PONTIANAK POST - Portugal gagal memanfaatkan peluang untuk meraih kemenangan setelah ditahan Republik Demokratik Kongo 1-1 pada laga Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Texas, Amerika Serikat, Kamis (18/6) dini hari WIB, dengan Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan karena gagal memaksimalkan dua peluang emas di babak kedua.
Baru enam menit pertandingan berjalan, Portugal berhasil unggul terlebih dahulu ketika Joao Neves menyambut umpan silang matang Pedro Neto dengan sundulan yang gagal dihentikan Lionel Mpasi.
Sesaat sebelum turun minum, wakil Afrika tersebut berhasil menyamakan kedudukan. Arthur Masuaku mengirim umpan silang ke arah Wissa yang menyambutnya dengan sundulan keras untuk membobol gawang lawan.
Momen itu menjadi catatan bersejarah: gol pertama RD Kongo di Piala Dunia FIFA, yang tercipta 52 tahun setelah negara tersebut menjalani debutnya di edisi 1974.
Baca Juga: Messi Cetak Hat-trick Bersejarah di Piala Dunia, Lima Ikon Sepak Bola ini Takjub
Ronaldo Kembali Jadi Perdebatan
Dilansir dari Reuters, Ronaldo yang kini berusia 41 tahun tampil pada Piala Dunia keenamnya, menyamai rekor milik Lionel Messi, namun kontribusinya di lapangan dinilai belum mampu membawa Portugal keluar sebagai pemenang.
Penyerang veteran itu melepaskan dua peluang dari jarak dekat yang berakhir melebar dari gawang, sementara catatan statistik menunjukkan ia hanya mencatat 25 sentuhan bola, paling sedikit di antara pemain Portugal yang bermain lebih dari 45 menit.
Kegagalan memanfaatkan peluang tersebut memunculkan kembali perdebatan mengenai peran Ronaldo di tim nasional Portugal, apakah masih layak menjadi starter atau lebih efektif dimainkan dari bangku cadangan.
Martinez Tetap Membela Kaptennya
Pelatih Portugal Roberto Martinez menolak mengkritik performa Ronaldo dan menilai timnya belum mampu memberikan suplai bola yang cukup kepada sang penyerang.
Baca Juga: Sepatu Bola Pink Kuasai Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
“Kami harus memanfaatkan seluruh pemain di lapangan. Penyerang utama membutuhkan bola di area kotak enam yard dan kami harus mampu mengalirkannya ke sana,” kata Martinez dalam konferensi pers yang dikutip Reuters.
Martinez juga menegaskan tidak pernah mempertimbangkan untuk menarik keluar Ronaldo meski Portugal membutuhkan gol kemenangan.
“Tidak masuk akal mengganti pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional ketika tim membutuhkan gol,” ujarnya.
Menurut Martinez, pengalaman Ronaldo di area penalti tetap menjadi nilai penting karena mampu menarik perhatian pemain bertahan lawan dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026, Argentina 3-0 Aljazair: Messi Hat-trick, Tanda-tanda Argentina Juara lagi?
Tekanan Meningkat Jelang Laga Berikutnya
Hasil imbang melawan DR Kongo menjadi kejutan tersendiri mengingat lawan mereka baru kembali tampil di putaran final Piala Dunia setelah absen selama 52 tahun.
Di tengah kritik terhadap performanya, Ronaldo masih memegang rekor 143 gol dalam 229 penampilan bersama Portugal, menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola internasional.
Namun Portugal juga memiliki banyak opsi menyerang berkualitas, sehingga tekanan terhadap Ronaldo diperkirakan akan semakin besar menjelang pertandingan berikutnya melawan Uzbekistan di Houston sebelum menutup fase grup menghadapi Kolombia di Miami pada 27 Juni.
Di balik sorotan terhadap Ronaldo, hasil imbang ini menjadi peringatan bagi Portugal bahwa pengalaman saja tidak cukup untuk membawa mereka melangkah jauh di Piala Dunia tanpa performa kolektif yang lebih efektif di lini depan. (*)
Editor : Efprizan