PONTIANAK POST - Vinicius Junior kembali menjadi pembeda bagi Brasil setelah mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 atas Skotlandia di Miami Gardens, Florida, Kamis (25/6) WIB, yang memastikan Selecao finis sebagai juara Grup C Piala Dunia sekaligus memperpanjang performa impresif sang penyerang di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Kemenangan tersebut membuat Brasil melaju ke babak 32 besar sebagai pemuncak grup, sementara peluang Skotlandia untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik semakin menipis setelah menutup fase grup dengan selisih gol minus tiga.
Vinicius Cetak Rekor dan Jawab Kepercayaan Ancelotti
Vinicius membuka keunggulan Brasil pada menit ketujuh setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Skotlandia sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor pada masa injury time babak pertama melalui sundulan tanpa kawalan.
Dua gol itu membuat pemain berusia 25 tahun tersebut menjadi pemain Brasil kelima yang mampu mencetak gol dalam seluruh pertandingan fase grup Piala Dunia, mengikuti jejak legenda Jairzinho pada 1970, Romario pada 1994, serta Ronaldo dan Rivaldo pada 2002.
Baca Juga: Chelsea Tikung Inter, Marco Palestra Pilih Tawaran Rp122 Miliar per Tahun
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti memuji perkembangan signifikan Vinicius bersama tim nasional dan menegaskan kualitas pemain Real Madrid tersebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
"Saya sangat senang, saya tidak pernah meragukan sejauh mana dia bisa berkembang di Piala Dunia ini karena dia sangat menikmati bermain untuk tim nasional dan melakukan pekerjaan luar biasa," kata Ancelotti dikutip dari ESPN.
Ancelotti juga menyoroti kemampuan Vinicius mencetak gol melalui sundulan yang semakin melengkapi kualitas permainannya.
"Dia adalah pemain hebat dan salah satu yang terbaik di dunia," ujar Ancelotti.
Baca Juga: Persaingan Sepatu Emas Memanas: Messi Memang GOAT, Tapi Mbappe dan Haaland Lagi Matang-Matangnya
Sejak Ancelotti menangani Brasil 13 bulan lalu, performa Vinicius bersama tim nasional meningkat tajam dengan koleksi tujuh gol dari 13 pertandingan setelah sebelumnya hanya mencetak enam gol dalam 39 laga bersama pelatih terdahulu.
Brasil Semakin Solid Jelang Fase Gugur
Selain dua gol Vinicius, Matheus Cunha turut menyumbang satu gol pada menit ke-60 setelah memanfaatkan dominasi Brasil di lini tengah.
Brasil tampil lebih efektif dibandingkan laga pembuka saat ditahan Maroko dan kini telah mencetak enam gol tanpa kebobolan dalam dua pertandingan terakhir melawan Haiti dan Skotlandia.
Kiper Brasil Alisson Becker menilai timnya menunjukkan perkembangan yang signifikan dari pertandingan ke pertandingan.
Baca Juga: Harry Kane Mandul Lawan Ghana, Inggris Gagal Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia
"Kami tahu tidak bermain baik pada laga pertama, tetapi sekarang kami lebih solid dalam bertahan, tidak kebobolan dalam dua pertandingan dan semakin percaya diri saat menyerang," kata Alisson.
Brasil selanjutnya akan menghadapi runner-up Grup F pada babak 32 besar yang diperkirakan berasal dari Jepang atau Belanda.
Neymar Kembali Perkuat Tim Nasional
Kabar menggembirakan lainnya bagi pendukung Brasil adalah kembalinya Neymar ke tim nasional setelah absen sejak 2023.
Penyerang senior tersebut masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-76 dan mendapat sambutan meriah dari penonton di stadion.
Baca Juga: Harry Kane Mandul Lawan Ghana, Inggris Gagal Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia
Kehadiran Neymar menjadi tambahan kekuatan penting bagi Brasil yang mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya menjelang fase gugur.
Di sisi lain, pelatih Skotlandia Steve Clarke harus menunggu hasil pertandingan grup lain untuk mengetahui nasib timnya setelah gagal membendung dominasi Brasil sepanjang pertandingan.
Dengan Vinicius yang sedang berada dalam performa terbaik, lini pertahanan yang semakin kokoh, serta kembalinya Neymar, Brasil mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya bahwa mereka siap berburu gelar juara dunia keenam. (*)
Editor : Efprizan