PONTIANAK POST – Para suporter Portugal dan Kroasia harus merogoh kocek sangat dalam untuk menyaksikan duel babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Kanada, besok (3/7) pukul 06.00 WIB. Tiket termurah di pasar sekunder dibanderol sekitar Rp46,6 juta.
Bahkan, menurut Ticketdata, harga rata-rata tiket sempat mencapai USD3.225 atau sekitar Rp57 juta. Lonjakan harga tidak hanya dipicu kemungkinan ini menjadi Piala Dunia terakhir bagi Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, tetapi juga tingginya permintaan dari komunitas diaspora kedua negara di Toronto.
Moshe Lander, ekonom olahraga dari Universitas Concordia, Montreal, Kanada, menilai tingginya harga tiket dipengaruhi setidaknya tiga faktor. Yakni daya tarik Ronaldo, status pertandingan sistem gugur, serta besarnya komunitas Portugal dan Kroasia di Toronto.
“Saya rasa Toronto memiliki salah satu komunitas Kroasia terbesar di luar Kroasia dan juga salah satu komunitas Portugis terbesar di luar Portugal dan Brasil,” kata Lander kepada NOW Toronto.
Rumah Kedua
Pendapat Lander didukung data kependudukan. Berdasarkan Sensus Kanada 2021 yang dikutip kantor berita Lusa, sekitar 171 ribu warga keturunan Portugal tinggal di kawasan Metropolitan Toronto.
Mantan bek timnas Portugal Tony Fonseca menyebut kehadiran Cristiano Ronaldo dan kolega menjadi momen bersejarah bagi komunitas Portugal-Kanada.
“Kesempatan melihat Portugal bermain langsung di kota dengan komunitas Portugal sebesar Toronto adalah sesuatu yang luar biasa,” katanya kepada Lusa.
Antusiasme terhadap Kroasia juga tidak kalah besar. Toronto Sun memperkirakan sekitar 120 ribu warga keturunan Kroasia bermukim di Metropolitan Toronto.
Saat Kroasia menghadapi Panama pada laga terakhir fase grup, ribuan suporter menggelar pawai menuju stadion sambil membentangkan bendera sepanjang 100 meter.
Pelatih Zlatko Dalic mengakui dukungan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi timnya.
“Kami berharap mereka menjadi pemain ke-12 bagi tim,” ujarnya, dikutip dari Toronto Sun.
Permintaan Terus Melonjak
Antusiasme dua komunitas diaspora itu membuat permintaan tiket laga Portugal kontra Kroasia terus meningkat. Harga di pasar sekunder bahkan melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelum Portugal memainkan laga terakhir fase grup.
Kenaikan harga juga dipengaruhi sistem dynamic pricing FIFA yang membuat harga tiket berubah mengikuti tingkat permintaan pasar.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro“Sayangnya, harga tiket sudah berada di level yang tidak masuk akal. Banyak pendukung sejati akhirnya tidak bisa masuk ke stadion,” kata Paulo Pereira, tokoh komunitas Portugal-Kanada, kepada Lusa. (ka/ttg)