PONTIANAK POST - Pantai Gading memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah mengalahkan Curacao 2-0 pada laga terakhir Grup E, Jumat (26/6), sekaligus mengakhiri perlawanan tim debutan tersebut di turnamen.
Kemenangan di stadion pertandingan Grup E itu membawa Pantai Gading finis di posisi kedua klasemen dengan enam poin, hasil terbaik mereka sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia setelah selalu tersingkir pada fase grup dalam tiga penampilan sebelumnya.
Nicolas Pepe menjadi pahlawan kemenangan lewat dua gol yang dicetak pada menit ketujuh dan menit ke-65.
Gol pertama lahir setelah Yan Diomande merebut bola dari lini belakang Curacao sebelum mengirim umpan matang yang diselesaikan Pepe ke gawang yang dikawal Eloy Room.
Baca Juga: Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Bisa Juara Piala Dunia 2026
Pepe kemudian menggandakan keunggulan melalui tendangan kaki kiri yang mengarah ke sudut atas gawang dan tidak mampu dijangkau kiper Curacao.
Pantai Gading Cetak Sejarah Baru
Hasil tersebut membuat Pantai Gading mencatat dua kemenangan dalam satu edisi Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae, meminta para pendukung menikmati momen bersejarah tersebut sekaligus terus memberikan dukungan kepada timnya.
“Kepada para suporter, nikmati dan rayakan kelolosan bersejarah ini. Setelah itu, terus kirimkan energi positif agar kami bisa melangkah sejauh mungkin di turnamen ini,” kata Fae dalam konferensi pers usai pertandingan, dilansir dari BBC Sport.
Baca Juga: Vinicius Junior Catat Rekor Baru Piala Dunia, Brasil Kirim Sinyal Juara
Fae mengaku puas dengan performa timnya meski masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.
“Saya sangat senang dengan hasil ini. Tidak semuanya berjalan sempurna, tetapi kami tidak kebobolan dan itu penting untuk moral tim,” ujarnya.
Kekompakan Jadi Kunci Sukses
Menurut Fae, perkembangan skuad menjadi faktor utama di balik keberhasilan Pantai Gading menembus fase gugur.
“Sebagian besar pemain menjalani Piala Dunia pertama mereka, tetapi mereka berkembang dengan baik. Tim ini sangat kompak dan memiliki persaingan yang sehat,” katanya.
Baca Juga: Chant 'Ro! Ro!' Menggema di Piala Dunia, Norwegia Hidupkan Semangat Viking: Ini Sejarahnya
Keberhasilan tersebut juga menjadi kebangkitan bagi Pepe yang sempat tidak masuk skuad Pantai Gading pada ajang Piala Afrika awal tahun ini.
Curacao Pulang dengan Kepala Tegak
Meski tersingkir, Curacao meninggalkan kesan positif dalam debut mereka di Piala Dunia.
Negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia putra itu mampu memberikan perlawanan sengit dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Peluang terbaik Curacao hadir menjelang turun minum saat Juninho Bacuna berhasil menembus pertahanan lawan, namun tembakannya melebar dari sasaran.
Baca Juga: Persaingan Sepatu Emas Memanas: Messi Memang GOAT, Tapi Mbappe dan Haaland Lagi Matang-Matangnya
Curacao menutup turnamen dengan reputasi yang meningkat setelah mampu bersaing melawan negara-negara sepak bola yang lebih besar, termasuk meraih satu poin bersejarah saat bermain imbang melawan Ekuador. (*)