Tottenham Hancur di Brentford 3-0, De Zerbi Hadapi Masalah Mentalitas

Efprizan • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:29 WIB
Roberto De Zerbi mengalami kekalahan telak dari Brentford pada laga pembuka Premier League 2026/2027. (IG@spursofficial)
Roberto De Zerbi mengalami kekalahan telak dari Brentford pada laga pembuka Premier League 2026/2027. (IG@spursofficial)

PONTIANAK POST - Tottenham Hotspur mengawali Premier League 2026/2027 dengan kekalahan telak dari Brentford di Gtech Community Stadium, Sabtu (23/8), hasil yang langsung memperlihatkan bahwa belanja besar belum mampu menghapus persoalan mentalitas yang menghantui Spurs.

Menurut laporan BBC Sport, Roberto De Zerbi menghadapi pekerjaan berat untuk mengubah karakter Tottenham setelah timnya tampil buruk dan kalah dalam hampir seluruh aspek permainan.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan keras setelah Tottenham menggelontorkan dana besar untuk membangun kembali skuad yang dalam dua musim terakhir hanya finis di posisi ke-17 Premier League.

De Zerbi bahkan sebelumnya mengakui perannya sebagai psikolog ketika ditunjuk pada Maret lalu untuk menyelamatkan Tottenham dari ancaman degradasi dan berhasil mempertahankan klub di kasta tertinggi.

Baca Juga: Real Madrid Menang 2-1 atas Espanyol, Debut Mourinho Diwarnai Sejumlah Masalah

Tottenham Kembali Rapuh di Bawah Tekanan

Tottenham sudah kesulitan sejak awal pertandingan ketika Brentford mampu memanfaatkan kelemahan lawannya melalui tekanan dan duel fisik.

Keane Lewis-Potter membuka keunggulan Brentford setelah 12 menit sebelum Vitaly Janelt menggandakan skor menjelang turun minum dan Michael Kayode kemudian membuat Spurs tertinggal 0-3 pada menit ke-49.

De Zerbi menilai duel fisik menjadi salah satu faktor utama kekalahan setelah Tottenham gagal menunjukkan perlawanan yang seharusnya.

"Kami bermain buruk, kami kalah dan menderita dalam duel, itu kunci pertandingan ini, kami tidak bertarung dengan cara yang benar," kata De Zerbi kepada BBC Sport melalui program Match of the Day.

Baca Juga: Prediksi Skor Atalanta vs Sassuolo: Jay Idzes Hadapi Ujian Berat di Laga Pembuka Serie A

Pelatih asal Italia itu juga mengakui kondisi fisik sejumlah pemain belum optimal karena beberapa pemain baru bergabung setelah Piala Dunia dan sejumlah rekrutan belum mencapai kebugaran terbaik.

Namun, De Zerbi menegaskan kondisi tersebut tidak dapat menjadi alasan untuk membenarkan penampilan Tottenham yang gagal menunjukkan organisasi, pressing, dan daya juang.

Belanja Besar Belum Menjamin Perubahan

De Zerbi memberikan debut kepada empat pemain baru, yakni Andrew Robertson, Marcos Senesi, Jan Paul van Hecke, dan Sandro Tonali, tetapi kehadiran mereka belum mampu mengubah jalannya pertandingan.

Tonali bahkan mendapat sorotan karena gagal memberikan pengaruh berarti setelah Tottenham membayar sekitar 100 juta poundsterling untuk memboyongnya dari Newcastle United.

Baca Juga: Prediksi Skor Torino vs AC Milan di Serie A: Sama-sama Memasuki Era Baru Bersama Pelatih Anyar

BBC Sport mencatat Tonali kalah menonjol dibandingkan Mamadou Sangare, rekrutan termahal Brentford yang justru menjadi salah satu pemain terbaik dalam pertandingan.

Matheus Fernandes yang didatangkan dengan nilai sekitar 85 juta poundsterling dari West Ham United juga baru masuk sebagai pemain pengganti, sementara Savinho dan kemungkinan Omar Marmoush masih dapat menambah kekuatan Tottenham.

Namun, persoalan utama Spurs bukan sekadar kualitas individu karena mereka kembali terlihat rapuh ketika menghadapi tekanan lawan.

De Zerbi Dituntut Mengubah Budaya Spurs

De Zerbi mengakui dirinya terkejut dengan hasil dan penampilan Tottenham serta menolak menjadikan kondisi skuad sebagai alasan atas kekalahan tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Frosinone vs Juventus: Alvini Janji Tampil Berani, Spalletti Sudah Tentukan 2 Starter

"Saya terkejut dengan hasil dan penampilan ini, saya tahu kami belum dalam kondisi yang tepat, tetapi kami tidak bisa mencari alasan," ujar De Zerbi.

Ia juga menyebut Tottenham harus memperbaiki kondisi fisik, organisasi permainan, dan pressing setelah gagal menjalankan prinsip dasar yang diinginkannya.

"Kami memulai proyek baru dan tidak mampu menemukan prinsip permainan, kami harus memperbaiki kondisi fisik serta banyak hal lainnya," kata De Zerbi.

Kekalahan di laga pembuka memang belum menentukan perjalanan satu musim penuh, tetapi penampilan tersebut mengingatkan pada pola buruk Tottenham dalam dua musim terakhir.

Baca Juga: Prediksi Skor Elche vs Barcelona di La Liga: Blaugrana Diunggulkan, Anselmi Siapkan Perlawanan

De Zerbi kini dituntut membangun ketahanan mental dan budaya baru agar kekalahan tidak lagi menjadi pola yang berulang, sebab persoalan Tottenham dinilai lebih dalam daripada sekadar kebutuhan mendatangkan pemain baru. (*)

Editor : Efprizan
Roberto De Zerbi Premier League 2026/2027 tottenham hotspur Brentford