Aston Villa Sepakat Pinjam Alejandro Garnacho dari Chelsea: Aturan UEFA Paksa Ubah Skema Transfer

Efprizan • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:12 WIB
Alejandro Garnacho segera memperkuat Aston Villa setelah Chelsea menyetujui kesepakatan peminjaman dengan opsi wajib beli. (IG@garnacho7)
Alejandro Garnacho segera memperkuat Aston Villa setelah Chelsea menyetujui kesepakatan peminjaman dengan opsi wajib beli. (IG@garnacho7)

PONTIANAK POST - Aston Villa mencapai kesepakatan dengan Chelsea untuk merekrut Alejandro Garnacho dengan status pinjaman disertai kewajiban pembelian permanen yang syaratnya dinilai mudah dipenuhi.

Menurut laporan Sky Sports News, nilai keseluruhan transaksi, termasuk biaya peminjaman, disebut telah memenuhi harga yang dipatok Chelsea sebesar 42,6 juta poundsterling atau sekitar Rp950 miliar.

Garnacho bergabung dengan Chelsea dari Manchester United pada musim panas tahun lalu dengan nilai transfer 40 juta poundsterling, tetapi kini kembali bersiap berganti klub setelah tidak ikut menjalani latihan pramusim demi menyelesaikan proses kepindahannya.

Skema Transfer Dipilih Hindari Aturan UEFA

Kesepakatan antara Aston Villa dan Chelsea tidak sekadar berkaitan dengan kebutuhan skuad, tetapi juga dipengaruhi regulasi keberlanjutan finansial UEFA.

Baca Juga: Chelsea Siapkan Rp1,43 Triliun Demi Rekrut Alex Scott dari Bournemouth

Menurut Sky Sports News, kedua klub sebelumnya telah dikenai sanksi karena melanggar aturan Financial Sustainability Regulations (FSR) sehingga kini harus lebih berhati-hati dalam menyusun transaksi transfer.

Chelsea masih berada dalam pengawasan UEFA melalui perjanjian penyelesaian selama empat tahun, sedangkan Aston Villa berupaya menjaga kepatuhan terhadap regulasi UEFA dan Liga Inggris.

Skema pinjaman dengan kewajiban membeli dipilih karena dinilai lebih fleksibel dibanding transfer permanen langsung, meski UEFA tetap akan menilai apakah syarat pembelian tersebut benar-benar memiliki unsur ketidakpastian.

Transfer Morgan Rogers Ikut Pengaruhi Negosiasi

Kesepakatan Garnacho tidak bisa dilepaskan dari transfer Morgan Rogers ke Chelsea senilai 117 juta poundsterling, yang menjadi rekor transfer antarklub Inggris.

Baca Juga: Morgan Rogers Ungkap Alasan Pilih Chelsea, Visi Xabi Alonso Jadi Penentu

Penjualan Rogers memberikan keuntungan besar bagi Aston Villa dalam pembukuan keuangan musim ini.

Namun, jika transfer Rogers dan Garnacho dianggap sebagai transaksi pertukaran pemain (player exchange transaction), maka keuntungan Villa dari penjualan Rogers dapat berkurang dalam perhitungan UEFA.

Aturan UEFA menyebut dua transfer dapat dikategorikan sebagai pertukaran pemain apabila diselesaikan dalam rentang 45 hari dengan struktur pembayaran yang serupa.

Karena itu, kedua klub menyusun formula berbeda agar transaksi Garnacho tidak otomatis dianggap sebagai bagian dari pertukaran pemain.

Baca Juga: Chelsea Pecahkan Rekor untuk Morgan Rogers, Seberapa Besar Pengaruhnya Bagi Skuad The Blues?

Chelsea dan Villa Sama-Sama Diuntungkan

Chelsea yakin syarat yang mengubah status Garnacho menjadi pembelian permanen dapat dipenuhi Aston Villa.

Meski demikian, masih ada risiko apabila UEFA menilai klausul tersebut terlalu mudah dipenuhi sehingga transaksi tetap dikategorikan sebagai transfer permanen sejak awal.

Di sisi lain, pelatih Aston Villa, Unai Emery, memang telah lama mengagumi kemampuan Garnacho dan membutuhkan tambahan pemain sayap untuk memperkuat tim menghadapi musim baru.

Bagi Garnacho, kepindahan ke Villa juga membuka peluang mendapatkan menit bermain lebih banyak setelah masa depannya di Chelsea tidak lagi menjadi prioritas. (*)

Editor : Efprizan
transfer Liga Inggris Alejandro Garnacho UEFA Financial Sustainability chelsea Aston Villa