PONTIANAK POST - Babak 16 besar Piala Dunia 2026 resmi terbentuk setelah Kolombia menjadi tim terakhir yang mengamankan tiket usai menundukkan Ghana 1-0, Sabtu (4/7), sehingga 16 negara kini bersaing memperebutkan delapan tempat di perempat final dalam fase gugur yang berlangsung 4-8 Juli.
Format baru Piala Dunia dengan 48 peserta membuat fase gugur semakin kompetitif karena sejumlah tim unggulan harus saling berhadapan lebih cepat, sementara kejutan dari Paraguay, Maroko, Kanada, dan Mesir mengubah peta persaingan menuju final.
Jadwal Babak 16 Besar (WIB)
| Pertandingan | Jadwal WIB |
|---|---|
| Kanada vs Maroko | Sabtu, 4 Juli, 00.00 WIB |
| Paraguay vs Prancis | Sabtu, 4 Juli, 04.00 WIB |
| Brasil vs Norwegia | Senin, 6 Juli, 03.00 WIB |
| Meksiko vs Inggris | Senin, 6 Juli, 07.00 WIB |
| Portugal vs Spanyol | Selasa, 7 Juli, 02.00 WIB |
| Amerika Serikat vs Belgia | Selasa, 7 Juli, 07.00 WIB |
| Argentina vs Mesir | Selasa, 7 Juli, 23.00 WIB |
| Swiss vs Kolombia | Rabu, 8 Juli, 03.00 WIB |
Brasil dan Argentina Menghuni Bagan Tersulit
Bagian kanan bagan dinilai menjadi jalur paling berat menuju semifinal.
Brasil lebih dahulu harus menghadapi Norwegia yang diperkuat Erling Haaland sebelum berpotensi bertemu pemenang Meksiko versus Inggris pada perempat final. Jika lolos lagi, lawan berikutnya kemungkinan berasal dari kelompok Argentina, Mesir, Swiss, atau Kolombia.
Baca Juga: Kolombia Singkirkan Ghana, Tantang Swiss di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sementara itu, Argentina memang lebih difavoritkan saat menghadapi Mesir, tetapi bila menang besar kemungkinan akan berjumpa Swiss atau Kolombia yang sama-sama sedang berada dalam performa terbaik.
Brasil berpotensi bersua Argentina di semi final jika kedua negara tersebut melaju mulus.
Di sisi lain, jalur kiri mempertemukan Prancis dengan Paraguay serta Kanada melawan Maroko, sehingga salah satu tim kejutan dipastikan mencapai perempat final.
Peluang Tiap Negara
Kanada vs Maroko
Maroko membawa kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Belanda melalui adu penalti, sedangkan Kanada tampil disiplin saat mengalahkan Afrika Selatan. Laga diperkirakan berlangsung sangat seimbang, tetapi pengalaman Maroko di fase gugur Piala Dunia membuat Singa Atlas sedikit lebih diunggulkan.
Paraguay vs Prancis
Prancis tetap menjadi favorit berkat kedalaman skuad, tetapi Paraguay telah membuktikan mampu menyingkirkan Jerman. Pelatih Didier Deschamps mengingatkan anak asuhnya agar tidak menganggap remeh lawan dan bahkan menyebut cuaca panas dapat memengaruhi jalannya pertandingan.
Brasil vs Norwegia
Brasil memiliki kualitas individu yang lebih lengkap, tetapi Norwegia datang dengan duet Erling Haaland dan Martin Odegaard yang mampu menghukum kesalahan sekecil apa pun. Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di babak 16 besar.
Meksiko vs Inggris
Keuntungan bermain di Estadio Azteca membuat Meksiko berpeluang menciptakan kejutan. Namun, Inggris tetap difavoritkan karena kualitas skuad yang lebih merata. FIFA juga memutuskan tidak mengubah jadwal pertandingan meski ada ancaman cuaca buruk di Mexico City.
Portugal vs Spanyol
Ini menjadi laga terbesar babak 16 besar. Dua raksasa Iberia sama-sama tampil meyakinkan sepanjang turnamen sehingga pertandingan diperkirakan berlangsung sangat ketat dan bisa ditentukan oleh detail kecil.
Amerika Serikat vs Belgia
Amerika Serikat mendapat keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri, tetapi Belgia memiliki pengalaman lebih banyak di laga-laga besar. Pertarungan lini tengah diperkirakan menjadi penentu hasil akhir.
Argentina vs Mesir
Argentina masih mengandalkan pengalaman Lionel Messi dan kreativitas lini serang, sedangkan Mesir datang dengan moral tinggi setelah menyingkirkan Australia lewat adu penalti. Albiceleste tetap lebih diunggulkan, tetapi tidak boleh kehilangan konsentrasi.
Swiss vs Kolombia
Swiss tampil impresif ketika mengalahkan Aljazair, sedangkan Kolombia baru saja menundukkan Ghana dengan permainan dominan. Duel ini diperkirakan menjadi pertandingan paling seimbang di babak 16 besar.
Ancaman Tim Kejutan
Analis BBC Radio 5 Live, Clinton Morrison, menilai Kolombia memperlihatkan kualitas sebagai kandidat kuda hitam setelah menguasai pertandingan melawan Ghana dan layak melangkah ke babak berikutnya.
Baca Juga: Tanjung Verde Pulang dengan Kepala Tegak: Lionel Messi Cetak Rekor Piala Dunia
Sementara itu, dilansir Reuters, Pelatih Prancis Didier Deschamps menegaskan Paraguay bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata karena memiliki organisasi permainan yang sangat disiplin, sedangkan pelatih Paraguay Gustavo Alfaro optimistis cuaca panas dapat menjadi keuntungan bagi timnya menghadapi Prancis.
Dengan empat mantan juara dunia masih bertahan, ditambah munculnya negara-negara kejutan seperti Paraguay, Maroko, Kanada, Mesir, Swiss, dan Kolombia, babak 16 besar diperkirakan menjadi fase paling kompetitif sepanjang Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Efprizan