Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Jelang Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Laporte Kritik Gaya Bermain Keras La Albiceleste

Efprizan • Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:42 WIB
Argentina kerap bermain keras di Piala Dunia 2026 dan mendapat kritikan pemain Spanyol, (IG@afaseleccion)
Argentina kerap bermain keras di Piala Dunia 2026 dan mendapat kritikan pemain Spanyol, (IG@afaseleccion)

PONTIANAK POST - Bek timnas Spanyol Aymeric Laporte menuding Argentina kerap menerapkan permainan fisik yang berlebihan menjelang final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol di New York New Jersey Stadium, Minggu (20/7) waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Laporte menilai pendekatan permainan Argentina berpotensi memancing emosi lawan sehingga wasit harus mampu mengendalikan jalannya pertandingan sejak menit awal, seperti disampaikannya kepada harian olahraga Spanyol Marca.

Laporte Soroti Permainan Fisik Argentina

Menurut Laporte, permainan keras masih bisa diterima selama berada dalam koridor aturan, tetapi tindakan yang melewati batas tidak seharusnya dibiarkan terjadi di laga sebesar final Piala Dunia.

"Itu tugas wasit untuk menjaga pertandingan agar situasi tidak menjadi tidak terkendali," ujar Laporte.

Baca Juga: Jelang Final Piala Dunia 2026, Penunjukan Wasit Slavko Vincic Tuai Protes Penggemar: Sinyal Argentina Bakal Dirampok?

Bek berusia 32 tahun itu mengatakan dirinya tidak khawatir dengan duel fisik yang masih sesuai regulasi, namun mengaku terkejut melihat sejumlah insiden pada pertandingan-pertandingan Argentina sebelumnya.

"Khususnya Argentina. Mereka adalah tim yang suka meninggalkan jejak pada lawannya. Hal seperti itu seharusnya tidak boleh ada dalam sepak bola, terutama di kompetisi besar, karena bisa memancing emosi lawan," kata Laporte.

Komentar tersebut muncul setelah semifinal Argentina melawan Inggris diwarnai 15 pelanggaran, termasuk tekel keras Enzo Fernandez terhadap Elliot Anderson pada awal pertandingan yang tidak berujung kartu.

Sejumlah pendukung Inggris juga menilai gol kemenangan Argentina seharusnya dianulir karena menganggap Lionel Messi melakukan pelanggaran terhadap Djed Spence sebelum gol tercipta.

Baca Juga: Prediksi Formasi, Starting Lineup, hingga Strategi Final Piala Dunia 2026: Tiki Taka Spanyol Solid, Argentina Tergantung Magis Messi

Spanyol Pilih Tetap Fokus pada Permainan

Berbeda dengan Laporte, pelatih Spanyol Luis de la Fuente memilih meredam tensi jelang final dan memberikan penghormatan kepada Argentina.

"Saya menghormati semua pendapat dan saya memiliki kekaguman yang besar kepada Argentina sebagai juara Amerika Selatan dan juara dunia," ujar De la Fuente dalam konferensi pers di New York, dilansir dari BBC Sport.

Ia meyakini final akan menghadirkan duel dua tim berkualitas yang mengandalkan talenta dan sepak bola menyerang, dengan wasit bertugas memastikan pertandingan berjalan sesuai aturan.

Kapten Spanyol Rodri juga enggan larut dalam isu permainan keras Argentina.

Baca Juga: FIFA Hadiahi Cincin untuk Setiap Pemain dan Staf dari Negara yang Juara Piala Dunia 2026

"Kami akan melihat bagaimana pertandingan berlangsung. Jika ada provokasi, kami harus mengabaikannya dan tetap memainkan sepak bola kami," kata gelandang Manchester City tersebut.

De la Fuente juga memastikan winger muda Lamine Yamal berada dalam kondisi fit meski sempat absen dari sesi latihan sebelumnya.

Scaloni Ingin Final Jadi Tontonan Berkualitas

Di kubu Argentina, pelatih Lionel Scaloni tidak mendapat pertanyaan mengenai gaya bermain timnya saat konferensi pers.

Scaloni justru menyoroti hubungannya dengan Luis de la Fuente yang terjalin sejak mengikuti kursus lisensi kepelatihan Federasi Sepak Bola Spanyol pada 2017.

Baca Juga: Mengusut Drama Messi dan  Bayi Yamal 19 Tahun Lalu

"Ia mengenal saya sebagai pribadi, tetapi itu bukan berarti ia tahu apa yang saya pikirkan soal sepak bola," ujar Scaloni.

Menurut Scaloni, dirinya dan De la Fuente sama-sama menyukai permainan yang mengutamakan penguasaan bola, meski masing-masing memiliki pendekatan berbeda di lapangan.

"Saya berharap pertandingan hari Minggu menjadi tontonan yang hebat," kata Scaloni.

Selain memperebutkan trofi, final ini juga menjadi kesempatan bagi Argentina untuk mencatat sejarah sebagai tim pertama sejak Brasil pada 1958 dan 1962 yang mampu menjuarai Piala Dunia putra secara beruntun. (*)

Editor : Efprizan
lionel scaloni Luis de la Fuente Final Piala Dunia 2026 spanyol vs argentina Aymeric Laporte