Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Baru Satu Laga Piala Dunia, Tunisia Depak Lamouchi dan Bidik Herve Renard

Efprizan • Selasa, 16 Juni 2026 | 13:08 WIB
Herve Renard dilaporkan menjadi kandidat kuat pelatih baru Tunisia setelah Sabri Lamouchi dipecat usai kekalahan telak dari Swedia. (IG. herve.renard.hr)
Herve Renard dilaporkan menjadi kandidat kuat pelatih baru Tunisia setelah Sabri Lamouchi dipecat usai kekalahan telak dari Swedia. (IG. herve.renard.hr)

PONTIANAK POST - Tunisia dilaporkan bergerak cepat setelah dihancurkan Swedia 1-5 pada laga pembuka Piala Dunia FIFA dengan memecat pelatih Sabri Lamouchi dan menyiapkan Herve Renard sebagai penggantinya.

Kekalahan telak tersebut menjadi salah satu hasil terburuk Tunisia di turnamen dan membuat federasi sepak bola negara itu mengambil langkah drastis hanya beberapa bulan setelah menunjuk Lamouchi.

Menurut laporan beIN Sports, Renard menjadi kandidat terkuat untuk mengambil alih kursi pelatih Tunisia meski hingga kini Federasi Sepak Bola Tunisia belum memberikan pengumuman resmi.

Lamouchi Hanya Bertahan Singkat

Federasi Sepak Bola Tunisia sebelumnya sempat mengunggah pernyataan di media sosial yang mengonfirmasi pemecatan Lamouchi sebelum unggahan tersebut kemudian dihapus.

Baca Juga: Elijah Just Cetak Rekor di Piala Dunia Bersama Selandia Baru, Celtic dan Rangers Mengintai

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa federasi telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kerja sama dengan Lamouchi.

Federasi juga sempat mengumumkan rencana menunjuk Mondher Kebaier sebagai pelatih sementara untuk melanjutkan perjalanan tim nasional.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan Tunisia kini lebih condong menunjuk Renard sebagai pelatih baru.

Lamouchi baru ditunjuk sebagai pelatih Tunisia pada Januari lalu setelah tim tersebut tersingkir di babak 16 besar Piala Afrika.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026, Iran 2-2 Selandia Baru: All Whites Selangkah dari Sejarah dalam Laga Dramatis

Mantan pelatih Nottingham Forest dan Cardiff City itu hanya mampu mempersembahkan satu kemenangan selama menangani Tunisia.

Renard Punya Rekam Jejak Mentereng

Jika resmi ditunjuk, Renard akan membawa pengalaman panjang di level internasional.

Pelatih asal Prancis berusia 57 tahun itu dikenal luas setelah membawa Arab Saudi menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan Argentina pada Piala Dunia 2022.

Renard juga pernah menangani Maroko, Pantai Gading, Zambia, Angola, tim nasional putri Prancis, serta dua periode bersama Arab Saudi.

Ia tercatat dua kali menjuarai Piala Afrika bersama Zambia dan Pantai Gading.

Baca Juga: Dibantai Swedia 1-5 di Piala Dunia, Sabri Lamouchi Terancam Dipecat Tunisia

Selain di level tim nasional, Renard juga pernah melatih Cambridge United, Sochaux, dan Lille.

Kekalahan dari Swedia Jadi Titik Balik

Usai kekalahan telak dari Swedia, Lamouchi mengakui timnya tampil jauh di bawah harapan.

"Ini kekalahan yang sulit dan menyakitkan. Memulai kompetisi dengan kekalahan sebesar ini tentu sangat berat," kata Lamouchi.

Ia menilai Tunisia melakukan terlalu banyak kesalahan saat menghadapi lini depan Swedia yang diperkuat Viktor Gyokeres dan Alexander Isak.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026, Swedia 5-1 Tunisia: Ketika Isak dan Gyokeres Menggila

"Kami melakukan terlalu banyak kesalahan. Kami memiliki harga diri. Kami harus bereaksi dan menunjukkan wajah yang lebih baik," ujarnya.

Kekalahan tersebut membuat posisi Tunisia di Grup F berada dalam tekanan besar karena peluang lolos ke babak berikutnya menjadi semakin berat.

Jarang Terjadi di Piala Dunia

Pemecatan pelatih saat Piala Dunia tergolong peristiwa langka.

Sebelum kasus Tunisia kali ini, hanya tiga pelatih yang tercatat kehilangan pekerjaannya saat turnamen berlangsung.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia, Belgia 1-1 Mesir: Lukaku jadi Titik Balik, Gol Bunuh Diri Buyarkan Sejarah The Pharaohs

Mereka adalah Carlos Alberto Parreira dari Arab Saudi, Cha Bum-kun dari Korea Selatan, dan Henryk Kasperczak dari Tunisia yang sama-sama dipecat pada Piala Dunia 1998.

Jika proses pemecatan Lamouchi dan penunjukan Renard resmi dikonfirmasi, maka Tunisia kembali mencatatkan salah satu keputusan paling cepat dan kontroversial dalam sejarah Piala Dunia. (*)

Editor : Efprizan
#Tunisia #Sabri Lamouchi #Herve Renard #pelatih dipecat #piala dunia 2026