PONTIANAK POST - Jepang memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Swedia di Arlington, Texas, Amerika Serikat, Jumat (26/6) pagi WIB. Namun, hasil tersebut membuat Samurai Biru harus puas sebagai runner-up Grup F dan menghadapi Brasil pada fase gugur.
Hasil imbang itu membuat Jepang mengoleksi poin yang tidak cukup untuk menyalip Belanda di puncak klasemen setelah tim Oranje menundukkan Tunisia 3-1 dalam pertandingan lain Grup F, sebagaimana dilaporkan ESPN.
Jepang Gagal Rebut Puncak Grup
Jepang sebenarnya sempat berada dalam posisi ideal untuk finis sebagai juara grup ketika Daizen Maeda membawa timnya unggul pada menit ke-56 saat menghadapi Swedia.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Anthony Elanga mencetak gol penyeimbang untuk Swedia, sehingga pertandingan berakhir 1-1.
Baca Juga: Lolos Bersejarah, Pantai Gading Melaju ke 32 Besar Piala Dunia: Curacao Pulang dengan Kepala Tegak
Pada saat bersamaan, Belanda berhasil mempertahankan keunggulan atas Tunisia dan mengunci posisi teratas Grup F.
Meski gagal menjadi juara grup, Jepang tetap melaju ke fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang turnamen.
Brasil Jadi Ujian Sesungguhnya
Posisi runner-up membuat Jepang harus berhadapan dengan Brasil pada babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung Senin mendatang.
Baca Juga: Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Bisa Juara Piala Dunia 2026
Laga ini menjadi ujian terbesar bagi ambisi Jepang yang sejak sebelum turnamen secara terbuka menargetkan gelar juara dunia.
Pertemuan melawan Brasil juga memiliki nilai historis karena perkembangan sepak bola Jepang tidak lepas dari pengaruh kuat sepak bola Brasil sejak kedatangan legenda Brasil, Zico, pada 1991 yang berperan besar dalam pengembangan sepak bola Jepang di level klub maupun tim nasional.
Filosofi Bermain yang Mirip
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang berkembang menjadi salah satu kekuatan sepak bola Asia yang mampu menguasai permainan dan mendominasi penguasaan bola saat menghadapi banyak lawan.
Baca Juga: Prediksi Skor Piala Dunia 2026, Norwegia vs Prancis: Duel Haaland dan Mbappe Perebutkan Juara Grup I
Gaya bermain cepat, kreatif, dan atraktif yang diperagakan Jepang bahkan kerap mengingatkan pada ciri khas Brasil pada era keemasan mereka.
Salah satu contoh terlihat pada gol Daizen Maeda ke gawang Swedia yang lahir melalui kombinasi cepat antara Ritsu Doan dan Ayase Ueda sebelum Maeda menyelesaikan peluang dengan tenang.
Penampilan tersebut menjadi kelanjutan dari kemenangan meyakinkan Jepang 4-0 atas Tunisia pada pertandingan sebelumnya.
Peluang Buktikan Status Penantang Gelar
Pertandingan melawan Brasil akan menjadi kesempatan bagi Jepang untuk membuktikan bahwa target menjadi juara dunia bukan sekadar ambisi kosong.
Baca Juga: Vinicius Junior Catat Rekor Baru Piala Dunia, Brasil Kirim Sinyal Juara
Jika mampu tampil tanpa rasa takut dan mempertahankan karakter permainan menyerang mereka, Jepang berpeluang menghadirkan salah satu pertandingan paling menarik pada fase gugur Piala Dunia 2026.
Duel Jepang kontra Brasil diperkirakan menjadi salah satu laga paling dinantikan pada babak 32 besar karena mempertemukan tim dengan filosofi permainan menyerang dan kualitas teknis tinggi. (*)
Editor : Efprizan