PONTIANAK POST - AC Milan mengawali pramusim 2026/2027 dengan hasil imbang 2-2 saat menghadapi Celtic di Celtic Park, Sabtu (25/7), ketika Francesco Camarda mencetak dua gol pada babak kedua untuk menyelamatkan Rossoneri setelah sempat tertinggal dua gol.
Hasil tersebut menjadi laga perdana AC Milan di bawah pelatih Ruben Amorim sekaligus memberikan gambaran awal mengenai perkembangan taktik baru yang masih membutuhkan penyesuaian sebelum musim kompetisi dimulai.
Sementara itu, Celtic tampil lebih siap karena kompetisi Liga Skotlandia tinggal menghitung hari, sedangkan Milan baru memulai rangkaian pramusim sebelum menjalani tur Asia-Pasifik.
Kesalahan Build-up Jadi Evaluasi Ruben Amorim
Celtic memanfaatkan dua kesalahan pemain AC Milan pada babak pertama untuk unggul melalui Duran dan James Forrest.
Baca Juga: Ruben Amorim Ubah Peta Persaingan, Empat Pilar AC Milan Terancam Tergusur
Gol pertama lahir setelah Strahinja Pavlovic melakukan umpan menyilang yang gagal menemui Lorenzo Torriani sehingga mudah dimanfaatkan pemain tuan rumah.
Kesalahan kedua terjadi ketika Samuele Ricci kehilangan bola di area pertahanan sendiri yang kemudian berujung pada gol Forrest.
Menurut analisis Oliver Fisher dari SempreMilan, dua gol tersebut memperlihatkan bahwa filosofi permainan Ruben Amorim yang menekankan build-up pendek dari lini belakang masih membutuhkan adaptasi dari para pemain.
Pelatih asal Portugal itu memang dikenal mengutamakan penguasaan bola melalui operan-operan pendek dari belakang, sehingga ketenangan pemain saat berada di bawah tekanan menjadi syarat utama keberhasilan sistem tersebut.
Meski berisiko menimbulkan kesalahan pada tahap awal, pramusim dinilai sebagai waktu yang tepat untuk mengasah pola permainan sebelum memasuki kompetisi resmi.
Camarda Jawab Kepercayaan dengan Dua Gol
Perubahan besar pada susunan pemain setelah jeda babak pertama langsung mengubah wajah permainan AC Milan.
Francesco Camarda menjadi pembeda dengan mencetak dua gol dalam waktu singkat untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Striker muda Italia itu lebih dahulu memenangkan penalti sebelum mengeksekusinya dengan sempurna ke sudut atas gawang Celtic.
Baca Juga: AC Milan Coba Bajak Transfer Sankhoun Diawara dari Glasgow Rangers
Tak lama kemudian, Camarda kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan jarak dekat yang memperlihatkan naluri tajam sebagai penyerang tengah.
Penampilan tersebut menjadi jawaban atas kepercayaan manajemen yang baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2031 bersama Christian Comotto.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport yang dikutip dalam ulasan SempreMilan, Camarda sebelumnya sempat dikabarkan harus bersaing dengan Andrej Kostic untuk memperebutkan posisi pelapis Goncalo Ramos di lini depan AC Milan.
Dua gol ke gawang Celtic menjadi modal penting bagi pemain berusia muda itu untuk memperkuat peluang bertahan di skuad utama musim depan.
Baca Juga: Galatasaray dan Fenerbahce Berebut Rafael Leao, AC Milan Tunggu Tawaran Resmi
Eksperimen Chukwueze Berjalan Positif
Selain Camarda, Samuel Chukwueze juga menjadi sorotan berkat penampilan impresif pada posisi baru sebagai wing-back kanan.
Ruben Amorim mencoba mengubah peran pemain asal Nigeria tersebut dari winger menjadi pemain sayap yang lebih aktif membantu pertahanan sekaligus menyerang.
Eksperimen itu dinilai berhasil karena Chukwueze beberapa kali merepotkan pertahanan Celtic melalui akselerasi di sisi kanan.
Ia juga mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya lewat kombinasi permainan bersama Youssouf Fofana dan Yunus Musah.
Baca Juga: Bursa Transfer AC Milan: Jhon Lucumí Masuk Radar, Bologna Siap Negosiasi
Umpan-umpan silang yang dilepaskan Chukwueze turut menciptakan sejumlah peluang, termasuk yang berujung pada gol kedua Camarda.
Analisis SempreMilan menyebut eksperimen tersebut berpotensi menjadi solusi bagi AC Milan apabila mampu dipertahankan saat menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi pada laga pramusim berikutnya.
Meski belum meraih kemenangan, hasil imbang melawan Celtic memberikan sejumlah sinyal positif bagi AC Milan, terutama munculnya Camarda sebagai penyerang muda yang semakin matang dan keberhasilan uji coba taktik Ruben Amorim yang masih akan terus disempurnakan menjelang bergulirnya musim baru. (*)
Editor : Efprizan