Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Jelang Prancis vs Maroko: Dari Pelatih Junior ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Mohamed Ouahbi Ukir Sejarah Singa Atlas

Efprizan • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:18 WIB
Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi sukses membawa Singa Atlas menembus perempat final Piala Dunia 2026. (IG@equipedumaroc)
Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi sukses membawa Singa Atlas menembus perempat final Piala Dunia 2026. (IG@equipedumaroc)

PONTIANAK POST - Pelatih Timnas Maroko Mohamed Ouahbi membungkam keraguan atas minimnya pengalaman di level senior setelah membawa Singa Atlas menembus perempat final Piala Dunia 2026, dan kini bersiap menghadapi Prancis dalam laga yang digelar di Atlanta, Amerika Serikat, Jumat (10/7) pukul 03.00 WIB.

Dilansir dari Reuters, Ouahbi baru ditunjuk menangani tim senior Maroko pada Maret 2026 menggantikan Walid Regragui, meski sebelumnya lebih dikenal sebagai pelatih kelompok usia dan sempat dipandang belum siap memimpin tim nasional di level tertinggi.

Dari Juara Dunia U-20 Menuju Panggung Piala Dunia Senior

Kesempatan itu datang setelah Ouahbi mengantarkan Maroko menjuarai Piala Dunia U-20 2025 di Chile, termasuk menyingkirkan Prancis pada babak semifinal.

Prestasi tersebut menjadi modal penting yang akhirnya meyakinkan Federasi Sepak Bola Maroko menunjuk pelatih berusia 49 tahun itu sebagai arsitek baru tim nasional senior.

Baca Juga: Prediksi Spanyol vs Belgia: Bursa Taruhan Favoritkan La Roja Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

Lahir di Belgia dari orang tua berdarah Maroko, Ouahbi menjadi salah satu contoh sukses pemanfaatan talenta diaspora yang terus memperkuat sepak bola Maroko, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Perjalanan Panjang dari Akademi Anderlecht

Karier kepelatihan Ouahbi dimulai di akademi Anderlecht saat masih berusia 21 tahun sebagai pelatih kelompok usia sembilan tahun.

Ia kemudian meniti karier selama 17 tahun di klub tersebut hingga dipercaya menjadi asisten pelatih tim utama mendampingi Besnik Hasi pada 2016.

Setelah Hasi meninggalkan Anderlecht, Ouahbi kembali fokus mengembangkan pemain muda dan turut berperan membina sejumlah pesepak bola yang kini menjadi bintang internasional seperti Jeremy Doku, Youri Tielemans, serta Bilal El Khannouss.

Baca Juga: Michael Olise Meledak di Piala Dunia Bersama Prancis, Inggris Menyesal Kehilangannya

Jean Kindermans, mantan kepala pengembangan pemain muda Anderlecht, mengatakan Ouahbi bukan hanya pelatih yang berkualitas, tetapi juga sosok yang memiliki nilai dan prinsip kuat.

"Dia bukan hanya pelatih akademi yang hebat, tetapi juga pribadi dengan nilai-nilai dan prinsip yang sangat kuat," ujar Jean Kindermans kepada media Belgia.

Anderlecht juga memberikan penghormatan kepada Ouahbi ketika meninggalkan klub pada 2021.

"Di bawah Mo, Anderlecht melahirkan banyak pemain hebat yang kemudian sukses berkarier di luar negeri," tulis Anderlecht dalam pernyataannya.

Baca Juga: Mesir Tuding Ada Keberpihakan untuk Messi Usai Disingkirkan Argentina di Piala Dunia

Motivator yang Mampu Menyatukan Skuad

Sebelum kembali ke Maroko, Ouahbi sempat menjadi asisten pelatih di klub Arab Saudi Al Fateh bersama Yannick Ferrera.

Empat tahun lalu, ia bergabung dengan Federasi Sepak Bola Maroko untuk menangani tim-tim kelompok usia sebelum akhirnya dipercaya memimpin tim senior.

Kindermans menilai kemampuan terbesar Ouahbi bukan hanya soal taktik, tetapi juga membangun hubungan dengan para pemain.

"Dia adalah motivator yang luar biasa. Kemampuan itu membuat para pemain menghormatinya meski dia tidak pernah menjadi pemain bintang," kata Kindermans.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Perempat Final Piala Dunia 2026: Argentina Dianggap Mendapat Lawan Paling Ringan

Dalam 10 pertandingan pertamanya bersama tim senior, Maroko mencatat enam kemenangan dan empat hasil imbang tanpa sekali pun menelan kekalahan.

Performa tersebut membuat banyak pihak mengakui keberhasilan Ouahbi mentransformasi permainan Maroko melalui perubahan taktik yang efektif.

Mantan pemain Timnas Maroko, Youssouf Hadji, yang kini menjadi salah satu staf pelatih, mengatakan tim kini memiliki identitas permainan yang jelas.

"Dia tetap berpegang pada gaya bermainnya sendiri dan tidak membiarkan lawan menentukan cara bermain Maroko. Kini kami memiliki identitas yang kuat," ujar Hadji, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Messi Gagal Penalti Lagi, Argentina Bangkit Singkirkan Mesir

Keberhasilan Ouahbi menjadi inspirasi bagi banyak pelatih muda bahwa pengalaman di level junior bukan penghalang untuk meraih sukses di panggung sepak bola tertinggi apabila dibarengi kualitas kepemimpinan, visi permainan, dan kemampuan mengembangkan pemain.  (*)

Editor : Efprizan
#Mohamed Ouahbi #prancis vs maroko #perempat final Piala Dunia 2026 #Prancis #maroko