Krisis FIFA Memanas, UEFA dan FIFPRO Desak Gianni Infantino Mundur

Efprizan • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:51 WIB
Donal Trump dan presiden FIFA Gianni Infantino. (Istimewa/jawa pos)
Donal Trump dan presiden FIFA Gianni Infantino. (Istimewa/jawa pos)

PONTIANAK POST - Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino semakin menguat setelah UEFA, serikat pemain dunia FIFPRO, dan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) secara terbuka menentang kepemimpinannya menyusul polemik rencana penjualan sebagian hak pengelolaan Piala Dunia kepada investor swasta.

Meski Dewan Manajemen FIFA kembali menyatakan dukungan penuh kepada Infantino dalam pertemuan di Maroko, gelombang kritik terus meluas dari berbagai pemangku kepentingan sepak bola dunia.

UEFA Tegaskan Boikot Masih Berlaku

UEFA kembali menegaskan ancaman boikot terhadap seluruh kompetisi FIFA belum dicabut karena dua syarat utama yang diajukannya belum dipenuhi.

Dalam pernyataannya yang dikutip Sky Sports, UEFA menegaskan usulan penjualan kepemilikan kompetisi memang telah dibatalkan, tetapi belum ada jaminan bahwa langkah serupa tidak akan terulang pada masa mendatang.

Baca Juga: Leeds United Pecahkan Rekor Transfer Demi James Trafford

UEFA juga menegaskan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino telah hilang sehingga tuntutan agar Presiden FIFA tersebut mengundurkan diri tetap berlaku.

Boikot pertama berpotensi terjadi pada Piala Dunia Wanita U-20 FIFA bulan depan yang akan diikuti Inggris.

Jika situasi tidak berubah, ujian berikutnya akan berlangsung pada babak play-off kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027 yang melibatkan Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia.

FIFPRO Sebut Terjadi Penyalahgunaan Kekuasaan

Serikat pemain dunia FIFPRO turut memperkeras kritik dengan menuding terjadi penyalahgunaan kewenangan dalam proses penyusunan rencana penjualan sebagian hak pengelolaan Piala Dunia.

Baca Juga: Liverpool Bidik Djed Spence, Tottenham Siap Lepas Bek Inggris Seharga Rp760 Miliar

Dalam pernyataan resminya, FIFPRO menyatakan FIFA telah merusak kepercayaan publik karena mengambil keputusan besar tanpa melibatkan para pemangku kepentingan sepak bola secara memadai.

FIFPRO juga mendesak adanya reformasi tata kelola FIFA, termasuk keterlibatan yang mengikat secara hukum bagi pemain, liga, klub, dan federasi dalam pengambilan keputusan penting.

Selain itu, FIFPRO meminta perubahan struktur organisasi agar tidak ada lagi individu yang dapat mengambil keputusan sepihak terhadap masa depan sepak bola dunia.

FA Tarik Dukungan untuk Pemilihan Infantino

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) secara resmi mengumumkan pencabutan dukungannya terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino pada pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung Maret 2027.

Baca Juga: Vinicius Jr Resmi Perpanjang Kontrak hingga 2032, Real Madrid Menangkal Ancaman Arsenal

Langkah tersebut semakin memperbesar tekanan politik terhadap FIFA meskipun Infantino masih memperoleh dukungan dari Dewan Manajemen FIFA.

Di sisi lain, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) justru kembali menyatakan dukungan bulat kepada Infantino serta mengapresiasi kontribusinya terhadap perkembangan sepak bola Afrika.

Sementara itu, konfederasi Amerika Selatan juga mengkritik FIFA dengan menyebut pengabaian terhadap prinsip-prinsip organisasi akan merugikan sepak bola secara keseluruhan.

FIFA Akui Ada Kesalahan

Sky Sports melaporkan Infantino telah menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan dalam penyusunan proposal penjualan sebagian hak pengelolaan Piala Dunia.

Baca Juga: FIFA Seriusi Ide Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Peluang Lolos Makin Besar

Dalam surat kepada seluruh asosiasi anggota FIFA, Infantino dan Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom mengakui proses tersebut seharusnya dilakukan dengan cara berbeda serta melibatkan anggota secara lebih terbuka.

FIFA juga berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap polemik tersebut dan menyampaikan hasilnya pada pertemuan Dewan FIFA berikutnya.

Meski demikian, FIFA tetap menegaskan akan mengambil langkah untuk melindungi reputasi organisasi dari berbagai tuduhan yang dianggap menyerang integritas lembaga.

Polemik ini menjadi salah satu ujian terbesar bagi kepemimpinan Gianni Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027 karena untuk pertama kalinya penolakan datang secara terbuka dari federasi, serikat pemain, hingga asosiasi nasional sepak bola terbesar di Eropa. (*)

Editor : Efprizan
Gianni Infantino FIFPRO boikot FIFA UEFA fifa