PONTIANAK POST - Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, menegaskan ucapannya yang viral seusai kemenangan atas Pantai Gading bukan bentuk pelecehan terhadap pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, melainkan ungkapan hormat menjelang duel babak 16 besar Piala Dunia 2026 di New Jersey, Senin (5/7) pukul 03.00 WIB.
Solbakken sebelumnya menjadi sorotan setelah dalam pidato di ruang ganti mengatakan, "Ancelotti, kami datang untuk Anda!" usai Erling Haaland mencetak gol kemenangan 2-1 atas Pantai Gading pada babak 32 besar di Dallas, sebagaimana dilaporkan ESPN.
Solbakken Tegaskan Rasa Hormat kepada Ancelotti
Menjelang pertandingan melawan Brasil, Solbakken menepis anggapan bahwa ucapannya bernada merendahkan pelatih asal Italia tersebut.
Menurut Solbakken, Carlo Ancelotti merupakan salah satu pelatih terbesar dalam sejarah sepak bola Eropa dengan koleksi lima gelar Liga Champions serta keberhasilan meraih trofi liga di berbagai negara.
Baca Juga: Mbappe Samai Gol Messi, Prancis Tantang Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
"Ucapan itu justru bentuk penghormatan karena dia salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola Eropa. Cara dia memperlakukan lawan dan bersikap di dunia sepak bola layak menjadi teladan bagi semua orang," kata Solbakken.
Ia juga menilai kehadiran Ancelotti sebagai pelatih tim nasional Brasil menjadi kabar baik bagi sepak bola internasional.
"Merupakan kehormatan besar menghadapi dia, tetapi besok kami harus mengalahkannya dan mengalahkan Brasil agar tetap bertahan di turnamen," ujarnya.
Rekor Norwegia Jadi Modal Percaya Diri
Norwegia datang dengan catatan yang cukup unik karena belum pernah kalah dari Brasil dalam empat pertemuan sebelumnya sejak 1988.
Baca Juga: Inggris Tak Gentar Hadapi Meksiko di Azteca, Shearer Yakin Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Salah satu kemenangan paling bersejarah terjadi pada fase grup Piala Dunia 1998 di Prancis ketika Norwegia menumbangkan Brasil.
Meski demikian, Solbakken mengingatkan bahwa kondisi saat itu berbeda karena Brasil sudah memastikan lolos ke babak berikutnya sebelum pertandingan berlangsung.
"Kemenangan pada 1998 sangat berarti bagi sepak bola Norwegia, tetapi Brasil saat itu sudah lolos sehingga situasinya berbeda dengan sekarang," katanya.
Haaland dan Disiplin Tim Jadi Harapan
Solbakken mengakui Brasil tetap menjadi unggulan untuk lolos ke perempat final karena memiliki banyak pemain berkualitas.
Baca Juga: Maroko Tak Terkalahkan dalam 34 Laga, Kini Layak Disebut Kandidat Juara Piala Dunia 2026
Namun, ia menilai peluang Norwegia tetap terbuka apabila seluruh pemain mampu tampil pada performa terbaik.
"Kami bisa mengalahkan Brasil jika bermain 100 persen. Kalau tidak, kami tidak punya peluang. Brasil masih favorit, tetapi tidak lagi sekuat beberapa tahun lalu," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa timnya tidak hanya harus menghentikan pemain-pemain bintang Brasil, tetapi juga mampu meredam permainan kolektif mereka.
Kepercayaan diri Norwegia juga ditopang penampilan tajam Erling Haaland yang kembali menjadi pembeda pada laga sebelumnya.
Baca Juga: Kanada Tersingkir di Piala Dunia, Jesse Marsch Tetap Bangga Meski Dibungkam Maroko 3-0
Selain mempersiapkan strategi selama waktu normal, Solbakken mengungkapkan timnya telah menyusun daftar lima penendang pertama apabila pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
"Kami sudah mempersiapkan adu penalti dengan baik. Semua pemain sudah mengetahui urutan penendang pertama hingga kelima," katanya.
Pertandingan Norwegia melawan Brasil diperkirakan menjadi salah satu duel paling menarik di babak 16 besar karena mempertemukan tim yang sedang percaya diri dengan salah satu favorit juara dunia. (*)
Editor : Efprizan