PONTIANAK POST - Swedia memilih tetap tenang setelah menelan kekalahan telak 1-5 dari Belanda pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Amerika Serikat, Minggu (21/6) dini hari WIB, dan kini mengalihkan fokus penuh ke pertandingan penentuan melawan Jepang.
Kapten Swedia, Victor Lindelof, menegaskan timnya tidak akan larut dalam kekecewaan meski baru saja mengalami kekalahan terbesar mereka di turnamen ini setelah sebelumnya menang meyakinkan 5-1 atas Tunisia pada laga pembuka.
Lindelof Soroti Kesalahan yang Harus Diperbaiki
Menurut Lindelof, hasil buruk tersebut menjadi pelajaran penting bagi tim asuhan Graham Potter menjelang laga terakhir fase grup.
"Begitulah sepak bola. Segalanya bisa berubah dengan sangat cepat. Kami masih memiliki satu pertandingan lagi dan akan melakukan segala yang kami bisa untuk menciptakan suasana yang baik di dalam tim serta tampil sebaik mungkin," ujar Lindelof dilansir FIFA.
Baca Juga: Lamine Yamal Belum Fit, Spanyol Tetap Optimistis Hadapi Arab Saudi di Piala Dunia
Ia mengakui beberapa gol yang dicetak Belanda terjadi akibat kesalahan posisi dan kurang rapatnya organisasi pertahanan Swedia.
Lindelof menilai timnya terlalu mudah memberikan ruang kepada pemain Belanda sehingga mampu memanfaatkan celah di antara lini belakang dan penjaga gawang.
Meski demikian, bek berusia 31 tahun itu menegaskan peluang Swedia untuk lolos masih terbuka karena nasib mereka tetap ditentukan oleh hasil pertandingan terakhir melawan Jepang.
Elanga Nilai Skor Tidak Mencerminkan Jalannya Laga
Penyerang Anthony Elanga juga melihat adanya sisi positif yang bisa dibawa Swedia ke pertandingan berikutnya.
Baca Juga: Mourinho Yakinkan Cucurella Gabung Real Madrid Saat Piala Dunia
Menurut pemain yang mencetak satu-satunya gol Swedia tersebut, skor akhir tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan.
"Saya pikir skor tidak benar-benar mencerminkan jalannya pertandingan. Kami bisa mencetak lebih banyak gol dan bermain lebih baik, tetapi yang terpenting adalah mengambil sisi positif dari pertandingan ini," kata Elanga.
Pemain berusia 24 tahun itu tampil impresif setelah masuk sebagai pemain pengganti dan berhasil memanfaatkan umpan Alexander Isak untuk memperkecil ketertinggalan Swedia.
Selain mencetak gol, Elanga juga mencuri perhatian lewat aksi individu yang menunjukkan kualitasnya di panggung terbesar sepak bola dunia.
Baca Juga: Cunha Bersinar Cetak Brace, Haiti Jadi Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia
Swedia Masih Pegang Kendali Nasib Sendiri
Kekalahan dari Belanda membuat Swedia gagal mengunci tiket ke fase gugur lebih cepat.
Namun, kemenangan atas Jepang pada pertandingan terakhir masih dapat membawa mereka melangkah ke babak berikutnya.
Kondisi tersebut membuat kubu Swedia memilih fokus memperbaiki kelemahan dibanding meratapi hasil buruk di Houston Stadium. (*)
Editor : Efprizan