PONTIANAK POST - AC Milan mengalahkan Manchester United 4-2 dalam laga pramusim di Tarczyński Arena, Wroclaw, Polandia, Sabtu (15/8/2026), tetapi Ruben Amorim menegaskan hasil tersebut tidak berarti jika timnya gagal menang pada pertandingan pembuka Serie A melawan Torino.
Kemenangan itu menjadi kemenangan pertama Amorim bersama Milan pada pramusim sekaligus terjadi saat menghadapi mantan klubnya, Manchester United, yang pernah dilatihnya sebelum berpisah pada awal 2026.
Milan sempat tertinggal lewat gol Harry Maguire, tetapi Samuel Chukwueze menyamakan skor sebelum Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek memastikan Rossoneri menang 4-2.
Amorim Tetap Kritik Pertahanan
Amorim menilai kemenangan atas Manchester United menjadi sinyal positif karena Milan mampu bermain agresif dan menciptakan banyak peluang, tetapi ia tetap mengkhawatirkan jumlah gol yang bersarang di gawang timnya.
Baca Juga: Manchester United Hancur 2-4 dari AC Milan: Rashford Pemain Terbaik, Luke Shaw Pesakitan
"Kami harus khawatir dengan cara kami kebobolan gol karena kami memberikan gol, baik saat melawan Celtic maupun hari ini," kata Amorim seperti dikutip dari MilanNews melalui wawancara dengan Sky Sport.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan pramusim bukan ukuran utama karena target sebenarnya adalah pertandingan resmi melawan Torino pada pekan pertama Serie A.
"Pramusim tidak berarti, kami harus memenangkan musim berikutnya," ujar Amorim.
Bagi Milan, kemenangan tersebut tetap penting untuk membangun kepercayaan diri setelah sebelumnya bermain imbang melawan Celtic dan Inter Milan serta kalah 0-3 dari Chelsea pada rangkaian pramusim.
Baca Juga: AC Milan Minati Bruno Fernandes, Manchester United Hadapi Ancaman Kehilangan Kapten
Bukan Balas Dendam kepada Manchester United
Amorim juga menepis anggapan bahwa kemenangan atas Manchester United memiliki makna khusus karena statusnya sebagai mantan pelatih klub tersebut.
"Ini pertandingan normal bagi saya, sejak saya menandatangani kontrak dengan Milan, saya tidak merasakan apa pun terhadap Manchester United," kata Amorim.
Ia mengaku tetap bangga pernah menangani Manchester United dan masih mencintai klub tersebut, tetapi fokusnya kini sepenuhnya berada di Milan.
"Setelah menandatangani kontrak dengan Milan, saya tidak merasakan hal negatif karena saya sangat bahagia dan berada di tempat yang saya inginkan," tegasnya.
Baca Juga: Bangladesh Gantikan India, Grup Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Berubah
Amorim menyebut kemenangan itu lebih penting untuk memberikan gambaran positif kepada pendukung Milan sebelum tim menjalani pertandingan resmi pertama musim ini. (*)
Editor : Efprizan