PONTIANAK POST - Penampilan bek Manchester United, Lisandro Martinez, kembali menjadi sorotan setelah Argentina mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, dengan legenda Setan Merah Gary Neville menilai bek asal Argentina itu perlu menunjukkan permainan yang lebih tenang jika ingin menjadi pilar utama klub musim depan.
Komentar tersebut muncul setelah Martinez dinilai melakukan kesalahan pada dua gol Mesir, yakni kalah duel udara saat Yasser Ibrahim membuka keunggulan dan kehilangan penjagaan terhadap Mostafa Ziko yang membawa Mesir hampir menyingkirkan Argentina.
Meski Argentina akhirnya membalikkan keadaan dan lolos ke perempat final, performa Martinez dan tandemnya, Cristian Romero, tetap mendapat sorotan tajam dari Neville saat menjadi analis di ITV Sport.
Neville Soroti Gaya Bermain Martinez
Gary Neville menilai Martinez dan Romero memiliki karakter bertahan yang penuh keberanian, tetapi sering mengambil risiko yang membuat tim kebobolan.
Baca Juga: Manchester United Bidik Julian Ryerson dan Felix Nmecha, Carrick Siapkan Dua Transfer Besar
"Mereka adalah dua bek tengah terbaik sekaligus yang paling sering membuat tim kebobolan. Mereka tidak takut melakukan kesalahan karena selalu percaya bisa membalasnya. Mentalitas mereka luar biasa, tetapi tetap saja risiko itu ada," ujar Neville kepada ITV Sport dilansir dari MEN.
Menurut Neville, semangat juang Martinez memang menjadi salah satu alasan bek berusia 28 tahun itu dicintai pendukung Manchester United.
Namun, ia menegaskan bahwa gaya bermain agresif seperti itu tidak selalu cocok diterapkan sepanjang musim kompetisi yang panjang, terutama di Liga Inggris yang menuntut konsistensi dalam 38 pertandingan.
Manchester United Butuh Martinez yang Lebih Seimbang
Martinez sebelumnya menuai pujian setelah tampil gemilang membantu Argentina mengalahkan Tanjung Verde pada fase sebelumnya, termasuk berkontribusi di lini pertahanan maupun serangan.
Baca Juga: Manchester United Sepakat Rekrut Andrey Santos dari Chelsea dengan Nilai Rp1,1 Triliun
Performa tersebut menunjukkan kualitas yang dimiliki mantan bek Ajax itu ketika mampu mengendalikan agresivitasnya dan tetap disiplin dalam menjaga lini belakang.
Neville menilai Manchester United tidak membutuhkan Martinez yang terlalu sering meninggalkan posisinya demi mengejar momen ofensif, melainkan sosok pemimpin yang mampu menjaga ketenangan saat tim berada di bawah tekanan.
Ia juga menilai kombinasi Martinez dengan Harry Maguire musim lalu sempat menunjukkan keseimbangan karena keduanya memiliki karakter bermain yang saling melengkapi.
Tantangan Menjadi Pemimpin Lini Belakang
Dengan perubahan komposisi skuad Manchester United, Martinez diperkirakan akan memegang peran yang lebih besar sebagai pemain senior di lini pertahanan.
Baca Juga: Chelsea Buka Negosiasi Rekrut Karim Coulibaly, Salip Manchester United dan PSG
Situasi itu membuat kemampuan membaca permainan, menjaga organisasi pertahanan, dan mengambil keputusan pada momen krusial menjadi semakin penting dibanding sekadar tampil agresif.
Jika mampu menemukan keseimbangan antara determinasi dan ketenangan, Martinez diyakini tetap dapat menjadi salah satu bek terbaik Manchester United sekaligus aset penting dalam proyek yang dibangun Michael Carrick musim depan. (*)
Editor : Efprizan