PONTIANAK POST - Timnas Iran menahan imbang Belgia 0-0 pada laga Grup G Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, California, Senin (22/6) dini hari WIB, meski harus menghadapi jadwal perjalanan padat, kendala visa, dan waktu persiapan yang sangat terbatas.
Pelatih Iran Amir Ghalenoei menyebut timnya datang ke turnamen dalam kondisi yang sangat sulit, namun tetap mampu meraih hasil positif melawan Belgia yang saat ini menempati peringkat ke-10 FIFA.
“Kami datang ke Piala Dunia dalam kondisi terburuk yang mungkin terjadi, tetapi tetap mendapatkan hasil melawan tim dan pelatih hebat,” kata Ghalenoei kepada wartawan seperti dikutip ESPN.
Iran kini mengoleksi dua poin dari dua pertandingan setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru.
Baca Juga: Yamal Cetak Gol Bersejarah, Mimpi Juara Piala Dunia Kian Nyata
Iran Keluhkan Padatnya Perjalanan
Ghalenoei mengungkapkan skuadnya harus bolak-balik dari markas tim di Tijuana, Meksiko, menuju Amerika Serikat dalam waktu yang sangat singkat.
Iran tiba di Amerika Serikat pada Sabtu malam, menjalani pertandingan pada Minggu, lalu dijadwalkan kembali ke Meksiko pada malam harinya.
“Kami tidak punya cukup waktu untuk pemulihan karena harus menjalani dua penerbangan dan pertandingan yang berat,” ujar Ghalenoei.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi para pemain yang tetap mampu tampil disiplin sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Ueda Mengamuk, Jepang Gilas Tunisia 4-0 di Piala Dunia
Karakter Iran Dipuji di Tengah Kesulitan
Gelandang sayap Alireza Jahanbakhsh menilai Iran setidaknya layak mendapatkan kesempatan membawa seluruh staf pendukung serta memiliki waktu adaptasi yang cukup sebelum bertanding.
“Itu hanya soal keadilan. Saya rasa kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan,” kata pemain yang berkarier di Belgia tersebut.
Jahanbakhsh menambahkan budaya sepak bola Iran justru membuat timnya semakin kuat ketika menghadapi situasi sulit.
Ia menilai berbagai hambatan yang dialami menjelang turnamen membuat para pemain semakin solid dan menunjukkan karakter kuat saat menghadapi Belgia.
Baca Juga: Kiper Curacao Cetak Sejarah di Piala Dunia, Tahan Ekuador dengan 15 Penyelamatan
Beiranvand Jadi Penyelamat Iran
Kiper Alireza Beiranvand menjadi salah satu pemain terbaik Iran dalam pertandingan tersebut.
Beiranvand melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas Belgia setelah umpan Kevin De Bruyne melintas di depan gawang Iran pada babak kedua.
“Dia adalah salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepak bola Iran dan hari ini menunjukkan salah satu penampilan terbaiknya,” ujar Ghalenoei.
Penampilan gemilang Beiranvand membantu Iran mengamankan satu poin penting dalam persaingan menuju babak gugur.
Baca Juga: Undav Jadi Pahlawan Saat Kalahkan Pantai Gading 2-1, Jerman Kunci Tiket 32 Besar Piala Dunia
Iran akan menghadapi Mesir pada 26 Juni di Lumen Field, Seattle, dalam laga terakhir Grup G.
Pertandingan tersebut menjadi penentuan bagi Iran yang berupaya mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. (*)
Editor : Efprizan