Liverpool Ambil Risiko Transfer Ronald Araujo demi Atasi Krisis Lini Belakang

Efprizan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:31 WIB
Ronald Araujo menyelesaikan sesi latihan pertama Liverpool, Senin waktu setempat. (Dok. Liverpool)
Ronald Araujo menyelesaikan sesi latihan pertama Liverpool, Senin waktu setempat. (Dok. Liverpool)

PONTIANAK POST - Liverpool mengambil langkah pragmatis dengan mendatangkan Ronald Araujo karena krisis cedera membuat kedalaman lini belakang menjadi persoalan serius menjelang musim baru, meski transfer tersebut tetap membawa risiko terkait kebugaran dan performa sang bek.

Solusi Cepat di Tengah Krisis Bek

Menurut Sky Sports, Liverpool sebenarnya tidak menjadikan bek sebagai prioritas utama karena fokus transfer klub sebelumnya lebih tertuju pada pencarian pemain sayap, tetapi peluang mendapatkan Araujo dengan status pinjaman dinilai masuk akal.

Araujo memiliki fleksibilitas bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan sehingga kedatangannya memberikan solusi langsung bagi Liverpool yang membutuhkan tambahan pemain berpengalaman di lini pertahanan.

Liverpool sebelumnya telah mengeluarkan £60 juta untuk mendatangkan Jeremy Jacquet dari Rennes yang diproyeksikan menjadi pasangan Virgil van Dijk, tetapi kondisi kebugarannya masih menjadi perhatian setelah cedera bahu membuatnya absen sejak Februari.

Baca Juga: Liverpool Resmi Pinjam Ronald Araujo dari Barcelona dengan Opsi Tebus Rp1 Triliun

Persoalan semakin besar setelah Joe Gomez mengalami cedera otot yang membuatnya absen pada pertandingan pembuka Premier League melawan Newcastle, sementara Giovanni Leoni masih menjalani pemulihan cedera ACL.

Situasi tersebut membuat Van Dijk menjadi satu-satunya bek tengah senior Liverpool yang sepenuhnya fit ketika Araujo tiba.

Pengalaman Araujo Jadi Nilai Tambah

Kedatangan Araujo memberi Liverpool pengalaman yang sulit didapatkan dari pemain muda karena bek Uruguay tersebut telah mencatat lebih dari 200 pertandingan bersama Barcelona.

Pemain berusia 27 tahun itu juga dapat beroperasi di dua posisi pertahanan sehingga memberi pelatih Andoni Iraola lebih banyak opsi dalam menghadapi jadwal kompetitif yang padat.

Baca Juga: Debut Victor Munoz di Liverpool Tuai Pujian, Kecepatan Jadi Sorotan Fans

Skema pinjaman membuat Liverpool dapat mengatasi persoalan jangka pendek tanpa harus langsung mengeluarkan biaya transfer permanen, sementara klub memiliki opsi membeli Araujo sekitar £47,14 juta atau €55 juta pada akhir musim.

Sky Sports menilai struktur tersebut membuat Liverpool memiliki kesempatan menguji kembali performa Araujo sebelum mengambil keputusan permanen, terutama karena sang pemain sempat menghadapi persoalan kebugaran dan konsistensi.

Risiko £47 Juta di Balik Transfer

Liverpool tetap mengambil risiko karena Araujo memiliki catatan cedera dan performanya belum kembali ke level terbaik yang pernah membuatnya menjadi salah satu pemain penting Barcelona.

Araujo hanya menjadi starter dalam 11 pertandingan LaLiga musim lalu setelah sempat meninggalkan sepak bola pada November 2025 untuk memulihkan diri dari persoalan kesehatan mental yang kemudian ia ungkapkan.

Baca Juga: Liverpool Kalah dari Monaco, Iraola Soroti Masalah Fisik dan Rapuhnya Pertahanan

Namun, risiko tersebut dapat berubah menjadi keuntungan besar jika Araujo kembali menemukan performa terbaiknya karena nilai opsi pembelian Liverpool berada jauh di bawah valuasinya ketika sang pemain berada di puncak performa.

Karakter permainan Araujo yang kuat secara fisik dan mampu bermain di beberapa posisi juga dinilai sesuai dengan tuntutan Premier League, sehingga Liverpool memiliki alasan untuk berharap transfer ini berkembang dari solusi sementara menjadi investasi permanen.

Bagi Liverpool, satu musim ke depan akan menjadi periode penting untuk menentukan apakah Araujo benar-benar mampu mengubah krisis pertahanan menjadi peluang mendapatkan bek berkualitas dengan harga yang relatif lebih rendah. (*)

Editor : Efprizan
Ronald Araujo krisis bek Liverpool Jeremy Jacquet barcelona liverpool