Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Ibrahimović Kritik Keras VAR setelah Gol Iran Dianulir, Minta Wasit dan Petugas Tanggung Jawab

Uray Ronald • Minggu, 28 Juni 2026 | 00:35 WIB
Zlatan Ibrahimovic. (Instagram)
Zlatan Ibrahimovic. (Instagram)

 

PONTIANAK POST -  Video Assistant Referee (VAR) menganulir gol Iran pada menit-menit akhir saat bermain imbang 1-1 melawan Mesir di laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 memicu perdebatan.

Gol Shuja Khalilzadeh pada masa injury time sempat membawa Iran unggul 2-1. Namun, setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena offside.

Hasil imbang membuat Mesir lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup. Sementara itu, Iran harus menunggu peluang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Baca Juga: Mohamed Salah Terancam Absen Saat Mesir Hadapi Australia

Ibrahimović: Impian Iran Dirampas

Mantan penyerang Swedia, Zlatan Ibrahimović, yang bertugas sebagai analis Piala Dunia 2026 untuk Fox Sports, menilai keputusan tersebut menjadi contoh buruk penggunaan teknologi dalam sepak bola.

"Inilah alasan mengapa para penggemar mulai kehilangan kepercayaan terhadap VAR. Teknologi ini diciptakan untuk mengoreksi kesalahan yang jelas, tetapi justru terus memunculkan kontroversi pada panggung terbesar sepak bola. Hal seperti ini tidak dapat diterima," katanya seperti dikutip Corriere dello Sport.

Menurut Ibrahimović, gol Shuja Khalilzadeh seharusnya tetap disahkan.

"Saya sudah melihat tayangan ulang berkali-kali dan masih tidak mengerti bagaimana gol itu dinyatakan offside. Jika Anda hendak membatalkan gol yang menentukan nasib sebuah negara di Piala Dunia, Anda harus benar-benar yakin, bukan hanya mengandalkan perkiraan dari layar digital," ujarnya.

Ia juga menyampaikan simpatinya kepada para pendukung Iran.

"Jutaan rakyat Iran sempat merayakan apa yang mereka yakini sebagai momen bersejarah bagi negaranya. Dalam hitungan detik, semuanya dibatalkan. Anda bukan hanya menganulir sebuah gol, tetapi juga merampas impian seluruh bangsa," katanya.

Ibrahimović meminta agar wasit dan petugas VAR dimintai pertanggungjawaban atas keputusan tersebut.

"Piala Dunia hanya digelar empat tahun sekali. Para pemain mengorbankan segalanya untuk berada di sini, para suporter datang dari berbagai penjuru dunia, lalu sebuah keputusan kontroversial menghancurkan kerja keras mereka," tuturnya.

"Jika ini adalah standar perwasitan di turnamen terbesar dunia, berarti ada masalah serius dalam sistem sepak bola. Sepak bola, para pemain, dan para penggemar pantas mendapatkan yang lebih baik."

Baca Juga: Guardiola Sindir Keras VAR, Nasib Juara Manchester City Kian Menegangkan

Mantan Wasit: Keputusan Sudah Sesuai Aturan

Di sisi lain, mantan wasit internasional Inggris Andy Davies menilai keputusan wasit Simon Marciniak telah sesuai dengan ketentuan Laws of the Game.

Davies menjelaskan tayangan VAR menunjukkan posisi Shuja Khalilzadeh berada dalam posisi offside ketika umpan dilepaskan sehingga ruang VAR wajib merekomendasikan pembatalan gol.

"Peninjauan insiden itu berlangsung jelas dan langsung. Garis offside menunjukkan kaki Shuja Khalilzadeh berada di depan bek kedua terakhir ketika bola diumpankan. Dalam situasi seperti itu, VAR memang harus turun tangan dan gol harus dianulir," kata Davies kepada ESPN.

Keputusan VAR Kembali Jadi Sorotan

Kontroversi pembatalan gol Iran kembali memunculkan perdebatan mengenai penggunaan VAR di turnamen terbesar sepak bola dunia.

Di satu sisi, teknologi tersebut dinilai membantu memastikan keputusan sesuai aturan. Namun di sisi lain, keputusan yang mengubah hasil pertandingan tetap memicu perbedaan pandangan dari mantan pemain, pengamat, hingga pendukung sepak bola di berbagai negara.*

Editor : Uray Ronald
#Zlatan Ibrahimovic #VAR Piala Dunia 2026 #Iran vs Mesir #gol dianulir #Shuja Khalilzadeh