Arsenal Kalah dari Dortmund, Tiga Masalah ini Terungkap di Emirates Cup

Efprizan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 09:56 WIB
Christos Tzolis menjadi salah satu pemain Arsenal yang tampil menonjol saat menghadapi Borussia Dortmund di Emirates Cup. (IG@arsenal)
Christos Tzolis menjadi salah satu pemain Arsenal yang tampil menonjol saat menghadapi Borussia Dortmund di Emirates Cup. (IG@arsenal)

PONTIANAK POST - Arsenal menelan kekalahan 2-3 dari Borussia Dortmund di Emirates Stadium, Minggu (9/8), sekaligus mengakhiri empat kemenangan beruntun The Gunners di ajang Emirates Cup.

Menurut laporan Sports Illustrated, Dortmund merebut trofi pramusim tersebut setelah tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesalahan Arsenal sepanjang pertandingan.

Kekalahan itu terjadi setelah Arsenal memperkenalkan rekrutan baru Bruno Guimarães sebelum laga, tetapi kehadirannya belum mampu menghindarkan tim Mikel Arteta dari hasil mengecewakan.

Dortmund langsung unggul pada menit ketujuh ketika Samuele Inacio, 18 tahun, memanfaatkan umpan terobosan Felix Nmecha sebelum melepaskan tembakan rendah yang gagal dihentikan Kepa Arrizabalaga.

Baca Juga: Galatasaray Dekati Martinelli, Arsenal Masih Pertahankan Winger Brasil

Keunggulan Dortmund bertambah pada menit ke-29 melalui Konstantinos Karetsas yang mencetak gol spektakuler ke pojok atas gawang Arsenal.

Arsenal kemudian memperkecil ketertinggalan pada menit ke-54 melalui Ethan Nwaneri setelah menerima umpan tarik Christos Tzolis.

Namun, Dortmund kembali menjauh beberapa saat kemudian ketika Joane Gadou memanfaatkan kegagalan Arsenal mengamankan bola dari sepak pojok untuk mengubah skor menjadi 3-1.

Viktor Gyökeres memperkecil jarak melalui tendangan penalti pada menit ke-69, tetapi tekanan Arsenal pada akhir pertandingan tidak cukup untuk memaksakan gol penyeimbang.

Baca Juga: Marcus Rashford Kembali ke Manchester United dengan Nomor Punggung 14

Tzolis Jadi Sinyal Positif Arsenal

Di tengah kekalahan tersebut, Christos Tzolis menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan positif karena tampil paling berbahaya di lini serang Arsenal.

Pemain sayap asal Yunani itu terlibat langsung dalam gol Nwaneri melalui umpan tarik dan kemudian memenangkan penalti yang dikonversi Gyökeres.

Tzolis juga tercatat menciptakan empat peluang melawan Dortmund, jumlah terbanyak dibandingkan pemain lain di lapangan.

Penampilan tersebut menunjukkan Arsenal memiliki opsi baru di sektor sayap setelah Gabriel Martinelli dan Noni Madueke dinilai belum mampu memberikan kontribusi konsisten di sepertiga akhir lapangan musim lalu.

Baca Juga: Vinicius Jr Resmi Perpanjang Kontrak hingga 2032, Real Madrid Menangkal Ancaman Arsenal

Gaya bermain Tzolis yang langsung, berani menghadapi lawan, serta mampu menghasilkan umpan silang dan cutback menjadi salah satu sisi positif yang bisa dibawa Arsenal menuju musim baru.

Posisi Havertz Kembali Dipertanyakan

Kai Havertz kembali menjadi bahan evaluasi setelah dimainkan sebagai bagian dari tiga gelandang Arsenal bersama Myles Lewis-Skelly dan Martin Ødegaard.

Sports Illustrated menilai posisi gelandang tengah belum menjadi tempat terbaik bagi Havertz karena ia minim kontribusi defensif dan kesulitan memberikan pengaruh dalam permainan menyerang.

Havertz memang beberapa kali melakukan pergerakan cerdas di belakang pertahanan Dortmund, tetapi kurang efektif ketika harus mengubah peluang tersebut menjadi ancaman nyata.

Baca Juga: Bruno Guimaraes ke Arsenal: Solusi Ideal Arteta atau Ancaman bagi Zubimendi?

Situasi itu kembali menegaskan peran Havertz sebagai pemain serbaguna yang dapat mengisi beberapa posisi, tetapi belum tentu menjadi solusi utama Arsenal di lini tengah.

Pertahanan Arsenal Mulai Mengkhawatirkan

Masalah terbesar Arsenal dalam laga tersebut berada di lini belakang setelah mereka kembali kebobolan tiga gol dalam pertandingan pramusim.

Arsenal sebelumnya hanya kebobolan 27 gol sepanjang musim Premier League 2025-26 saat berhasil menjadi juara, tetapi pertahanan mereka terlihat berbeda selama pramusim.

Setelah kebobolan satu gol ketika menang 4-1 atas Girona, Arsenal kemudian kalah dari Real Betis dan Dortmund dengan masing-masing kemasukan tiga gol.

Absennya William Saliba menjadi salah satu faktor yang disorot karena bek Prancis tersebut diperkirakan masih harus menepi pada awal musim Premier League.

Baca Juga: Real Madrid Tegas Pertahankan Vinícius Jr, Arsenal Ubah Rencana Transfer

Cristhian Mosquera yang masih muda dan minim pengalaman serta Riccardo Calafiori yang bukan bek tengah alami membuat kebutuhan Arsenal untuk mendatangkan bek tambahan semakin terlihat.

Kekalahan dari Dortmund dengan demikian bukan sekadar kegagalan meraih trofi pramusim, tetapi juga memperlihatkan sejumlah pekerjaan rumah Arsenal sebelum kompetisi resmi dimulai. (*)

Editor : Efprizan
Christos Tzolis Emirates Cup Borussia Dortmund Kai Havertz arsenal