Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hasil Piala Dunia 2026 Spanyol 0-0 Tanjung Verde: Kiper Berusia 40 Tahun Jadi Pahlawan, Vozinha Menangis

Efprizan • Selasa, 16 Juni 2026 | 08:23 WIB
Vozinha menangis usai membawa Cape Verde menahan imbang Spanyol pada debut bersejarah negaranya di Piala Dunia. (IG. vozinha1)
Vozinha menangis usai membawa Cape Verde menahan imbang Spanyol pada debut bersejarah negaranya di Piala Dunia. (IG. vozinha1)

PONTIANAK POST - Kiper berusia 40 tahun, Vozinha, menjadi pahlawan Cape Verde saat menahan imbang favorit juara Spanyol 0-0 pada debut bersejarah negaranya di Piala Dunia di Atlanta, sekaligus menghadirkan salah satu hasil terbesar dalam sejarah sepak bola negara kepulauan Afrika tersebut.

Hasil itu menjadi tonggak penting bagi Cape Verde yang untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia dan langsung mampu meredam serangan juara Eropa berkat penampilan gemilang sang penjaga gawang.

Vozinha, yang terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan, tak kuasa menahan air mata setelah peluit panjang berbunyi.

"Saya menangis karena dibesarkan oleh kakek dan nenek saya, tetapi mereka sudah meninggal beberapa tahun lalu," kata Vozinha seusai pertandingan seperti dikutip dari BBC Sport.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026, Saudi Arabia 1-1 Uruguay: Kejutan Besar Saat Kalahkan Argentina Tak Tercapai

Ia juga mengungkapkan kesedihannya karena sang ibu tidak dapat hadir langsung di stadion akibat kendala visa dan biaya perjalanan.

Perjalanan Panjang Menuju Panggung Dunia

Lahir dengan nama Josimar Dias, Vozinha menunggu puluhan tahun untuk mewujudkan impiannya tampil di Piala Dunia.

Pada usia 40 tahun 12 hari, ia tercatat sebagai pemain tertua yang tampil dalam laga debut Piala Dunia sebuah negara, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Eloy Room dari Curacao.

Karier profesionalnya juga tidak dimulai sejak muda karena baru bermain secara profesional pada usia 25 tahun.

Baca Juga: Dibantai Swedia 1-5 di Piala Dunia, Sabri Lamouchi Terancam Dipecat Tunisia

"Saya sempat berpikir meninggalkan tim nasional, tetapi saya bertahan karena mimpi ini," ujarnya.

Berasal dari Mindelo di Cape Verde, Vozinha pernah mengalami kesulitan mendapat kesempatan karena dianggap memiliki postur yang kurang ideal untuk seorang penjaga gawang.

Demi mengejar karier sepak bola, ia kemudian merantau ke Portugal sebelum bermain di sejumlah negara seperti Slovakia, Angola, Moldova, dan Siprus.

Kini, ia memperkuat klub divisi kedua Portugal, Chaves.

Baca Juga: Ayyoub Bouaddi Curi Perhatian di Piala Dunia, Mahasiswa Fisika yang Jadi Harapan Maroko: Ini Profil Lengkapnya

Tembok Kokoh di Hadapan Spanyol

Menghadapi tekanan tanpa henti dari Spanyol, Vozinha tampil luar biasa dengan mencatat tujuh penyelamatan penting dan menjaga gawangnya tetap steril sepanjang pertandingan.

Setiap penyelamatan disambut sorak-sorai ribuan pendukung Cape Verde yang memenuhi stadion di Atlanta.

Penampilan impresif itu juga membuat namanya viral di media sosial.

Jumlah pengikut Instagram Vozinha melonjak dari sekitar 50 ribu menjadi lebih dari 1,5 juta setelah kanal YouTube pemegang hak siar Piala Dunia di Brasil, CazeTV, mengajak penonton untuk mengikuti akunnya.

Baca Juga: Klopp Kritik Water Break Piala Dunia 2026, Sebut Untungkan Sponsor

"Sungguh gila," kata Vozinha saat mengetahui lonjakan popularitas tersebut.

Kemenangan Moral Negara Kecil

Cape Verde yang berpenduduk sedikit di atas 500 ribu jiwa merupakan salah satu negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia.

Meski berstatus debutan, tim tersebut menunjukkan disiplin, solidaritas, dan semangat juang tinggi sepanjang pertandingan.

"Senjata terbaik kami adalah persatuan," tegas Vozinha.

Baca Juga: Sepatu Bola Pink Kuasai Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Menurutnya, banyak pihak menganggap Cape Verde hanya datang untuk menikmati atmosfer Piala Dunia.

"Namun kami datang untuk bersaing dan berjuang demi negara kami," ujarnya.

Hasil imbang melawan Spanyol bukan sekadar tambahan satu poin, tetapi juga simbol keberhasilan sebuah negara kecil yang berhasil menarik perhatian dunia sepak bola melalui kerja keras, kekompakan, dan keyakinan untuk bersaing di panggung terbesar dunia. (*)

Editor : Efprizan
#Hasil Piala Dunia 2026 #vozinha #Spanyol 0-0 Tanjung Verde #kiper 40 tahun #piala dunia 2026