PONTIANAK POST - Lionel Messi mencetak dua gol saat Argentina mengalahkan Austria 2-0 pada laga Grup J Piala Dunia di Dallas, Selasa (23/6) dini hari WIB, sekaligus memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 18 gol.
Kapten Argentina itu mencetak gol pada menit ke-38 dan 90+5 untuk memastikan kemenangan Albiceleste serta membawa tim asuhan Lionel Scaloni lolos ke fase gugur dengan satu pertandingan tersisa setelah sebelumnya menang 3-0 atas Aljazair.
Messi sempat menyamai rekor legenda Brasil, Marta, sebelum melampauinya dan mencatatkan rekor baru gabungan turnamen Piala Dunia putra dan putri, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Gol pertama Messi lahir dari kerja sama apik Argentina yang diawali oleh dirinya sendiri sebelum menyelesaikan umpan rendah Facundo Medina dengan tendangan satu sentuhan ke sudut bawah gawang Austria.
Baca Juga: Salah Antar Mesir Raih Kemenangan Bersejarah di Piala Dunia, Selandia Baru Tumbang
Gol kedua tercipta pada masa injury time ketika Messi bereaksi paling cepat di kotak penalti untuk mengunci kemenangan sekaligus menorehkan sejarah baru dalam kariernya.
Rekor Baru dan Konsistensi Messi
Tambahan dua gol tersebut memperpanjang rekor Messi yang selalu mencetak gol dalam enam pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Pemain yang akan berusia 39 tahun pekan ini itu juga mengoleksi lima gol di Piala Dunia edisi kali ini dan terus menjadi motor permainan Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.
Menurut statistik resmi turnamen, Messi kini sejajar dengan Just Fontaine dari Prancis pada 1958 dan Jairzinho dari Brasil pada 1970 sebagai pemain yang mampu mencetak gol dalam enam pertandingan Piala Dunia berturut-turut.
Baca Juga: Kejutan Tanjung Verde Berlanjut, Tahan Uruguay dan Dekati Fase Gugur Piala Dunia
Meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama setelah Lautaro Martinez dilanggar, Messi tetap menjadi pembeda di laga yang berlangsung ketat tersebut.
Argentina Amankan Tiket Fase Gugur
Kemenangan ini memastikan Argentina mengumpulkan enam poin sempurna dari dua pertandingan Grup J.
Austria sempat memberikan perlawanan melalui sejumlah peluang, termasuk tendangan bebas Marcel Sabitzer yang menjalani laga ke-100 bersama tim nasional.
Namun, lini pertahanan Argentina tampil disiplin sehingga tim asuhan Ralf Rangnick kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Baca Juga: Iran Tahan Belgia, Keluhkan Jadwal Berat Jelang Laga Penentuan Piala Dunia
Keberhasilan Argentina lolos ke fase gugur juga menjadi momen spesial karena terjadi bertepatan dengan peringatan 40 tahun gol ikonik Diego Maradona ke gawang Inggris di Piala Dunia.
Apa Kata Mereka?
"Saya sangat senang dengan kemenangan ini karena sangat penting dan diraih melalui kerja keras. Kami sekarang lebih tenang menghadapi pertandingan berikutnya. Ini Piala Dunia, semua laga sangat seimbang dan intens. Kami senang sudah meraih enam poin dan memastikan lolos," kata Messi dikutip dari FIFA.
Penyerang Austria Michael Gregoritsch mengakui timnya gagal menciptakan cukup banyak peluang berbahaya.
"Kami ingin bermain keras dan menerapkan permainan kami sendiri. Pada akhirnya kami kurang mampu menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya. Sekarang kami harus memulihkan kondisi dan memenangkan pertandingan melawan Aljazair," ujarnya.
Baca Juga: Yamal Cetak Gol Bersejarah, Mimpi Juara Piala Dunia Kian Nyata
Sementara bek Argentina Lisandro Martinez memberikan pujian tinggi kepada sang kapten.
"Dia berada di level yang berbeda. Kami harus menghargai dan menikmati setiap momen bersamanya. Kami pantas memenangkan pertandingan ini," katanya.
Atas penampilan gemilangnya, Messi terpilih sebagai Michelob Ultra Superior Player of the Match. (*)
Editor : Efprizan