Satoru Mochizuki, Jalan Panjang Sang Peracik Dua Gelar Beruntun Garuda Pertiwi

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 22:21 WIB
JUARA BERUNTUN: Para pemain Timnas Putri Indonesia merayakan keberhasilan mempertahankan gelar juara AFF Women
JUARA BERUNTUN: Para pemain Timnas Putri Indonesia merayakan keberhasilan mempertahankan gelar juara AFF Women's Cup 2026 usai mengalahkan Laos 5-0 di final di Kuala Lumpur Football Stadium, Malaysia. Gelar kedua secara beruntun itu menjadi buah dari proses panjang yang dibangun pelatih Satoru Mochizuki. (JAWA POS)

 

PONTIANAK POST – Ketika peluit panjang berbunyi di Kuala Lumpur Football Stadium, Malaysia, para pemain Timnas Putri Indonesia langsung berhamburan ke lapangan. Mereka saling berpelukan, menangis, lalu mengangkat pelatih Satoru Mochizuki ke udara. Kemenangan telak 5-0 atas Laos di final memastikan Garuda Pertiwi mempertahankan gelar AFF Women's Cup 2026, sekaligus mencatat sejarah sebagai juara dua edisi berturut-turut.

Di tengah euforia itu, Mochizuki tetap tenang. Baginya, trofi tersebut bukan lahir dari satu malam pertandingan, melainkan buah dari proses panjang yang dipenuhi evaluasi, kesabaran, dan kerja keras.

"Kunci mempertahankan juara ini adalah membuat tim lebih kuat lagi daripada sebelumnya. Sebab, lawan-lawan kami juga menunjukkan perkembangan permainan," ujarnya seusai laga.

 

Dari Juara Dunia hingga Membangun Garuda Pertiwi

Sebelum menangani Indonesia, Mochizuki datang dengan reputasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Ia merupakan bagian dari staf pelatih Jepang saat Nadeshiko Japan menjuarai Piala Dunia Wanita 2011 dan meraih medali perak Olimpiade London 2012.

Namun, ketika diperkenalkan PSSI pada Februari 2024, pelatih asal Jepang itu tidak banyak berbicara soal target juara. Fokus utamanya justru membangun fondasi sepak bola putri Indonesia.

Bagi Mochizuki, tim nasional yang kuat lahir dari pembinaan berkelanjutan, kompetisi yang sehat, serta regenerasi pemain yang berjalan konsisten.

Ia kemudian meramu skuad dengan memadukan pemain muda, pesepak bola senior, dan pemain diaspora. Di luar lapangan, ia juga berusaha memahami karakter pemain Indonesia serta budaya sepak bola nasional agar komunikasi berjalan lebih efektif.

Hasilnya datang lebih cepat dari perkiraan. Pada musim pertamanya, Garuda Pertiwi langsung menjuarai AFF Women's Cup 2024.

Sempat Digeser, Memilih Bertahan

Kesuksesan itu tidak membuat perjalanan Mochizuki selalu mulus.

Harapan besar membawa Indonesia lolos dari Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 belum berhasil diwujudkan. Hasil tersebut memicu evaluasi dari PSSI.

Federasi kemudian menggeser Mochizuki dari kursi pelatih kepala menjadi penasihat teknik pengembangan sepak bola putri. Meski demikian, PSSI menegaskan keputusan tersebut bukan pemecatan, melainkan pembagian tugas.

Bagi banyak pelatih, situasi seperti itu bisa menjadi alasan untuk mundur. Namun, Mochizuki memilih bertahan.

Ia tetap mendampingi pengembangan sepak bola putri Indonesia sambil menunggu kesempatan berikutnya.

Kesabaran itu akhirnya terbayar ketika PSSI kembali mempercayakan Garuda Pertiwi kepadanya menjelang AFF Women's Cup 2026.

Satoru Mochizuki
Satoru Mochizuki

 

Membangun Tim, Bukan Bergantung pada Bintang

Kembalinya Mochizuki tidak hanya membawa perubahan taktik.

Ia membangun komunikasi yang lebih kuat di dalam tim sehingga para pemain saling melengkapi di lapangan.

Garuda Pertiwi pun tidak lagi bergantung pada satu pemain. Serangan dibangun dari berbagai lini dengan koordinasi yang lebih rapi dan disiplin.

"Menurut saya, teman-teman ini spesialis final. Makanya, setiap final kami selalu cetak banyak gol," kata bek Timnas Putri Indonesia, Shafira Ika Putri.

Target Berikutnya: Menembus Level Asia

Meski berhasil mempertahankan gelar AFF Women's Cup, Mochizuki menilai pekerjaan mereka belum selesai.

Menurutnya, tantangan sesungguhnya adalah memperkecil jarak kualitas dengan negara-negara kuat di Asia.

"Kami masih harus bekerja keras memperpendek kesenjangan dengan tim-tim kuat lain di Asia," ujarnya.

Komitmen serupa disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Ia memastikan federasi akan terus memperkuat ekosistem sepak bola putri melalui peningkatan kualitas pemain, pengembangan pelatih, dan penambahan jam terbang internasional.

"PSSI terus berkomitmen memperkuat ekosistem sepak bola putri melalui peningkatan kualitas pemain, pengembangan pelatih, serta kesempatan bertanding di level internasional," kata Erick.

Kini, dua trofi AFF memang telah berada di lemari prestasi Garuda Pertiwi. Namun, bagi Mochizuki, pencapaian itu bukan garis akhir. Gelar tersebut justru menjadi fondasi untuk membawa sepak bola putri Indonesia melangkah lebih jauh di panggung Asia.

SEO Keywords: Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, AFF Women's Cup 2026, Garuda Pertiwi, PSSI. *

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
AFF Women's Cup 2026 Garuda Pertiwi Satoru Mochizuki timnas putri indonesia pssi