PONTIANAK POST - Spanyol memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Portugal 1-0 pada babak 16 besar di Arlington, Texas, Selasa (7/7), berkat gol telat Mikel Merino yang sekaligus mengakhiri penantian La Roja mencapai delapan besar sejak menjadi juara dunia pada 2010.
Gol kemenangan lahir ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, setelah Ferran Torres mengirim umpan terobosan yang diselesaikan Merino dengan sepakan akurat melewati kiper Diogo Costa.
Merino sempat terjatuh akibat pelanggaran, tetapi segera melanjutkan permainan setelah bola kembali bergulir dan memanfaatkan kelengahan pertahanan Portugal untuk mencetak gol penentu.
Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun
Kemenangan ini membawa tim asuhan Luis de la Fuente kembali ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak mengangkat trofi di Afrika Selatan pada 2010.
Spanyol selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Belgia melawan Amerika Serikat pada babak perempat final di SoFi Stadium, Inglewood, California.
Meski Portugal beberapa kali mengancam pada menit-menit akhir, lini belakang Spanyol mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Air Mata Ronaldo Warnai Kekalahan Portugal
Kekalahan tersebut juga berpotensi menjadi pertandingan terakhir Cristiano Ronaldo di Piala Dunia setelah sebelumnya menyatakan edisi 2026 akan menjadi turnamen terakhirnya bersama Portugal.
Ronaldo tampak emosional seusai laga karena gagal membawa Portugal mencapai perempat final untuk dua turnamen besar secara beruntun setelah sebelumnya melakukannya di Piala Eropa 2024.
Menurut catatan statistik, Ronaldo telah menghadapi Spanyol sebanyak 11 kali sepanjang karier internasionalnya dengan torehan empat gol, dua kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Mantan penyerang timnas Inggris, Ellen White, kepada BBC One menilai Portugal gagal memberi peluang yang cukup bagi sang kapten.
"Anda bisa merasakan emosi Ronaldo atas semua yang telah ia berikan kepada Portugal. Mereka tidak melakukan cukup banyak dalam pertandingan ini dan Ronaldo tidak memperoleh peluang yang memadai. Mungkin ada pertanyaan mengapa Goncalo Ramos tidak dimainkan lebih awal karena ia memberi dampak besar pada laga sebelumnya," ujar White.
Kritik Tajam untuk Roberto Martinez
Sorotan juga mengarah kepada pelatih Portugal, Roberto Martinez, yang dinilai gagal memaksimalkan kualitas skuadnya.
Baca Juga: Belgia Protes FIFA, Balogun Tetap Diizinkan Bela Amerika Serikat di Laga 16 besar Piala Dunia 2026
Mantan penyerang Inggris, Chris Sutton, mengatakan kepada BBC Radio 5 Live bahwa Martinez terlalu bergantung kepada Ronaldo sehingga mengorbankan keseimbangan tim.
"Sebagai pelatih, tugasnya adalah membawa Portugal menjuarai Piala Dunia dengan menurunkan tim terbaik. Menurut saya, itu tidak terjadi. Cara ia menangani tim ini sangat mengecewakan," kata Sutton.
Sementara itu, jurnalis sepak bola Spanyol Guillem Balague kepada BBC Radio 5 Live menilai momen berakhirnya pertandingan terasa emosional karena Ronaldo berjalan meninggalkan lapangan hampir tanpa didampingi rekan setimnya.
"Ronaldo tetaplah Ronaldo hingga akhir. Sulit membayangkan pemain sebesar dirinya mengakhiri pertandingan dengan berjalan sendiri menuju lorong stadion," ujar Balague.
Bagi Spanyol, kemenangan ini menjadi bukti keberhasilan regenerasi skuad di bawah Luis de la Fuente, sedangkan bagi Portugal, kekalahan tersebut membuka pertanyaan besar mengenai masa depan Ronaldo dan evaluasi terhadap kepemimpinan Roberto Martinez menjelang siklus kompetisi berikutnya. (*)
Editor : Efprizan