PONTIANAK POST - Timnas Belanda mengusung modal sempurna saat menghadapi Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6) pukul 08.00 WIB, dengan penyerang Brian Brobbey dan kiper muda Robin Roefs menjadi dua sosok yang paling mencuri perhatian di skuad De Oranje.
Belanda melaju ke fase gugur sebagai juara Grup F setelah tampil konsisten sepanjang penyisihan grup, tetapi pelatih Ronald Koeman menegaskan anak asuhnya tidak boleh meremehkan Maroko yang pernah mencetak sejarah sebagai semifinalis Piala Dunia 2022.
Brobbey Jadi Mesin Gol Baru Belanda
Brian Brobbey tampil sebagai salah satu penyerang paling tajam di fase grup dengan mencetak tiga gol dari tiga pertandingan.
Striker berusia 24 tahun itu ikut membawa Belanda mengalahkan Tunisia 3-1 pada laga terakhir sekaligus memastikan posisi puncak klasemen Grup F.
Baca Juga: Preview, Jadwal dan Prediksi Skor Piala Dunia 2026, Brasil vs Jepang: Selecao Bidik Revans
Ketajaman Brobbey memberi alternatif serangan bagi Belanda bersama Memphis Depay dan Wout Weghorst menjelang laga hidup-mati melawan Maroko.
Koeman menilai pertandingan nanti akan menjadi ujian yang jauh berbeda dibanding fase grup.
"Maroko adalah tim yang sangat bagus. Kami tahu pencapaian luar biasa mereka di Piala Dunia 2022 lalu dan kami harus siap menghadapi mereka," ujar Koeman seperti dikutip Reuters.
Robin Roefs Tunjukkan Kualitas Regenerasi
Selain lini depan, perhatian juga tertuju kepada penjaga gawang muda Robin Roefs yang masuk dalam skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026.
Meski masih berada di belakang Bart Verbruggen dan Mark Flekken dalam urutan kiper, kehadiran Roefs dinilai menjadi bukti suksesnya regenerasi De Oranje.
Pengamat sepak bola Belanda Michael Statham menilai Roefs merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki Belanda dalam beberapa tahun terakhir.
"Ketika Robin Roefs menembus tim utama NEC Nijmegen, Anda bisa melihat bahwa dia akan menjadi talenta besar. Dia memiliki tanggung jawab besar yang harus dipikul, tetapi mampu mengatasi tekanan tersebut dengan sangat baik," kata Statham.
Menurut Statham, keunggulan Roefs terletak pada ketenangannya saat memainkan bola, refleks cepat di kotak penalti, serta kemampuannya membaca arah tembakan lawan.
Baca Juga: Hong Myung-bo Mundur Usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia 2026, Presiden Sebut Pelatih Tak Cakap
Meski Verbruggen diperkirakan tetap menjadi starter, Roefs dianggap siap memberikan kontribusi apabila dibutuhkan di fase gugur.
Maroko Jadi Ujian Sesungguhnya
Laga melawan Maroko diprediksi menjadi ujian terbesar Belanda sejauh ini di Piala Dunia 2026.
Di satu sisi, Brobbey diharapkan kembali menjadi pembeda lewat ketajamannya di depan gawang.
Di sisi lain, keberadaan Robin Roefs memperlihatkan kedalaman skuad Belanda yang dipenuhi kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda.
Baca Juga: Kanada Ukir Sejarah ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Jesse Marsch Sebut Timnya Pahlawan Nasional
Perpaduan tersebut menjadi modal penting bagi De Oranje untuk menjaga peluang melaju ke babak 16 besar sekaligus mengakhiri perlawanan Maroko yang kembali tampil kompetitif di panggung dunia. (*)
Editor : Efprizan