PONTIANAK POST - Real Madrid memasuki musim 2026/2027 dengan membuka peluang lebih besar bagi para pemain muda setelah Jose Mourinho ditunjuk sebagai pelatih kepala dan Florentino Perez kembali terpilih sebagai presiden klub, seiring dimulainya proses regenerasi skuad di Santiago Bernabeu.
Los Blancos melakukan pembenahan setelah performa tim dinilai menurun dalam dua musim terakhir, termasuk mendatangkan Marc Cucurella, Bernardo Silva, Ibrahima Konate, dan Denzel Dumfries untuk memperkuat sejumlah lini.
Di tengah aktivitas transfer yang masih berlanjut, sejumlah lulusan akademi La Fabrica berpeluang menembus tim utama karena kebutuhan rotasi dan pembangunan skuad jangka panjang, sebagaimana diulas Sports Illustrated.
Diego Aguado Jadi Kandidat Bek Masa Depan
Diego Aguado menjadi salah satu talenta yang paling menonjol setelah membawa Real Madrid U-19 menjuarai UEFA Youth League lewat gol penentu dalam adu penalti pada final April lalu serta membantu Spanyol menjuarai Euro U-19.
Baca Juga: Real Madrid Sepakat Rekrut Yan Diomande dari Leipzig Senilai Rp2,45 Triliun
Surat kabar MARCA menyebut Aguado sebagai "bek terbaik di generasinya", berkat kemampuannya bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri.
Bek berusia 19 tahun itu telah melakoni debut bersama tim utama pada Copa del Rey Januari 2025 dan dinilai memiliki kecepatan, ketenangan menguasai bola, serta kaki kiri dominan yang sesuai dengan kebutuhan permainan Mourinho.
Jesus Fortea dan Thiago Pitarch Siap Bersaing
Jesus Fortea terus menunjukkan perkembangan sejak bergabung dari Atletico Madrid pada 2022 dan tampil impresif bersama Spanyol di Euro U-19.
Kedatangan Denzel Dumfries memang memperketat persaingan di posisi bek kanan bersama Trent Alexander-Arnold, tetapi kemampuan bertahan Fortea dinilai menjadi nilai tambah yang sesuai dengan karakter permainan Mourinho.
Sementara itu, Thiago Pitarch mulai mencuri perhatian setelah dipercaya tampil bersama tim utama pada akhir musim lalu ketika Madrid ditangani pelatih interim Alvaro Arbeloa.
Menurut Sports Illustrated, Pitarch bahkan menjadi pemain termuda Real Madrid yang dua kali menjadi starter pada fase gugur Liga Champions, sementara kemampuannya bermain sebagai gelandang bertahan maupun bek tengah memberi fleksibilitas bagi tim.
Daniel Yanez Dapat Peluang karena Cedera Rodrygo
Daniel Yanez mulai mendapat sorotan setelah mencatatkan asis pertamanya untuk tim senior saat Real Madrid mengalahkan Elche 4-1 di La Liga.
Penampilan pemain sayap berusia 19 tahun itu membuat MARCA menjulukinya "Tasmanian Devil" berkat kecepatan dan kemampuan menggiring bolanya.
Baca Juga: AC Milan Gigit Jari, Fiorentina Menangi Perburuan Bek Muda Real Madrid Victor Valdepeñas
Cedera ligamen lutut anterior (ACL) yang dialami Rodrygo membuka peluang lebih besar bagi Yanez untuk tampil pada pramusim dan membuktikan kemampuannya di hadapan Mourinho.
Endrick Incar Kebangkitan Bersama Madrid
Endrick diprediksi memasuki fase penting dalam kariernya bersama Real Madrid setelah kembali dari masa peminjaman di Lyon.
Penyerang asal Brasil berusia 20 tahun itu berhasil mengembalikan performanya di Ligue 1 hingga kembali dipanggil memperkuat tim nasional Brasil pada Piala Dunia 2026.
Kemampuannya bermain sebagai penyerang maupun sayap kanan memberikan alternatif taktik yang dibutuhkan Mourinho dalam menyusun komposisi skuad musim depan.
Baca Juga: John Herdman Fokus Benahi Lini Belakang Jelang Lawan Timor Leste di Laga Lanjutan Piala AFF 2026
Jacobo Ortega Lengkapi Deretan Talenta La Fabrica
Jacobo Ortega menjadi nama lain yang berpotensi menembus skuad utama berkat karakter sebagai penyerang nomor 9 murni yang mulai jarang dimiliki Real Madrid.
Striker berusia 20 tahun itu memiliki keunggulan dalam duel udara, permainan membelakangi gawang, serta postur lebih dari 183 sentimeter yang membuatnya berbeda dibanding penyerang lain di skuad.
Menurut Sports Illustrated, ketidakpastian masa depan Gonzalo Garcia dapat membuka jalan bagi Ortega untuk menjadi pelapis Kylian Mbappe apabila mampu tampil konsisten sepanjang pramusim.
Regenerasi yang dijalankan Real Madrid tidak hanya mengandalkan pemain berpengalaman, tetapi juga memberi ruang bagi lulusan akademi untuk membuktikan kualitasnya di bawah arahan Jose Mourinho pada musim 2026/2027. (*)
Editor : Efprizan