini untuk itu," katanya.
Dengan kombinasi kecerdasan akademik, kedewasaan berpikir, dan kualitas teknis di lapangan, Bouaddi kini menjadi simbol generasi baru Maroko yang berambisi melanjutkan kesuksesan Atlas Lions setelah menembus semifinal Piala Dunia 2022. (*)
Editor : Efprizan