PONTIANAK POST - Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dipastikan menjadi lokasi pertandingan pramusim Chelsea melawan AC Milan pada 8 Agustus 2026, dengan laga tersebut akan disiarkan secara langsung ke 70 negara sehingga menjadi salah satu ajang promosi terbesar Indonesia di panggung sepak bola internasional.
Kepastian itu diumumkan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/7/2026), yang dihadiri promotor Ninesport, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
CEO Ninesport Arief Putro Wicaksono mengatakan kehadiran dua klub elite Eropa tersebut menjadi momen bersejarah karena Indonesia kembali menjadi tuan rumah pertandingan klub-klub besar setelah vakum cukup lama.
"Kami bangga bisa kembali mendatangkan klub Eropa ke Jakarta dan akhirnya mewujudkan impian menghadirkan pertandingan kelas Eropa di GBK," ujar Arief Putro Wicaksono dalam konferensi pers di Jakarta.
Baca Juga: Xabi Alonso Bawa Perubahan, Chelsea Ubah Strategi Transfer dengan Bidik Dua Pemain Senior
Promosi Indonesia ke Panggung Dunia
Arief menjelaskan laga Chelsea kontra AC Milan bukan sekadar pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi sarana promosi Indonesia karena tayang di 70 negara.
"Pertandingan ini tidak hanya menghadirkan Chelsea dan AC Milan, tetapi juga menjadi media promosi Indonesia karena akan disiarkan di 70 negara serta menjadi bagian dari rebranding Indonesia di mata dunia," kata Arief.
Menurutnya, eksposur internasional tersebut diharapkan meningkatkan citra Indonesia sebagai destinasi penyelenggara event olahraga kelas dunia.
Kehadiran ribuan suporter domestik maupun mancanegara juga diperkirakan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga usaha mikro di sekitar lokasi pertandingan.
Baca Juga: Chelsea Incar Pemain Veteran, Jordan Henderson dan Danny Welbeck Diburu Sekaligus
Memberikan Manfaat Ekonomi
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyambut positif penyelenggaraan pertandingan tersebut karena diyakini mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai penyelenggara event olahraga internasional.
"Olahraga bukan sekadar beban biaya, tetapi sudah menjadi sumber pendapatan tambahan bagi negara melalui transaksi tiket, pajak, dan promosi Indonesia," ujar Erick Thohir.
Ia menegaskan pemerintah akan memberikan dukungan penuh kepada pihak swasta yang mampu menghadirkan ajang olahraga berkelas dunia ke Indonesia.
Menurut Erick, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci agar Indonesia semakin sering dipercaya menjadi tuan rumah pertandingan internasional.
PSSI Siapkan Dukungan Teknis
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyampaikan federasi mendukung penuh penyelenggaraan laga Chelsea melawan AC Milan karena dinilai mampu meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola nasional.
"PSSI memberikan ruang yang besar bagi event seperti ini karena dapat memberikan gairah baru bagi sepak bola Indonesia," kata Yunus Nusi.
Ia memastikan PSSI akan membantu seluruh kebutuhan teknis pertandingan, mulai dari perangkat pertandingan, perwasitan, hingga dokumen yang diperlukan agar laga berlangsung sesuai standar internasional.
Duel Chelsea melawan AC Milan juga menjadi kesempatan langka bagi pencinta sepak bola Indonesia untuk menyaksikan langsung aksi para pemain bintang dunia tanpa harus bepergian ke Eropa, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang layak menggelar pertandingan internasional berskala besar. (*)
Editor : Efprizan