PONTIANAK POST - Semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB, bukan sekadar perebutan tiket ke final.
Pertandingan ini kembali menghidupkan rivalitas panjang yang berakar dari Perang Malvinas 1982, konflik yang hingga kini masih membekas dalam hubungan kedua negara.
Bagi Argentina maupun Inggris, setiap pertemuan di lapangan hijau hampir selalu dikaitkan dengan sejarah sengketa Kepulauan Malvinas (Falkland Islands), menjadikan duel ini sebagai salah satu pertandingan paling emosional dalam sejarah sepak bola dunia.
Perang Malvinas Jadi Akar Rivalitas
Perang Malvinas berlangsung selama 74 hari pada 1982 setelah Argentina menginvasi Kepulauan Malvinas yang saat itu berada di bawah kendali Inggris.
Baca Juga: Messi Hadapi Inggris untuk Pertama Kali, Argentina Siap Jalani Semifinal Piala Dunia 2026
Argentina mengklaim kepulauan tersebut sebagai wilayah warisan dari Spanyol sejak meraih kemerdekaan pada 1816, sedangkan Inggris telah menguasainya secara de facto sejak 1833.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sempat mendorong penyelesaian melalui jalur diplomatik, tetapi negosiasi tidak membuahkan hasil hingga konflik bersenjata pecah.
Pada awal perang, pasukan Argentina berhasil menguasai ibu kota Stanley. Namun, Inggris melancarkan operasi militer besar-besaran melalui jalur laut dan udara hingga akhirnya merebut kembali wilayah tersebut.
Argentina menyerah tanpa syarat pada 14 Juni 1982 setelah pasukannya terkepung di Stanley.
Baca Juga: Jude Bellingham Diyakini Jadi Kunci, Paul Merson Yakin Inggris Bisa Juara Piala Dunia 2026
Konflik tersebut menewaskan sekitar 655 prajurit Argentina dan 255 personel militer Inggris, selain ratusan korban luka dari kedua belah pihak.
Rivalitas Berlanjut di Piala Dunia
Sejak perang berakhir, setiap pertemuan Argentina dan Inggris di Piala Dunia selalu memiliki makna yang lebih besar dibanding pertandingan biasa.
Duel paling ikonik terjadi pada Piala Dunia 1986 ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial "Tangan Tuhan" sebelum menambah gol spektakuler yang kemudian dikenang sebagai salah satu gol terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.
Pada Piala Dunia 2002, Inggris membalas dengan kemenangan 1-0 lewat eksekusi penalti David Beckham.
Kini, semifinal Piala Dunia 2026 kembali mempertemukan kedua negara dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Atmosfer pertandingan diperkirakan semakin panas karena lagu-lagu dan koreografi suporter dari kedua kubu kerap masih menyinggung sengketa Malvinas.
Messi dan Bellingham Jadi Sorotan
Argentina datang dengan status juara bertahan dan dipimpin Lionel Messi yang untuk pertama kalinya dalam karier internasional akan menghadapi Inggris di level senior.
Sementara itu, Inggris mengandalkan Jude Bellingham yang tengah tampil luar biasa sepanjang Piala Dunia 2026 dengan enam gol, didukung kapten Harry Kane sebagai ujung tombak.
Baca Juga: Semifinal Impian Piala Dunia 2026! Argentina Tantang Inggris Setelah Tundukkan Swiss 3-1
Kedua tim sama-sama memiliki peluang besar menuju final, sehingga duel ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar sepanjang turnamen.
Selain mempertaruhkan tiket ke partai puncak, laga Argentina kontra Inggris kembali mempertemukan dua negara yang telah membawa rivalitas politik dan sejarah ke panggung sepak bola dunia selama lebih dari empat dekade. (*)
Editor : Efprizan