Prancis 4-6 Inggris: Bukayo Saka Cetak Hattrick, Akui Ingin Lebih Banyak Bermain di Piala Dunia

Efprizan • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 08:55 WIB
Bukayo Saka merayakan gol ketiganya saat membawa Inggris mengalahkan Prancis pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. (IG@england)
Bukayo Saka merayakan gol ketiganya saat membawa Inggris mengalahkan Prancis pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. (IG@england)

PONTIANAK POST - Bukayo Saka mencetak hattrick saat membawa Inggris menaklukkan Prancis 6-4 pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, sekaligus mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya ingin mendapat menit bermain lebih banyak setelah tidak menjadi starter pada semifinal melawan Argentina.

Winger Arsenal itu memastikan dirinya berada dalam kondisi bugar selama turnamen, namun pelatih Thomas Tuchel memilih memainkan Morgan Rogers sejak awal pada semifinal karena alasan taktik.

Saka Tegaskan Kondisinya Sepenuhnya Fit

Saka mengatakan dirinya menghormati keputusan pelatih, meski berharap bisa tampil lebih banyak sepanjang turnamen.

"Tentu saya ingin bermain lebih banyak, tetapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas itu. Saya memilih berbicara lewat penampilan di lapangan. Semua sudah berlalu dan kami harus melangkah maju," kata Saka kepada BBC.

Baca Juga: Jude Bellingham Pecahkan Rekor Gol Inggris di Piala Dunia 2026

Saat ditanya apakah penampilannya menjadi kabar baik bagi Arsenal, pemain berusia 24 tahun itu menjawab singkat, "Ya, saya fit."

Pernyataan tersebut sekaligus menepis keraguan mengenai kondisi kebugarannya setelah sempat mengalami masalah cedera menjelang Piala Dunia.

Tuchel Akui Saka Tetap Pemain Kunci

Thomas Tuchel menjelaskan keputusan mencadangkan Saka pada semifinal murni didasarkan pada pertimbangan teknis, bukan karena kondisi fisik sang pemain.

"Saya hanya merasa Morgan Rogers akan memberikan sesuatu yang spesial pada pertandingan itu," ujar Tuchel kepada BBC.

Baca Juga: Kylian Mbappe Resmi Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia, Salip Lionel Messi

Pelatih asal Jerman itu juga menegaskan kualitas Saka tidak pernah diragukan.

"Bukayo menunjukkan bahwa dia adalah pemain kunci dan itu tidak pernah menjadi keraguan bagi saya," kata Tuchel.

Menurut Tuchel, perubahan pemain saat melawan Argentina juga dipengaruhi situasi pertandingan yang berjalan sangat menguras tenaga sehingga tim harus melakukan sejumlah penyesuaian.

Hattrick Saka Picu Perdebatan

Penampilan gemilang Saka kembali memunculkan pertanyaan mengenai keputusan Tuchel yang tidak memainkannya sejak menit awal pada semifinal.

Baca Juga: Jelang Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Laporte Kritik Gaya Bermain Keras La Albiceleste

Sky Sports menilai Saka seharusnya menjadi pilihan utama karena merupakan salah satu pemain sayap paling berpengalaman dan produktif yang dimiliki Inggris.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Saka menutup turnamen dengan torehan tiga gol dan tiga assist meski tidak selalu menjadi starter.

Kontribusinya menjadi bukti bahwa ia tetap mampu memberikan dampak besar ketika dipercaya bermain.

Inggris Pulang dengan Medali Perunggu

Kemenangan dramatis atas Prancis memastikan Inggris mengakhiri Piala Dunia 2026 di posisi ketiga, pencapaian terbaik mereka sejak menjadi juara dunia pada 1966.

Baca Juga: Jelang Final Piala Dunia 2026, Penunjukan Wasit Slavko Vincic Tuai Protes Penggemar: Sinyal Argentina Bakal Dirampok?

Meski demikian, evaluasi terhadap keputusan-keputusan Tuchel sepanjang fase gugur diperkirakan masih akan menjadi pembahasan karena Inggris dinilai kehilangan peluang tampil di final setelah tersingkir oleh Argentina.

Bagi Saka, penampilan impresif pada laga terakhir menjadi penutup manis turnamen sekaligus mempertegas perannya sebagai salah satu pilar penting Inggris untuk menghadapi kompetisi besar berikutnya. (*)

Editor : Efprizan
bukayo saka Prancis vs Inggris Hattrick Saka Thomas Tuchel piala dunia 2026