PONTIANAK POST - Legenda Manchester United Gary Neville menilai Alexander Isak dan Florian Wirtz menjadi dua pemain Liverpool yang paling mengecewakan saat ditahan Newcastle United 2-2 pada laga pembuka Premier League di St James' Park, Minggu (23/8/2026).
Neville menilai pasangan penyerang bernilai lebih dari £200 juta tersebut harus segera menunjukkan kontribusi lebih besar setelah gagal memberikan dampak signifikan dalam pertandingan yang diselamatkan Liverpool melalui penalti Dominik Szoboszlai pada menit ke-99.
Isak tampil selama 90 menit dalam laga pertamanya kembali ke St James' Park setelah meninggalkan Newcastle sebagai pemain termahal dalam sejarah Premier League, sedangkan Wirtz ditarik keluar setelah pertandingan berjalan sekitar satu jam.
Berbicara dalam Gary Neville Podcast yang dikutip Sky Sports, Neville mengatakan Liverpool sudah terlalu lama memberikan toleransi kepada kedua pemain tersebut.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Emery Ungkap Alasan Ollie Watkins Absen Saat Aston Villa Dibantai Brighton 4-0
"Hal besar bagi Liverpool adalah mereka memiliki duet lini depan senilai seperempat miliar pound, Isak dan Wirtz, dan kami sudah terlalu baik kepada mereka," kata Neville.
Menurut Neville, Isak dan Wirtz harus mulai tampil lebih menentukan karena kualitas dan nilai transfer yang melekat pada keduanya membuat ekspektasi terhadap mereka sangat tinggi.
"Mereka cepat atau lambat harus mulai bermain lebih baik, kalau tidak mereka akan mendapatkan banyak kritik," ujar Neville.
Neville Soroti Performa Wirtz
Wirtz menjadi perhatian khusus Neville karena gelandang serang asal Jerman itu dinilai belum cukup agresif dalam memberikan pengaruh di sepertiga akhir lapangan.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Liverpool Selamat dari Kekalahan di Newcastle, Iraola Soroti Kedalaman Skuad
"Saya tidak melihat kegigihan pada Wirtz secara khusus, saya hanya melihat pemain bagus yang bergerak di sekitar lapangan tetapi tidak terlihat benar-benar berusaha keras untuk melakukan sesuatu," kata Neville.
Neville tetap melihat kemampuan besar dalam diri Wirtz, tetapi meminta pemain tersebut lebih berani mengambil peran penting di area yang menentukan hasil pertandingan.
"Saya ingin memberinya dorongan besar karena ada kemampuan, bakat, dan pemahaman tentang posisinya," ujarnya.
Wirtz sebelumnya tampil menjanjikan selama pramusim, termasuk ketika bermain sebagai penyerang bayangan, tetapi perannya saat menghadapi Newcastle membuatnya lebih jauh dari Isak sehingga hubungan keduanya tidak berjalan optimal.
Baca Juga: Jeff Bezos Masuk Kepemilikan Liverpool, Nilai Akuisisi Capai Rp144,8 Triliun
Diminta Lebih Dekat dengan Isak
Neville menilai Wirtz seharusnya bermain lebih dekat dengan Isak agar Liverpool mendapatkan kombinasi yang lebih efektif di lini depan.
"Kadang saya pikir dia terlalu banyak bergerak, terlalu jauh dari penyerangnya dan tidak cukup memahami di mana pertandingan akan dimenangkan atau kalah," kata Neville.
Menurut mantan pemain timnas Inggris tersebut, Wirtz seharusnya lebih sering berada di sekitar kotak penalti dan membantu Isak melalui umpan pendek di antara atau di sisi bek tengah lawan.
"Pertandingan tidak akan dimenangkan di sana atau di belakang, tetapi di sepertiga akhir, di sekitar kotak penalti," ujarnya.
Baca Juga: Liverpool Siapkan Tawaran £155 Juta untuk Barcola dan Mbaye Sekaligus ke PSG
Neville juga meminta Wirtz mengurangi keterlibatan dalam fase pembangunan serangan yang terlalu dalam dan lebih berperan sebagai penyerang kedua.
"Dia harus berpikir untuk menjadi penyerang kedua, memikirkan kontribusinya dan apa yang harus dilakukan, termasuk memberi Isak umpan-umpan pendek di sisi bek tengah," kata Neville.
Meski memberikan kritik keras, Neville tetap yakin Isak dan Wirtz memiliki kualitas untuk bangkit dan menunjukkan performa yang lebih sesuai dengan reputasi mereka.
"Saya sebenarnya punya keyakinan terhadap mereka berdua, Isak pemain luar biasa dan kami sudah melihatnya," ujar Neville.
Baca Juga: Tottenham Hancur di Brentford 3-0, De Zerbi Hadapi Masalah Mentalitas
Neville menilai Isak pernah menunjukkan kemampuan luar biasa ketika masih berseragam Newcastle, sementara Wirtz juga memiliki kualitas yang membuat Liverpool bersedia mengeluarkan biaya transfer besar dari Bayer Leverkusen.
Liverpool kini harus segera menemukan cara untuk memaksimalkan keduanya karena hasil imbang di Newcastle memperlihatkan bahwa kualitas individu saja belum cukup tanpa kombinasi dan kontribusi yang konsisten di lini depan. (*)
Editor : Efprizan