PONTIANAK POST - Belanda mengirim peringatan keras kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Swedia 5-1 dan sekaligus mencatat rekor baru sebagai tim dengan rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah turnamen.
Kemenangan dominan di Houston Stadium, Minggu (21/6/2026) dini hari WIB, membuat tim asuhan Ronald Koeman memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi 14 pertandingan Piala Dunia, melampaui rekor 13 laga milik Brasil yang tercipta pada periode 1958 hingga 1966.
Pelatih Belanda Ronald Koeman mengatakan hasil tersebut menunjukkan kualitas timnya setelah sempat mendapat tekanan akibat hasil imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka Grup F.
Rekor Bersejarah dan Respons Ronald Koeman
Menurut Koeman, kemenangan besar atas Swedia menjadi modal penting bagi Belanda untuk menghadapi persaingan di fase berikutnya.
Baca Juga: Dibantai Belanda 5-1, Swedia Fokus Rebut Tiket Fase Gugur Piala Dunia
"Cara bermain kami bisa membangun kepercayaan diri. Setelah hasil imbang pada laga pertama, tekanan memang cukup besar, tetapi sekarang situasinya lebih tenang. Tim lain tahu kami bisa sangat berbahaya," kata Koeman dilansir dari ESPN.
Belanda langsung mengendalikan pertandingan sejak awal melalui dua gol cepat Brian Brobbey yang membawa Oranje unggul 2-0 sebelum turun minum.
Cody Gakpo kemudian menambah dua gol pada babak kedua sebelum Anthony Elanga memperkecil ketertinggalan Swedia.
Crysencio Summerville yang masuk sebagai pemain pengganti menutup pesta gol Belanda dan memastikan kemenangan telak 5-1.
Baca Juga: Lamine Yamal Belum Fit, Spanyol Tetap Optimistis Hadapi Arab Saudi di Piala Dunia
Cody Gakpo Jadi Pemain Terbaik
Penampilan gemilang Cody Gakpo membuat pemain Belanda itu terpilih sebagai Pemain Terbaik Pertandingan Michelob Ultra Superior.
Sementara itu, keputusan Koeman memasang Brian Brobbey sejak menit awal juga terbukti tepat.
Brobbey menjadi pemain Belanda kesembilan yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Menariknya, penyerang tersebut sebelumnya hanya mencetak satu gol dalam 13 penampilan bersama tim nasional Belanda.
Baca Juga: Paraguay 1-0 Turki: Kartu Merah Perdana karena Tutup Mulut, Almiron Diusir di Piala Dunia 2026
Meski mendapat pujian atas keberhasilannya melakukan perubahan taktik, Koeman menolak membesar-besarkan perannya.
"Sebagai pelatih, Anda selalu memiliki rencana dan terkadang strategi berjalan lebih baik dibanding lawan," ujarnya.
Swedia Petik Pelajaran Berharga
Di kubu Swedia, pelatih Graham Potter mengakui timnya harus belajar dari kekalahan terbesar mereka di Piala Dunia sejak dibantai Brasil 7-1 pada edisi 1950.
Potter menilai pengalaman menghadapi tim sekelas Belanda penting bagi perkembangan skuad mudanya.
Baca Juga: Cunha Bersinar Cetak Brace, Haiti Jadi Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia
"Mungkin ini pengalaman yang memang perlu kami lalui. Ini pertandingan besar dengan tim yang masih berkembang. Skornya sedikit terlalu berat bagi kami, tetapi Belanda memang bermain sangat baik dan pantas menang," kata Potter kepada FIFA.
Ia juga menyoroti kelemahan timnya dalam mengantisipasi serangan dari sektor sayap yang menjadi salah satu sumber utama gol Belanda.
Meski kalah telak, Potter meminta para pemainnya mengambil sisi positif dari pertandingan tersebut karena peluang lolos ke fase gugur masih terbuka.
Belanda kini memimpin klasemen Grup F dengan empat poin dan akan menghadapi Tunisia pada laga terakhir grup, sementara Swedia akan menjalani partai penentuan melawan Jepang. (*)
Editor : Efprizan