Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tuchel Salah Strategi, Inggris Kalah Dramatis dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Efprizan • Kamis, 16 Juli 2026 | 04:45 WIB
Selebrasi Enzo Fernández usai mencetak gol ke gawang Inggris pada menit ke-85. (IG@afaseleccion)
Selebrasi Enzo Fernández usai mencetak gol ke gawang Inggris pada menit ke-85. (IG@afaseleccion)

PONTIANAK POST - Keputusan pelatih Thomas Tuchel mengubah pendekatan permainan setelah Inggris unggul dinilai menjadi penyebab utama kekalahan 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7), setelah The Three Lions kebobolan dua gol dalam lima menit terakhir.

Jurnalis Sky Sports, Rob Dorsett, menyebut Tuchel harus bertanggung jawab karena memilih bertahan terlalu dalam saat Inggris masih memegang kendali pertandingan.

"Thomas Tuchel salah mengambil keputusan. Setelah Inggris unggul, ia langsung mengubah strategi untuk mempertahankan keunggulan. Bermain terlalu dalam selama lebih dari 30 menit membuat seluruh momentum berpindah ke Argentina. Inggris tidak bisa mengeluh karena tim yang lebih baik memang menang," kata Dorsett seperti dikutip Sky Sports.

Anthony Gordon membawa Inggris unggul pada menit ke-55, tetapi Argentina membalas melalui Enzo Fernández pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martínez memastikan kemenangan lewat sundulan pada menit 90+2 setelah menerima umpan silang Lionel Messi.

Baca Juga: Usai Antar Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Mikel Oyarzabal Tegaskan La Roja Berhak Bermimpi Jadi Juara

Komentator Kompak Kritik Pendekatan Inggris

Penilaian Dorsett mendapat dukungan dari sejumlah mantan pemain yang menjadi komentator pertandingan.

Gary Neville menilai Inggris kembali mengulangi kesalahan yang selama ini menghantui mereka di turnamen besar.

"Inggris hanya berjarak lima menit menuju final, tetapi mereka bermain terlalu sempit dan terlalu dalam. Situasi ini sangat mirip dengan final Euro melawan Italia," ujar Neville kepada Sky Sports.

Roy Keane juga tidak menampik keunggulan Argentina.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Berakhir untuk Rossoneri, Rabiot dan Maignan Jadi Sorotan AC Milan

"Tim terbaik yang menang. Argentina memanfaatkan momentum dan menunjukkan kualitas mereka hingga akhir pertandingan," kata Keane.

Pete Gill dari Sky Sports bahkan menyebut Inggris seolah mengundang kekalahan.

"Inggris seperti meminta untuk kalah dari posisi unggul. Sudah terlihat jauh sebelum gol penyeimbang bahwa strategi itu tidak lagi bekerja menghadapi lawan sekelas Argentina," ujarnya.

Rooney dan Shearer Akui Argentina Lebih Layak

Mantan kapten Inggris, Wayne Rooney, menilai tim asuhan Tuchel gagal mengelola keunggulan yang sudah berada di tangan.

Baca Juga: Hasil Semifinal Piala Dunia 2026: Spanyol Bungkam Prancis 2-0, De La Fuente Klaim Timnya Terbaik di Dunia

"Kami berada dalam posisi yang sangat bagus, tetapi kemudian tidak tahu harus berbuat apa. Kami terus mundur, membiarkan Argentina menyerang, menciptakan banyak peluang, lalu akhirnya kami runtuh. Saya sangat kecewa," kata Rooney kepada BBC.

Pandangan serupa disampaikan mantan pemain sepak bola profesional asal Inggris, Alan Shearer, yang mengakui Argentina memang pantas melaju ke partai puncak.

"Tim yang lebih baik memang menang. Mereka tidak panik, tetap percaya dengan rencana permainan, pergantian pemain berjalan efektif, dan mereka layak berada di final," ujar Shearer kepada BBC.

Argentina Hadapi Spanyol di Final

Kemenangan tersebut membawa Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Spanyol.

Baca Juga: Manchester United Bidik Kiper Sensasional Piala Dunia 2026 Orlando Gill, Klausul Rp125 Miliar Jadi Peluang

Sepanjang babak kedua, tim asuhan Lionel Scaloni terus menekan pertahanan Inggris dan memaksa Jordan Pickford melakukan sejumlah penyelamatan penting sebelum akhirnya Enzo Fernández menyamakan kedudukan dan Lautaro Martínez mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Bagi Inggris, kekalahan ini kembali memperpanjang penantian menuju final Piala Dunia sejak terakhir menjadi juara pada 1966, sementara kritik terhadap keputusan taktis Thomas Tuchel diperkirakan akan menjadi sorotan utama setelah peluang besar menuju final sirna di penghujung laga. (*)

Editor : Efprizan
Enzo Fernández lautaro martinez inggris vs argentina Thomas Tuchel piala dunia 2026